Presiden Palestina Dikecam Israel, AS dan Eropa atas Pernyataan Holocaust

Arsito Hidayatullah, Deutsche Welle

Jum'at, 08 September 2023 | 12:14 WIB
Presiden Palestina Dikecam Israel, AS dan Eropa atas Pernyataan Holocaust
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. [Foto: AFP/Getty/file Deutsche Welle]

Suara.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah dituduh melakukan antisemitisme, setelah dia mengklaim bahwa orang Yahudi tidak dianiaya karena agama mereka, saat peristiwa Holocaust terjadi.

Abbas menyampaikan komentar tersebut dalam pidatonya bulan lalu, tetapi komentarnya itu mulai menuai kritik luas pada hari Rabu (06/09), setelah cuplikan pidato tersebut diterjemahkan dan disebarkan secara online oleh Institut Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI) yang berbasis di Washington.

Isi Pidato Mahmoud Abbas

Dalam pidatonya di hadapan para anggota senior Partai Fatah di Ramallah, Abbas menyatakan bahwa "tidak benar" jika "Adolf Hitler membunuh orang-orang Yahudi karena mereka adalah orang Yahudi."

Abbas juga mengulangi kiasan antisemitisme dengan mengklaim pernyataan yang salah bahwa Jerman "memerangi (orang Yahudi) karena peran sosial mereka dan bukan karena agama mereka. Karena riba dan uang."

Dunia Mengecam Pernyataan Abbas

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel membagikan cuplikan pidato Abbas tersebut di media sosial pada hari Rabu (06/09) dan menuduh Abbas melakukan "penyangkalan terhadap peristiwa Holocaust."

Sementara itu, juru bicara Uni Eropa mengatakan bahwa pidato pemimpin negara Palestina tersebut "berisi pernyataan yang salah dan sangat menyesatkan tentang Yahudi dan antisemitisme" dan hal itu merupakan "penghinaan terhadap jutaan korban Holocaust dan keluarga mereka."

"Distorsi sejarah seperti itu bersifat menghasut, sangat ofensif" serta "meremehkan Holocaust, yang kemudian memicu antisemitisme", tambah juru bicara Uni Eropa.

baca juga

Jerman juga mengutuk pernyataan Abbas mengenai Holocaust tersebut.

Duta Besar Jerman untuk Israel, Steffen Seibert, mengatakan bahwa rakyat Palestina "berhak mendengar kebenaran sejarah dari pemimpin mereka, bukan distorsi sejarah seperti itu."

Misi Jerman di Ramallah, tempat kantor pemerintahan Abbas di Palestina, juga "dengan tegas" mengutuk pernyataan itu.

"Sejarahnya jelas: jutaan nyawa telah dibunuh dan itu tidak dapat direlatifkan," kata misi Jerman di Ramallah pada hari Rabu (06/09) malam waktu setempat.

Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Memantau dan Memerangi Antisemitisme, Deborah Lipstadt, juga mengecam "pernyataan kebencian dan antisemitisme" dari Presiden Abbas dan menyerukan permintaan maaf segera.

Konsulat Prancis di Yerusalem pada hari Kamis (07/09) juga menyebut pernyataan Abbas tersebut "sama sekali tidak dapat diterima" dan mengatakan bahwa pihak mereka dengan tegas menolak "antisemitisme dan penyangkalan (Holocaust) dalam segala bentuk."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Perayaan Ultah Panji Gumilang Diiringi Lagu Yahudi, Warganet Muak: Makin Kesini Makin Lucu

Viral Perayaan Ultah Panji Gumilang Diiringi Lagu Yahudi, Warganet Muak: Makin Kesini Makin Lucu

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 15:28 WIB

Sosok Ustaz Adi Hidayat, Somasi Google Usai Diblokir karena Donasi Rp14 M ke Palestina

Sosok Ustaz Adi Hidayat, Somasi Google Usai Diblokir karena Donasi Rp14 M ke Palestina

News | Minggu, 30 Juli 2023 | 16:11 WIB

Pengesahan Undang-Undang Perombakan Peradilan Israel, Ini Reaksi Amerika Serikat

Pengesahan Undang-Undang Perombakan Peradilan Israel, Ini Reaksi Amerika Serikat

Video | Minggu, 30 Juli 2023 | 12:35 WIB

Terkini

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:23 WIB

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:16 WIB

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:51 WIB

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:41 WIB

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 00:58 WIB

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal

Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!

Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:59 WIB

Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang

Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:59 WIB

Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?

Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:26 WIB

×