Sudah Ada Korban Tewas di Kalsel, Dokter Ungkap Ngerinya Halusinasi Orang Mabuk Kecubung: Bisa Picu Bunuh Diri

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Selasa, 16 Juli 2024 | 16:30 WIB
Sudah Ada Korban Tewas di Kalsel, Dokter Ungkap Ngerinya Halusinasi Orang Mabuk Kecubung: Bisa Picu Bunuh Diri
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Kelana Jaya menunjukkan buah kecubung. ANTARA/Firman.

Suara.com - Maraknya kasus mabuk kecubung di Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai mengkhawatirkan karena telah menimbulkan korban jiwa. Polda Kalsel telah melaporkan bahwa ada 47 orang yang mabuk akibat kecubung, dua di antaranya meninggal dunia. 

Mengonsumsi buah kecubung saja secara berlebihan memang bisa menyebabkan mabuk.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia dr. Inggrid Tania menjelaskan bahwa dampak negatif dari kecubung menimbulkan halusinasi yang risiko bahayanya bisa sampai membuat seseorang bunuh diri.

"Kecubung saja bisa menimbulkan halusinasi yang berat, terutama visual, karena dia sudah hilang kesadaran juga jadi terlihat sangat hiperaktif. Maka dia bisa terjun ke sungai, bisa gantung diri, bisa terjun dari gedung," jelas dokter Inggrid dalam keterangannya kepada Suara.com, Selasa (16/7/2024).

Buah Kecubung [Foto :Halodoc]
Buah Kecubung [Foto :Halodoc]

Halusinasi yang terjadi pada orang yang mabuk kecubung biasanya akan melihat suatu ilusi yang sebenarnya hanya ada dalam imajinasinya.

Dokter Inggrid menjelaskan, pemabuk itu seolah-olah melihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada. Akibat dari mabuk tersebut bisa menyebabkan penurunan kesadaran yang disebut dengan delerium. 

Delerium tersebut kemudian bersifat aktif, sehingga orang yang mabuk kecubung juga bisa jadi bertingkah hiperaktif.

"Karena dia halusinasi yang ada di pikirannya sudah berbeda dengan kenyataan. Makanya kecubung ini ketika orang mengonsumsi dalam dosis besar, dia bisa saja bunuh diri karena tidak tahu mana bahaya, mana tidak," tuturnya.

Efek samping dari konsumsi kecubung bisa jadi lebih berbahaya apabila dikombinasikan dengan obat-obatan lainnya. Hal itu juga yang terjadi di Kalsel, di mana politi menemukan adanya konsumsi pil dibarengi dengan kecubung. 

baca juga

"Biasanya efeknya akan lebih buruk kalau dikombinasi dengan apapun. Bahkan saya dengar ada yang mau kombinasi dengan suatu jenis zat psikoaktif itu juga bisa menimbulkan kondisi halusinasi yang lebih parah. Jadi kecenderungan untuk terjun ke sungai terjun ke laut atau bahkan terjun dari gedung yaitu sangat besar kemungkinannya," pungkas dokter Inggrid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Bikin Puluhan Warga Kalsel Masuk RS Jiwa, Polisi Sebut Kecubung Berbahaya: Apalagi Dicampur Alkohol

Diduga Bikin Puluhan Warga Kalsel Masuk RS Jiwa, Polisi Sebut Kecubung Berbahaya: Apalagi Dicampur Alkohol

News | Senin, 15 Juli 2024 | 22:35 WIB

Sudah Telan 2 Nyawa, Polisi Cek Puluhan Warga Kalsel Terindikasi Mabuk Kecubung di RS Jiwa

Sudah Telan 2 Nyawa, Polisi Cek Puluhan Warga Kalsel Terindikasi Mabuk Kecubung di RS Jiwa

News | Minggu, 14 Juli 2024 | 21:19 WIB

Kenali Efek Samping Kecubung, Tanaman yang Jadi 'Senjata' Perampokan Taksi Online

Kenali Efek Samping Kecubung, Tanaman yang Jadi 'Senjata' Perampokan Taksi Online

Video | Senin, 17 April 2023 | 07:00 WIB

Modus Baru Perampok Mobil Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi, Campur Racun Kecubung dalam Nasi Padang

Modus Baru Perampok Mobil Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi, Campur Racun Kecubung dalam Nasi Padang

News | Kamis, 13 April 2023 | 23:07 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×