Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani hanya memberikan gestur menggeleng-gelengkan kepalanya usai ditanya soal penyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal upaya Presiden Jokowi mengakuisisi kursi Ketua Umum PDIP.
Awalnya awak media diberikan kesempatan bertanya kepada Puan dalam konferensi pers usai rapat paripurna penutupan masa sidang sebelum Hari Raya Idul Fitri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Baca Juga:
Jengah dengan Perilaku Sekjen PDIP, Gibran: Pak Hasto Lagi Ya? Nggak Perlu Ditanggapi
Salah seorang awak media bertanya soal pernyataan Hasto yang menyebut Presiden Jokowi pernah berupaya mengakuisisi kursi Ketum PDIP dengan menugasi seorang menteri.
Soal Usulan Jokowi dan Kapolri Dihadirkan di Sidang MK, Begini Kata Mahfud MD
Namun, bukannya menjawab secara detil mengenai hal tersebut. Puan hanya menunjukan gesturnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kendati begitu, ia tak menjelaskan apa yang dimaksud gesturnya tersebut.
Jokowi Utus Menteri 'Power Full Bujuk Mega
Hasto PDIP sebelumnya, mengungkapkan, jika Presiden Jokowi sempat menugasi seorang menteri untuk membujuk Megawati turun dari singgasananya sebagai Ketua Umum DPP PDIP. Bujukan itu agar Jokowi bisa memimpin PDIP ke depannya.
Hal itu diungkapkan Hasto dalam acara Bedah Buku "NU, PNI dan Kekerasan Pemilu 1971" karya Ken Ward (1972) yang digelar di Bakoel Kopi, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).
Awalnya Hasto menyampaikan, jika kejadian tersebut terjadi jauh beberapa bulan sebelum Pemilu. Jokowi disebut menugasi seorang menteri yang power full, untuk bertemu Pakar Otonomi daerah Ryaas Rasyid.
Ryaas kemudian, disebut Hasto, ditugasi oleh seorang menteri itu untuk membujuk Megawati agar mau memberikan singgasananya kepada Jokowi. Hasto menceritakan hal itu saat menyinggung Jokowi sedang mencari kendaraan politik usai tak lagi menjabat.
"Jadi jauh sebelum pemilu, beberapa bulan, antara 5-6 bulan. Ada seorang menteri, ada super power full, ada yang power full. Supaya enggak salah, ini ditugaskan untuk bertemu Ryaas Rasyid oleh presiden Jokowi," kata Hasto.