Gelar Aksi Jalan Santai Di CFD, Kopaja Desak Pemerintah Wujudkan Sekolah Bebas Biaya

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Minggu, 07 Juli 2024 | 16:24 WIB
Gelar Aksi Jalan Santai Di CFD, Kopaja Desak Pemerintah Wujudkan Sekolah Bebas Biaya
Gelar Aksi Jalan Santai Di CFD, Kopaja Desak Pemerintah Wujudkan Sekolah Bebas Biaya. (Ist)

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendidikan Jakarta dan Indonesia yang Berkeadilan (Kopaja) melakukan aksi jalan santai di hari bebas berkendara atau car free day (CFD), Minggu (7/7/2024).

Juru bicara Kopaja, Ubaid Matraji mengatakan, dalam aksinya mereka mengajak masyarakat untuk berpartisipasi untuk terlibat aktif dalam advokasi pendidikan yang berkeadilan.

Ubaid juga mendorong agar pemerintah memenuhi amanah konstitusi dalam mewujudkan akses sekolah bebas biaya bagi semua.

“Sekolah bebas biaya merupakan mandat dari Pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya,” kata Ubaid, dalam keterangannya, Minggu.

“Amanah konstitusi ini, dipertegas lagi dalam Pasal 34 UU Sisdiknas, bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya pendidikan tanpa memungut biaya,” tambahnya.

Namun kenyataannya, saat ini biaya sekolah di Indonesia masih sangat membebani ekonomi masyarakat. Penyebab utama siswa putus sekolah atau anak tidak sekolah, didominasi oleh faktor ekonomi.

Berdasarkan data BPS, kata Ubaid menunjukkan, terdapat 76% keluarga mengakui anaknya putus sekolah karena alasan ekonomi.

Dari angka Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2021, sebanyak 67,0% anak putus sekolah akibat tidak mampu membayar biaya sekolah, sementara sisanya 8,7% harus mencari nafkah.

Sementara hasil Arus Survei Indonesia (ASI) pada tahun 2023, ada tiga persoalan paling pokok yang dihadapi oleh warga Indonesia yakni harga kebutuhan pokok mahal sebanyak 23,4 persen, mahalnya biaya pendidikan sebanyak 20,1 persen. Kemudian sulitnya mencari lapangan kerja sebanyak 18,6 persen.

baca juga

Menurut Ubaid, berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), berdasarkan pemantauan dan pengaduan masyarakat, dari Januari 2022-Juni 2024, terhimpun 1.479 kasus pendidikan yang berkaitan dengan beban biaya ekonomi keluarga.

“Kasus tertingi adalah ijazah ditahan sekolah karena belum melunasi tunggakan sebanyak 41 persen. Penahanan ijazah ini tidak hanya terjadi di sekolah swasta, tapi juga banyak ditermukan di sekolah negeri,” ucapnya.

Sementara kasus putus sekolah akibat tidak punya sebesar 27 persen, orang tua siswa terjerat pinjol untuk tutupi biaya sekolah sebanyak 18 persen, tidak boleh ikut ujian karena belum bayar tagihan sekolah sebanyak 9 persen.

Kemudian, ditemukan juga kasus anak-anak yang jadi korban perundungan dan intimidasi di sekolah karena tak bayar pungutan sebanyak 5 persen.

“Kami menyesalkan ini semua masih terjadi di sekolah. Mestinya kan sekolah itu bebas biaya, kenapa jadinya masih berbiaya dan mahal pula. Di sekolah negeri ada banyak pungutan liar. Sementara di sekolah swasta, tagihan bulanannya terus menteror orang tua murid,” ujar Ubaid.

Ubaid menyebutkan tiga tuntutannya, di antaranya pemerintah harus menuntaskan wajib belajar 12 tahun tanpa memungut biaya di sekolah negeri dan swasta.

Ubaid juga meminta agar pemerintah menyelamatkan anak-anak yang gagal dalam PPDB 2024, dengan menyediakan bangku di sekolah swasta tanpa dipungut biaya. Jika tidak, mereka saat ini terancam putus sekolah, karena terkendala mahalnya biaya di sekolah swasta.

Kemudian, Kopaja meminta, agar melibatkan sekolah swasta dan menghentikan sistem kompetisi rebutan kursi di PPDB.

“Semua anak punya hak yang sama, karena itu, pemerintah harus menjamin, semua anak kebagian bangku sekolah. Tidak boleh lagi ada istilah gagal PPDB, karena semua akan akan kebagian kursi,” imbuh Ubaid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merdeka Belajar dan Proyeksi Indonesia 2045: Sebuah Pendekatan Multidimensi

Merdeka Belajar dan Proyeksi Indonesia 2045: Sebuah Pendekatan Multidimensi

Your Say | Minggu, 07 Juli 2024 | 11:55 WIB

Lulusan Universitas di Australia, Mampukah Nagita Slavina Bersaing di Pilgub Sumut?

Lulusan Universitas di Australia, Mampukah Nagita Slavina Bersaing di Pilgub Sumut?

Lifestyle | Sabtu, 06 Juli 2024 | 20:56 WIB

Soroti UKT, Megawati: Kalau Urusan Sekolah Tak Ada Anggarannya, Kurangi Bansos!

Soroti UKT, Megawati: Kalau Urusan Sekolah Tak Ada Anggarannya, Kurangi Bansos!

News | Jum'at, 05 Juli 2024 | 16:37 WIB

Warga Protes KJP Plus Gak Cair-cair, Plt Kadisdik DKI: Masih Verifikasi, Insyaallah Minggu Depan Selesai

Warga Protes KJP Plus Gak Cair-cair, Plt Kadisdik DKI: Masih Verifikasi, Insyaallah Minggu Depan Selesai

News | Jum'at, 05 Juli 2024 | 10:54 WIB

Terungkap! Modus Suap Kadisdik Malut Demi Dapat Jabatan, Beri Uang Rp 1,2 Miliar ke Mantan Gubernur

Terungkap! Modus Suap Kadisdik Malut Demi Dapat Jabatan, Beri Uang Rp 1,2 Miliar ke Mantan Gubernur

News | Kamis, 04 Juli 2024 | 17:58 WIB

Diduga Suap Abdul Gani Kasuba, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Ditahan KPK

Diduga Suap Abdul Gani Kasuba, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Ditahan KPK

News | Kamis, 04 Juli 2024 | 17:02 WIB

Beda Kelas Aaliyah Massaid dan Zahwa Massaid: Pendidikan, Karier, Asmara hingga Kekayaan

Beda Kelas Aaliyah Massaid dan Zahwa Massaid: Pendidikan, Karier, Asmara hingga Kekayaan

Lifestyle | Rabu, 03 Juli 2024 | 13:33 WIB

Terkini

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:29 WIB

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:28 WIB

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:21 WIB

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB

×