Tuai Kontroversi, Duduk Perkara Guyonan Menag Yaqut Sebut Pilih Amin Bid'ah

Farah Nabilla

Sabtu, 16 September 2023 | 15:02 WIB
Tuai Kontroversi, Duduk Perkara Guyonan Menag Yaqut Sebut Pilih Amin Bid'ah
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.(Kementerian Agama RI)

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas disorot usai menyebut memilih Amin adalah bid'ah. Istilah ini sendiri mengacu pada perbuatan yang diperintahkan Rasulullah. Lantas apa yang menjadi duduk perkaranya?

Amin yang dimaksud Yaqut diduga mengarah pada calon presiden Anies Baswedan dan wakilnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Pasangan ini memang diakronimkan sebagai Amin. Sejumlah pihak pun menilai sang Menag telah memperkeruh suasana.

Adapun pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Surabaya, Rabu (13/9/2023). Saat itu, Yaqut berguyon tidak memilih Amin karena jika melakukannya termasuk bidah.

"Yang saya hormati Bapak Kepala Litbang dan Diklat Kemenag Prof Amin Suyitno. Ini Aminnya tambahan atau sudah lama, soalnya lagi ramai ini Amin Amin. Biasanya saya panggil Pak Yitno bukan Pak Amin Suyitno," kata Yaqut.

"Jangan-jangan karena ada pasangan presiden singkatannya Amin. Saya enggak milih itu. Kalau ada yang masih milih itu bid'ah. Hehehe," lanjutnya.

Juru Bicara Anies, Billy Nerotumelima menyayangkan pernyataan Yaqut. Ia mengatakan, seharusnya seorang Menag bisa meneduhkan, bukan malah memecah belah publik atau menjadi juru kampanye. Ia berharap yang menjabat ini dapat menyatukan umat.

Sementara itu, Anies Baswedan dan Cak Imin tidak banyak berkomentar saat ditanya responnya terkait pernyataan Menag Yaqut. Cak Imin mengatakan guyon tersebut tidak perlu ditanggapi. Anies menanggapi ucapan Yaqut dengan kalimat "senyumi aja". 

Yaqut Klarifikasi Soal Amin Bidah

Yaqut menepis guyonan tersebut ada kaitannya dengan Pilpres 2024. Hal ini disampaikan usai ia menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman antara KPU dengan Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, PPATK serta OJK.

baca juga

"Jadi, dulu ada Kepala Balitbang Kemenag namanya Suyitno, ketika MC manggil namanya kok ada tambahan Amin, Kaget saya. Setahu saya namanya Suyitno, enggak ada Amin-nya," kata Yaqut di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Jumat (15/9/2023).

"Nah, saya bilang ini kok aneh ada nama Amin karena lagi ramai-ramai pilpres, kemudian begitu. Enggak ada konteks apa-apa. Jadi, konteksnya (hanya) bercanda," sambungnya.

Yaqut juga menjelaskan bahwa makna kata bidah sebetulnya tak selalu negatif. Menurutnya, istilah ini apabila dipandang secara netral bisa berarti kreatif atau kebaruan. Persepsinya menjadi jelek, kata dia, usai dipersempit oleh kebanyakan orang.

"Nah, (bidah) artinya apa? Ini sebenarnya istilah yang netral, bahkan kalau mau cari blessing-nya itu positif loh. Jadi, ini kemudian orang saja yang mempersempitnya menjadi bid'ah seolah olah jelek. Gak, bid'ah itu artinya kreatif, novelty kebaruan," jelas Yaqut.

Di akhir klarifikasinya, Yaqut menyebut kita sebagai masyarakat Indonesia perlu menghadapi adanya perbedaan. Ia berharap semuanya menikmati hal itu dengan kegembiraan. Ia mengatakan bahwa keseriusan penting, namun jangan tegang.

"Kita hadapi perbedaan yang memang sudah jadi kodrat kita. Kita nikmati perbedaan ini, jangan tegang-tegang. Indonesia merayakan demokrasi ini dengan kegembiraan, dengan ketawa-tawa aja gitu. Serius boleh tapi jangan tegang, clear kan?" ujar Yaqut.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai PKS Resmi Usung Duet AMIN, Anies Ogah Buru-buru Umumkan Timnas Pemenangan

Usai PKS Resmi Usung Duet AMIN, Anies Ogah Buru-buru Umumkan Timnas Pemenangan

News | Sabtu, 16 September 2023 | 04:25 WIB

KUA, Madrasah Aliyah Hingga PTKIN Boleh Digunakan untuk Sosialisasi Pemilu

KUA, Madrasah Aliyah Hingga PTKIN Boleh Digunakan untuk Sosialisasi Pemilu

Kotak Suara | Jum'at, 15 September 2023 | 17:15 WIB

Klaim Bukan Tentang Anies-Cak Imin, Menag Yaqut soal Sebut Pilih 'Amin' Bidah: Konteksnya Bercanda

Klaim Bukan Tentang Anies-Cak Imin, Menag Yaqut soal Sebut Pilih 'Amin' Bidah: Konteksnya Bercanda

Kotak Suara | Jum'at, 15 September 2023 | 16:00 WIB

Belum Final! Menag Yaqut Ungkap Nama 'Isa Almasih' Jadi 'Yesus Kristus' Masih Wacana

Belum Final! Menag Yaqut Ungkap Nama 'Isa Almasih' Jadi 'Yesus Kristus' Masih Wacana

News | Kamis, 14 September 2023 | 17:45 WIB

Sempat Guyon Bidah, Menag Yaqut Ngaku Tak Tahu Anies-Cak Imin Punya Singkatan AMIN

Sempat Guyon Bidah, Menag Yaqut Ngaku Tak Tahu Anies-Cak Imin Punya Singkatan AMIN

News | Kamis, 14 September 2023 | 17:18 WIB

Cak Imin: Kami Tidak Pernah Politisasi Masjid, Tapi Nggak Tahu Kok Banyak Amin di Masjid?

Cak Imin: Kami Tidak Pernah Politisasi Masjid, Tapi Nggak Tahu Kok Banyak Amin di Masjid?

Kotak Suara | Kamis, 14 September 2023 | 16:12 WIB

Terkini

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:07 WIB

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:57 WIB

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:48 WIB

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:38 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:27 WIB

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:26 WIB

Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City

Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:19 WIB

Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis

Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:13 WIB

Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia

Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:08 WIB

Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07 WIB

×