Pengasuh TK Dipenjara usai Aniaya Murid, Jambak dan Seret di Lantai Selama 40 Detik

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 26 Agustus 2024 | 16:45 WIB
Pengasuh TK Dipenjara usai Aniaya Murid, Jambak dan Seret di Lantai Selama 40 Detik
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Suara.com - Frustrasi karena seorang anak berusia lima tahun tidak mengikuti instruksinya dan berperilaku buruk, seorang petugas penitipan anak menangkap dan menariknya ke sana kemari melintasi kelas, pada satu titik mengayunkannya berulang kali ke lantai.

Wanita itu, seorang warga negara Singapura berusia 54 tahun, dijatuhi hukuman pada hari Jumat (23 Agustus) dengan hukuman penjara selama 26 minggu, atau sekitar enam bulan setelah dia mengaku bersalah atas tuduhan penganiayaan terhadap anak atau orang muda yang diasuhnya, berdasarkan Undang-Undang Anak dan Orang Muda.

Saat itu, dia adalah seorang petugas penitipan anak yang menjaga siswa yang terdaftar dalam program penitipan anak taman kanak-kanak, termasuk anak laki-laki itu, yang akan berada di pusat penitipan anak dari pukul 12 siang hingga 6.30 sore pada hari kerja.

Anak laki-laki itu, yang sekarang berusia tujuh tahun, pelaku dan taman kanak-kanak itu tidak dapat disebutkan namanya berdasarkan perintah pengadilan untuk melindungi identitas korban.

Pada tanggal 15 Februari 2022, wanita tersebut ditugaskan untuk menyiapkan makanan ringan saat jam minum teh untuk murid-murid taman kanak-kanak dan mengawasi mereka.

Ia kemudian melihat anak laki-laki tersebut dan murid lainnya sedang bermain air di wastafel di ruang kelas.

Ia menjadi kesal karena mereka tidak mengikuti instruksinya untuk duduk dan memakan makanan ringan mereka.

Sebaliknya, kedua anak tersebut mengisi botol dengan air dan menuangkan air tersebut ke rak buku.

Wakil Jaksa Penuntut Umum (DPP) Natalie Chu berkata: "Ia juga marah karena mereka telah mengganggu sebelumnya selama sesi tidur siang."

baca juga

Tak lama kemudian, sekitar pukul 3.10 sore, wanita tersebut mulai mencengkeram kedua lengan anak laki-laki tersebut dan menyeretnya menjauh dari wastafel.

Ia jatuh ke tanah dan mencoba melepaskan diri, tetapi wanita tersebut terus menyeretnya di sepanjang lantai sebelum menariknya berdiri kemudian.

Ia kemudian mencengkeram lengan kanan anak laki-laki tersebut dan menuntunnya melintasi ruang kelas dan kembali ke area wastafel.

Dokumen pengadilan menyatakan bahwa ia menjadi "semakin stres" ketika anak laki-laki itu tampaknya tidak kooperatif ketika ia melihat lantai basah di dekat wastafel.

Ia mulai mencengkeram lengan anak laki-laki itu dan mengayunkannya berulang kali ke lantai selama sekitar enam detik. Hal ini menyebabkan bagian bawah tubuhnya membentur lantai basah beberapa kali.

Ilustrasi kekerasan anak. (shutterstock)
Ilustrasi kekerasan anak. (shutterstock)

Kemudian, ia menariknya ke lemari di samping wastafel, di mana ia duduk di atas lemari dan memegangnya di bahunya di depannya.

Ia kemudian menjambak rambutnya dan mendorong bagian belakang kepalanya ke lantai, menyebabkannya berlutut dan meringkuk kesakitan.

Setelah itu, ia menariknya ke atas, mencengkeram lengan kanannya erat-erat dan mendorong sekelompok kecil siswa untuk mulai mengumpulkan barang-barang anak laki-laki itu.

Ketika ia meraih barang-barangnya, ia merampasnya darinya. Anak laki-laki itu jatuh berlutut, menolak untuk bergerak.

Ia kemudian menyeretnya di sepanjang lantai kelas selama sekitar 40 detik.

Kejadian itu terekam oleh kamera pengawas yang terletak di dalam kelas.

Malam itu, ketika anak laki-laki itu kembali ke rumah, ayahnya melihat bekas cakaran di wajah dan belakang lehernya.

Ayahnya bertanya kepadanya apa yang telah terjadi dan anak laki-laki itu berkata bahwa wanita itu yang menyebabkan bekas cakaran itu tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Keesokan harinya, orang tuanya memberi tahu kepala taman kanak-kanak pusat tersebut, yang kemudian meninjau rekaman tersebut dengan wakil kepala sekolah taman kanak-kanak tersebut.

Kepala taman kanak-kanak tersebut juga memberi tahu majikan wanita itu tentang kejadian tersebut dan wanita itu mengundurkan diri pada 17 Februari 2022. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan tentang ketentuan kerja dan kesepakatannya dengan taman kanak-kanak tersebut.

Kepala taman kanak-kanak tersebut membuat laporan polisi enam hari setelah wanita itu mengundurkan diri.

Anak laki-laki itu dibawa ke Rumah Sakit Universitas Nasional untuk menerima perawatan medis sehari setelah laporan polisi dibuat. Dokter menemukan goresan dangkal samar sepanjang 0,5 cm di dekat kepalanya dan memar yang masih dalam proses penyembuhan di bahu kanannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilarang Rekam Penangkapan Pendemo Tolak RUU Pilkada: Sejumlah Jurnalis Dipukuli Polisi, 2 Korban Masuk RS!

Dilarang Rekam Penangkapan Pendemo Tolak RUU Pilkada: Sejumlah Jurnalis Dipukuli Polisi, 2 Korban Masuk RS!

News | Jum'at, 23 Agustus 2024 | 07:24 WIB

Kasih Sayang Rafathar ke Mbak Lala: Bantu Jualan Parfum dan Ngonten YouTube biar Pengasuh Makin Kaya

Kasih Sayang Rafathar ke Mbak Lala: Bantu Jualan Parfum dan Ngonten YouTube biar Pengasuh Makin Kaya

Lifestyle | Rabu, 21 Agustus 2024 | 19:00 WIB

Ngamuk Masalah Sepele, Bintang Cekik hingga Banting Pacar di Lift Hotel Gegara Foto Selfie Sendirian

Ngamuk Masalah Sepele, Bintang Cekik hingga Banting Pacar di Lift Hotel Gegara Foto Selfie Sendirian

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 15:46 WIB

Kesal Gegara Gak Diajak Swafoto, Bintang Tega Aniaya Pacarnya di Lift Hotel Cengkareng

Kesal Gegara Gak Diajak Swafoto, Bintang Tega Aniaya Pacarnya di Lift Hotel Cengkareng

News | Rabu, 21 Agustus 2024 | 15:28 WIB

Tertangkap usai Aksinya Viral, Apa Motif MBA Cekik hingga Banting Pacarnya di Lift Hotel?

Tertangkap usai Aksinya Viral, Apa Motif MBA Cekik hingga Banting Pacarnya di Lift Hotel?

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 14:59 WIB

Perlakuan Aurel Hermansyah ke Pengasuh Ameena saat Agustusan Tuai Perbincangan: Dia Orang Kaya Lama

Perlakuan Aurel Hermansyah ke Pengasuh Ameena saat Agustusan Tuai Perbincangan: Dia Orang Kaya Lama

Lifestyle | Selasa, 20 Agustus 2024 | 09:45 WIB

Terkini

Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis

Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:10 WIB

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:54 WIB

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:18 WIB

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

×