Ada 'Kode Tirai Biru' di Kasus Bripda Ignatius, Apa Itu 'Blue Curtain Code'?

Ruth Meliana

Selasa, 01 Agustus 2023 | 14:09 WIB
Ada 'Kode Tirai Biru' di Kasus Bripda Ignatius, Apa Itu 'Blue Curtain Code'?
Potret Ignatius Dwi Frisco Sirage (Instagram)

Suara.com - Kematian anggota Densus 88 Antiteror Polri Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage atau Bripda IDF dalam kasus polisi tembak polisi memicu beragam spekulasi. Adapun ia tewas usai ditembak oleh seniornya di Rumah Susun Polri, Bogor, pada Minggu (23/7/2023) pukul 01.40 WIB.

Dua pelaku yakni Bripda IMS dan Bripda IG, sudah ditahan. Mereka disebut lalai karena tak sengaja mengeluarkan senjata api (senpi). Sementara itu, ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyinggung soal kode tirai biru dalam kasus ini.

Apa Itu Kode Tirai Biru?

Reza berharap Polri bisa ransparan dalam mengusut kasus Bripda Ignatius. Di mana kematiannya itu disebabkan oleh kelalaian seniornya saat menunjukkan senpi rakitan ilegal. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan Blue Curtain Code atau Kode Tirai Biru.

"Kelalaiannya (sampai menewaskan orang lain) seperti apa? Perlu dibuka. Pertanyaan ini muncul karena di organisasi kepolisian kerap dikenal 'Blue Curtain Code' atau Kode Tirai Biru,” ujar Reza Indragiri Amriel, melansir ANTARA, Selasa (1/8/2023).

Reza kemudian menjelaskan bahwa Kode Tirai Biru adalah kecenderungan untuk menutup-nutupi kesalahan Polri. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan polisi yang mengaku akan selalu transparan dan objektif dalam pengusutan kasus.

Kode itu juga sempat muncul dalam pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Di mana pelakunya adalah mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. Insiden ini, kata Reza, menunjukkan kekejaman senior terhadap junior di lingkungan polisi.

Sebab, kronologi peristiwa dan faktanya sempat ditutup-tutupi. Baru setelah keluarga Brigadir Yosua hingga sejumlah pihak lainnya angkat bicara, transparansi dan objektivitas dalam kasus ini mulai dilakukan serius. Kode Tirai Biru pun lantas tersingkirkan.

Reza kemudian mengimbau Polri membentuk tim investigasi yang melibatkan pihak eksternal untuk menjawab praduga keluarga korban. Diketahui, orang tua Bripda Ignatius menduga anaknya dibunuh dengan terencana, bukan ketidaksengajaan.

baca juga

Apalagi, dugaan itu juga ikut dipikirkan oleh masyarakat yang kerap mengaitkannya dengan kasus Brigadir Yosua. Meski begitu, Reza tidak merekomendasikan Kompolnas untuk dilibatkan dalam investigasi kasus penembakan Bripda Ignatius tersebut.

Sebab, dalam kasus Brigadir Yosua, Kompolnas menyetujui hasil investigasi Polres Jakarta Selatan yang mengatakan bahwa kematian itu karena baku tembak. Reza menyebut, jika melibatkan pihak eksternal selain Kompolnas menjadi harga mahal.

Pasalnya, langkah itu bisa dijadikan kesempatan bagi Polri untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Pelibatan unsur eksternal yang tidak sesuai juga menurut Reza dapat mengulur waktu. Seperti halnya investigasi kasus Brigadir Yosua yang sempat tak jelas.

Bripda Ignatius Akui Tak Kuat Lagi

Keluarga korban mengatakan bahwa Bripda Ignatius pernah mengeluh dipaksa mengonsumsi minuman keras (miras) dan transaksi senpi ilegal oleh seniornya. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum mereka, Jajang yang menyebut korban sempat ketakutan.

Rasa takut Bripda Ignatius tersebut dikarenakan seniornya yang selalu memaksa dan mengatur agar ia ikut mengonsumsi miras. Korban bahkan dicekoki hingga diminta terlibat transaksi bisnis senjata api ilegal. Namun, ia selalu menolak tawaran itu.

Jajang mengungkap bahwa intimidasi dan ketakutan itu dimulai sejak awal tahun 2023. Bripda Ignatius pada 13 Juni lalu sempat curhat ke kekasihnya bahwa ia sudah tidak kuat lagi menghadapi semua. Ia pun memasrahkan hidupnya ke Tuhan.

Sementara itu, Direskrimum Polda Jawa Barat Kombes Surawan mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah tersangka pernah memaksa korban minum miras. Ia pun akan menggali keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga terkait dugaan ini.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Beberapa Kejanggalan dalam Kasus Kematian Bripda Ignatius, Apa Saja?

Ada Beberapa Kejanggalan dalam Kasus Kematian Bripda Ignatius, Apa Saja?

Video | Selasa, 01 Agustus 2023 | 09:00 WIB

Fakta Dibalik Tewasnya Bripda IDF, Dua Anggota Densus 88 Ditetapkan Tersangka

Fakta Dibalik Tewasnya Bripda IDF, Dua Anggota Densus 88 Ditetapkan Tersangka

Video | Senin, 31 Juli 2023 | 10:30 WIB

Breaking News! Polda Jabar Buka Suara Soal Bripda Ignatius yang Dicekoki Miras oleh Senior

Breaking News! Polda Jabar Buka Suara Soal Bripda Ignatius yang Dicekoki Miras oleh Senior

Jabar | Senin, 31 Juli 2023 | 09:40 WIB

Belum Tahu Bripda Ignatius Kerap Dicekoki Miras Seniornya, Polda Jabar: Kita Baru Mau Minta Keterangan Keluarga

Belum Tahu Bripda Ignatius Kerap Dicekoki Miras Seniornya, Polda Jabar: Kita Baru Mau Minta Keterangan Keluarga

News | Senin, 31 Juli 2023 | 08:41 WIB

Waspada 'Kode Senyap', Polri Diminta Transparan Usut Tewasnya Bripda Ignatius

Waspada 'Kode Senyap', Polri Diminta Transparan Usut Tewasnya Bripda Ignatius

News | Senin, 31 Juli 2023 | 05:59 WIB

Apa Itu Pati Nyawa? Hukuman Adat Dayak yang Diminta Keluarga Bripda Ignatius buat Pelaku

Apa Itu Pati Nyawa? Hukuman Adat Dayak yang Diminta Keluarga Bripda Ignatius buat Pelaku

News | Minggu, 30 Juli 2023 | 17:41 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×