Mundur dari PM Bangladesh Karena Demo Berdarah, Sheikh Hasina Ternyata Sempat Kumpulkan Pejabat Pagi Hari

Andi Ahmad S | Suara.com

Selasa, 06 Agustus 2024 | 17:10 WIB
Mundur dari PM Bangladesh Karena Demo Berdarah, Sheikh Hasina Ternyata Sempat Kumpulkan Pejabat Pagi Hari
Presiden Jokowi bertemu Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Dhaka, Bangladesh Minggu (29/1/2018). [Foto Rusman - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Sebelum dinyatakan mundur dari Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina ternyata pada pagi hari melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi di negara tersebut untuk membahas berbagai persoalan, salah satunya yakni peristiwa demo hingga berdarah yang menewaskan ratusan orang.

Berdasarkan pemberitaan di NDTV menyebutkkan, bahwa Sheikh Hasina tidak ingin mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Bangladesh dan ingin pasukan keamanan mengintensifkan tindakan keras terhadap protes nasional.

Namun pimpinan keamanan mengatakan protes tidak dapat dibendung dengan kekerasan, menurut laporan di surat kabar Prothom Alo.
Laporan tersebut merinci apa yang terjadi di kediaman resmi Perdana Menteri sebelum dia melarikan diri dengan pesawat militer pada menit-menit terakhir, tidak lama sebelum ratusan pengunjuk rasa menyerbu masuk dan mengamuk.

Sementara itu, menurut laporan Prothom Alo, pemimpin Liga Awami memanggil pejabat tinggi lembaga keamanan dan kepolisian ke kediamannya. Jumlah korban tewas terus meningkat, dan beberapa penasihatnya telah mencoba membujuknya untuk mengalihkan kekuasaan kepada Angkatan Darat.

Namun Perdana Menteri berusia 76 tahun yang pernah lima kali menjabat itu bersikeras. Dia meminta aparat untuk memperketat jam malam yang sudah diberlakukan. Namun di jalanan, situasinya berubah dengan cepat. Meskipun ada jam malam, pengunjuk rasa mulai berkumpul di berbagai tempat di Dhaka.

Dalam pertemuannya dengan para petinggi keamanan, dia mempertanyakan mengapa mereka tidak mampu membendung protes. Dia menunjuk pada visual pengunjuk rasa yang naik ke atas kendaraan polisi dan bertanya mengapa pasukan tidak melakukan tindakan lebih keras. Pada satu titik, dia mengingatkan mereka bahwa mereka diangkat ke posisi ini karena dia memercayai mereka.

Dalam pertemuan tersebut, Sheikh Hasina memuji tanggapan polisi terhadap protes tersebut. Namun Kapolres menyampaikan, situasi yang ada membuat polisi tidak bisa menahannya lama-lama.

Pasukan keamanan, kata laporan itu, mencoba menjelaskan kepadanya bahwa kekerasan yang lebih besar bukanlah jawabannya. Namun pemimpin veteran itu tidak bergeming. Kemudian petugas tersebut berbicara dengan saudara perempuan Syekh Hasina, Rehana, di ruangan lain dan mendesaknya untuk meyakinkan Perdana Menteri agar mundur.

Rehana berbicara kepada Hasina, tapi itu tidak membantu. Pada titik ini, putra Syekh Hasina, Sajeeb Wazed Joy, turun tangan. Berbasis di AS, Joy berbicara dengan ibunya dan berhasil meyakinkan ibunya untuk mengundurkan diri.

Berbicara kepada NDTV, Joy kemarin mengatakan ibunya tidak ingin meninggalkan Bangladesh. "Dia ingin tinggal, dia tidak ingin meninggalkan negara itu sama sekali. Tapi kami terus bersikeras bahwa itu tidak aman baginya. Kami lebih mengkhawatirkan keselamatan fisiknya; jadi kami membujuknya untuk pergi," katanya.

“Saya berbicara dengannya pagi ini. Situasi di Bangladesh, seperti yang Anda lihat, adalah anarki. Dia bersemangat, tapi dia sangat kecewa. Ini sangat mengecewakan baginya karena mimpinya adalah mengubah Bangladesh menjadi negara maju. dan dia bekerja sangat keras selama 15 tahun terakhir, menjaganya tetap aman dari militan dan juga dari terorisme dan terlepas dari semua itu, kelompok minoritas yang vokal, oposisi, militan kini telah merebut kekuasaan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Virus West Nile Ancam Kesehatan Masyarakat

Geger! Virus West Nile Ancam Kesehatan Masyarakat

News | Selasa, 06 Agustus 2024 | 16:14 WIB

Rekam Jejak Nahid Islam, Sosok Mahasiswa di Balik Jatuhnya Kekuasaan PM Bangladesh

Rekam Jejak Nahid Islam, Sosok Mahasiswa di Balik Jatuhnya Kekuasaan PM Bangladesh

News | Selasa, 06 Agustus 2024 | 15:58 WIB

Muhammad Yunus, Penerima Nobel, Diusulkan Pimpin Bangladesh Pasca Mundurnya Sheikh Hasina

Muhammad Yunus, Penerima Nobel, Diusulkan Pimpin Bangladesh Pasca Mundurnya Sheikh Hasina

News | Selasa, 06 Agustus 2024 | 14:56 WIB

Terkini

Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim

Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:30 WIB

Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT

Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:29 WIB

Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini

Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:29 WIB

Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3

Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:20 WIB

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:10 WIB

Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan

Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:55 WIB

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:54 WIB

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:35 WIB

Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI

Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:33 WIB