Sepasang kekasih asal Jakarta dengan inisial DA dan DP menjadi otak pelaku pembunuhan. Pasalnya, keduanya menyewa MR untuk membunuh seorang gadis bernama Indriana Dewi Eka Saputri. Pembunuhan perempuan berusia 24 tahun itu ternyata dilatari cinta segitiga.
Kanit 1 Ranmor pada Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Bara, AKP Luhut Sitorus menjelaskan, awalnya DA berpacaran dengan DP. Namun, DA juga menjalin hubungan dengan korban. DA dan DP pun mendadak bersekongkol membunuh MR dengan menyewa MR.
Lantas, seperti apakah fakta cinta segitiga mau Indriana Dewi? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Motif pelaku habisi Indriana
Diketahui, motif pelaku menghabisi nyawa Indria diduga karena cemburu. Hal itu diungkap oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar AKP Luhut Sitorus.
Pelaku yang berinisial DA ini mulanya berpacaran dengan DP. Kemudian hubungan keduanya kandas begitu saja. Lalu, DA menjalin hubungan dengan Indriana selama kurang lebih 7 bulan.
Namun, Indriana yang memiliki hobi dugem serta pulang malam membuat DA kesal. Ia pun tak menyukai kebiasaan Indriana dan ingin kembali balikan dengan sang mantan, DP.
Tak disangka, DP pun menerima cinta DA kembali. Namun DP juga mengajukan syarat agar kekasihnya itu tak kembali bersama Indriana. Bahkan, DP sampai meminta DA menghabisi nyawa Indriana agar hubungan mereka berjalan baik.
Kronologi pelaku habisi nyawa Indriana
Lima hari sebelum mayat perempuan tersebut ditemukan, Indriana sempat pergi bersama DA dengan menggunakan sepeda motor. Dalam kesempatan itu, keduanya juga mengajak MR sebagai eksekutor yang ditugaskan untuk menghabisi nyawa Indriana.
Ketiganya pun pulang setelah nongkrong di kafe yang ada di daerah Sentul. Namun di tengah perjalanan, DA berhenti di kawasan sepi yang ada di kawasan Bukit Pelang, Desa Cijayanti (Babakan Madang).
DA memberikan alasan kepada korban bahwa ia hendak buang air kecil. Namun mendadak, MR yang duduk di belakang langsung menjerat leher Indriana dengan ikat pinggang.
Perempuan yang akrab disapa dengan Indri itu pun merenggang nyawa. Usai menghabisi nyawa korban, kedua pelaku kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Setelah sampai di Jakarta, pelaku langsung mencari tempat untuk membuang jenazah korban dan berangkat melalui Tol Cipali-Cirebon.
Agar tidak dicurigai, jenazah Indri dikenakan masker seolah-olah masih hidup, sehingga terlihat seperti penumpang yang tengah tertidur lelap.