Pemprov DKI Beli 5 Moge Listrik Rp6,3 Miliar untuk Pengawalan Gubernur Jakarta Terpilih Nanti

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 26 Maret 2024 | 20:21 WIB
Pemprov DKI Beli 5 Moge Listrik Rp6,3 Miliar untuk Pengawalan Gubernur Jakarta Terpilih Nanti
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. [Suara.com/Fakhri]

Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengakui rencana pembelian lima unit sepeda motor gede atau moge listrik dengan alokasi anggaran Rp6,35 miliar. Dana yang dipakai bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

Menurut Syafrin, moge listrik tersebut akan dipakai jajaran Dishub untuk pengawalan VVIP di lingkup Pemprov DKI Jakarta. Sesuai waktu pemanfaatannya, moge tersebut sudah bisa dipakai saat kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029.

"Motor listrik tersebut akan digunakan prioritasnya untuk pemanduan gubernur terpilih nanti. Kan baru tahun depan dia ada," ujar Syafrin kepada wartawan, Selasa (26/3/2024).

Ia menyebut pengadaan moge listrik ini sudah cukup urgen. Apalagi, rangkaian kegiatan kerja gubernur setiap harinya sangat padat.

Sehingga, diperlukan kendaraan yang ramah lingkungan. Terlebih, sejak munculnya masalah polusi udara di Jakarta, Pemprov DKI terus mengimbau masyarakat menguragi penggunaan kendaraan BBM.

"Target-target untuk menekan polusi udara Jakarta itu harus mulai dari diri Pemprov DKI Jakarta sendiri. Jadi, bagaimana kita mengajak masyarakat kemudian kita sendiri boros dengan polusi," ucap Syafrin.

Ia juga menyatakan pembelian moge listrik termasuk mobil dinas listrik pejabat Pemprov DKI merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

"Ada Instruksi Presiden Nomor 7 terkait pemanfaatan kendaraan motor listrik berbasis baterai untuk kendaraan dinas maupun perorangan. Nah, oleh sebab itu kami selaku Dishub memilih kendaraan listrik itu pertama untuk patroli," pungkas Syafrin.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Empat Hari Ludes, Pemprov DKI Akan Tambah Kuota Mudik Gratis

Baru Empat Hari Ludes, Pemprov DKI Akan Tambah Kuota Mudik Gratis

News | Selasa, 26 Maret 2024 | 16:56 WIB

Dishub DKI Siapkan Tujuh terminal dan 2.258 Bus untuk Layani Pemudik

Dishub DKI Siapkan Tujuh terminal dan 2.258 Bus untuk Layani Pemudik

Video | Senin, 25 Maret 2024 | 09:00 WIB

Empat Hari Dibuka, Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI Langsung Ludes

Empat Hari Dibuka, Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI Langsung Ludes

News | Minggu, 24 Maret 2024 | 14:22 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×