Cerita Warga Ibu Kota Melawan Ganasnya Udara Jakarta: Udin Pedagang Cakwe Gampang Meriang, Amandel Triyono Bengkak

Bangun Santoso | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Kamis, 17 Agustus 2023 | 08:26 WIB
Cerita Warga Ibu Kota Melawan Ganasnya Udara Jakarta: Udin Pedagang Cakwe Gampang Meriang, Amandel Triyono Bengkak
ILUSTRASI Kepadatan sejumlah kendaraan yang melintas di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Belakangan tengah ramai jadi pembahasan soal kualitas udara di Jakarta yang disebut makin memburuk. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sampai kena batuk-batuk empat minggu.

Jika Presiden saja sampai batuk-batuk, bagaimana dengan rakyat biasa seperti pedagang di Ibu Kota, pasti bakal amat terasa. Hanya karena dibebat kebutuhan ekonomi mereka memilih abai akan efek kualitas udara yang buruk.

Udin (41), sehari-hari berkeliling menjajakan cakwe buatannya di seputaran Jalan MH Thamrin. Saban hari, terutama di hari kerja ia mangkal berpanas-panas mencoba bersahabat dengan udara Jakarta dari pagi sampai jelang matahari menutup hari.

Sembari mengaduk cakwe di wajan penggorengan Udin bercerita, akhir-akhir ini dia merasa kerap mengalami gangguan pernafasan. Selama bertahun-tahun, Udin mengaku sebagai perokok aktif yang jarang terjangkit penyakit.

Namun baru-baru ini, Udin merasakan sakit di tenggorokannya. Badannya meriang, hidungnya meler disertai batuk. Dan bila malam tiba, tubuhnya berasa dingin, demam melanda.

"Dirasain udaranya kotor karena saya kan perokok tapi enggak pernah batuk radang, baru ini saja batuk sampai hari ini diobatin tapi enggak sembuh-sembuh,” kata Udin saat ditemui di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2023).

Meski punya BPJS untuk berobat gratis, Udin memilih mengatasi sakitnya dengan beristirahat dan mengonsumsi obat yang ia beli dari warung.

"Saya ini jarang berobat, istirahat saja. Kemarin istirahat seharian saja,” kata Udin.

Meski belum sembuh benar, dia merasa harus segera kembali berjualan cakwe. Sebab, keuangan Udin bisa seret bila dia tak berjualan lebih dari satu hari.

Alhasil, Udin kembali menghadapi udara kotor di Jalan MH Tharim. Meski merasa lebih baik, namun flu dan gatal di tenggorokan Udin masih berasa.

Dan ternyata, buruknya kualitas udara di Jakarta tak hanya merongrong tubuh Udin, namun pendapatannya berjualan cakwe juga ikut terdampak. Gegara udara kotor bikin sesak, orang-orang terutama yang bekerja di kantoran enggan ke luar ruangan untuk membeli makanan di pinggir jalan.

Ia mengaku, banyak pembeli pada pagi hari di Jalan MH Thamrin. Biasanya para pekerja yang hendak berangkat kantor. Namun makin ke sini, Udin merasa jumlah pembeli yang biasa menghampiri gerobak cakwenya makin berkurang.

“Omset turun kayaknya sampai 20 persen lah kurang lebih. Biasanya ramai jam-jam pagi, jam orang berangkat kerja, buat sarapan kan, sekarang lebih sedikit,” ujar Udin.

Debu Jakarta Bikin Ayah Suhel Pingsan

Hal yang sama juga dirasakan oleh Suhel (17). Ia sehari-hari mengayuh sepeda ontel menyusuri Jalan Sudirman hingga MH Thamrin untuk menjajakan minuman.

Pemuda yang biasa disebut sebagai pedagang starling alias starbak keliling itu mengaku akhir-akhir ini gampang dilanda batuk. Meski demikian, Suhel mengatakan dirinya tidak terlalu mengetahui soal memburuknya kualitas udara, tetapi dia merasakan udara yang lebih berdebu dan panas.

“Sekarang di sepanjang jalan rasanya berdebu banget, terus panas banget juga,” ucap Suhel sembari menarik nafas merasakan rasa sesak.

Meski mengalami batuk pada beberapa waktu belakangan, Suhel tidak ambil pusing. Jangankan berobat, minum obat saja enggak. Bukan tidak mau, tapi karena ia tak memiliki sarana berobat gratis alias BPJS.

"Uang nggak ada kalau harus istirahat tak jualan," ucapnya.

Ternyata tak cuma Suhel, sesak nafas juga turut dirasakan ayahnya. Bahkan, sakitnya disebut lebih parah.

"Bapak saya batuk sampai muntah, terus pingsan," ungkap Suhel.

Meski begitu, Suhel mengatakan ayahnya tidak berobat ke dokter untuk memeriksakan kondisinya karena tidak memiliki BPJS atau asuransi lainnya. Saat ini, ayah Suhel masih beristirahat di rumahnya.

Bak jatuh tertimpa tangga, sudahlah sakit pendapatan makin minim. Suhel merasa, akhir-akhir ini pembeli minumannya cenderung menurun.

“Enggak tahu kenapa akhir-akhir ini orang jarang yang beli. Penjualnya ada banyak, tapi pembelinya makin sedikit,” kata Suhel.

Triyono Kena ISPA Sampai Amandel Bengkak

Kondisi rentan kesehatan warga Jakarta diduga akibat kualitas udara yang buruk turur dirasakan Triyono (38). Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online itu sempat divonis ISPA sampai amandelnya bengkak.

Pria yang tinggal di daerah Ciracas, Jakarta Timur itu mengaku baru sembuh dari penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penyakit itu diketahui setelah dia berobat ke dokter beberapa waktu lalu. Tri, sapaan Triyono, mengatakan dirinya menggunakan BPJS Kesehatan gratis yang dimilikinya untuk berobat di Puskesmas dekat kediamannya.

“Kemarin saya sakit tenggorokan sampai amandelnya bengkak. Kata dokter, saya ISPA,” kata Tri saat ditemui di Simpang Sarinah, Jalan MH Thamrin, Rabu (16/8/2023).

Selain sakit di tenggorokan, Tri mengaku sempat meriang dan flu. Dia juga sakit kepala dan mengonsumsi beberapa obat yang diresepkan dokter.

Menurutnya, dia sampai berisitirahat tak bekerja selama empat hari di rumah. Empat hari tak bekerja membuat Triyono meraup penghasilan dari ojol.

Ironisnya, setelah kembali bekerja, Tri mengaku pendapatannya juga tidak sebanding dengan beberapa bulan lalu.

“Jalanan panas banget dan asep di mana-mana. Mungkin gara-gara itu orang jadi malas naik ojol,” kata Tri.

Sepanjang jalan, kata Tri, dia merasa kondisi udara di Jakarta memang memburuk. Di tengah kemacetan, Tri menyadari bahwa asap kendaraan makin memenuhi jalan, terlebih pada waktu pagi dan sore hari.

“Jam-jam orang kantor berangkat dan pulang itu kan macet banget, rasanya kayak asepnya di mana-mana gitu,” ujar dia.

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ke-9 Dunia

Diketahui, kondisi udara di Jakarta dan sekitarnya saat ini menjadi sorotan lantaran kualitasnya yang memburuk. Berdasarkan laporan IQAir pada Rabu (16/8/2023) sore, indeks kualitas udara di Jakarta sebesar 105.

Dengan begitu, Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk peringkat 9 di dunia. Hal itu membuat udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluhkan Polusi Udara Jakarta, Ketua DPRD DKI: Cucu Saya Kena ISPA, Semalam Masuk RS Bintaro

Keluhkan Polusi Udara Jakarta, Ketua DPRD DKI: Cucu Saya Kena ISPA, Semalam Masuk RS Bintaro

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 06:37 WIB

Beda Solusi Anies Baswedan vs Heru Budi Atasi Polusi Udara Jakarta

Beda Solusi Anies Baswedan vs Heru Budi Atasi Polusi Udara Jakarta

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:50 WIB

7 Masker Anti Polusi Terbaik untuk Menghindari Polusi Udara Jakarta

7 Masker Anti Polusi Terbaik untuk Menghindari Polusi Udara Jakarta

Health | Rabu, 16 Agustus 2023 | 12:59 WIB

Jakarta Darurat Polusi Udara, Massa Koalisi Ibu Kota Geruduk Balai Kota DKI, Ini Tuntutan Mereka!

Jakarta Darurat Polusi Udara, Massa Koalisi Ibu Kota Geruduk Balai Kota DKI, Ini Tuntutan Mereka!

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 11:34 WIB

Kerek Kualitas Udara Jakarta, Pemprov DKI Kaji Efektivitas Sistem 4 in 1

Kerek Kualitas Udara Jakarta, Pemprov DKI Kaji Efektivitas Sistem 4 in 1

Jakarta | Rabu, 16 Agustus 2023 | 06:05 WIB

Jakarta Darurat Polusi Udara, Anies Sebut Penyebabnya PLTU di Sekitar Ibu Kota

Jakarta Darurat Polusi Udara, Anies Sebut Penyebabnya PLTU di Sekitar Ibu Kota

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 04:50 WIB

Daftar 16 PLTU di Sekitar Jakarta, Biang Kerok Polusi Udara?

Daftar 16 PLTU di Sekitar Jakarta, Biang Kerok Polusi Udara?

News | Selasa, 15 Agustus 2023 | 20:28 WIB

Terkini

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:08 WIB

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:02 WIB

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB