Kualitas Siswa Makin Jeblok, Serikat Guru Pemistis Indonesia Bisa Capai Generasi Emas 2045

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Kamis, 17 Oktober 2024 | 10:28 WIB
Kualitas Siswa Makin Jeblok, Serikat Guru Pemistis Indonesia Bisa Capai Generasi Emas 2045
Ilustrasi pelajar (Freepik/Arya Sakti)

Suara.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengaku pesimistis Indonesia bisa mencapai generasi emas 2045. Anggapan itu disebabkan karena kualitas siswa Indonesia saat ini menurun secara internasional. Padahal para siswa itu yang nantinya akan menjadi kelompok produktif pada tahun 2045. 

Sekjen FSGI, Heru Purnomo mengatakan, penurunan kualitas peserta didik itu terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir pada saat Menteri Pendidikan menggunakan pendekatan kurikulum Merdeka Belajar.

"Artinya ini kan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan ternyata tidak seperti yang diharapkan," kata Heru kepada Suara.com saat dihubungi, beberapa waktu lalu. 

Heru menyinggung skor siswa Indonesia dalam penilaian Programme for International Student Assessment (PISA). Data skor PISA Indonesia tercatat masih di bawah rata-rata negara lain yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). 

Ilustrasi Guru - Kapan Pendaftaran PPPK Guru 2022 Dibuka (Shutterstock)
Ilustrasi Guru - Kapan Pendaftaran PPPK Guru 2022 Dibuka (Shutterstock)

Di mana rata-rata skor matematika siswa Indonesia bernilai 366 poin, sementara rata-rata OECD adalah 472 poin. Dalam membaca, skor rata-rata siswa Indonesia adalah 359 poin, sedangkan rata-rata OECD adalah 476 poin. Skor membaca itu menjadi yang terburuk sejak tahun 2000 ketika Indonesia pertama kali mengikuti tes PISA. 

"Maka ketika diharapkan 2045, bonus demografi membawa Indonesia menjadi 4 kekuatan besar negara maju di dunia, kelihatannya saya selaku guru kepala sekolah pesimis melihat itu. Pesimis sekali," tuturnya.

Dia membandingkan kualitas siswa di negara-negara maju, seperti China, Singapura, Finlandia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, hingga Belanda. Negara-negara itu yang memiliki skor PISA dalam peringkat 10 besar di dunia. Saat dilakukan tes secara acak, skor siswa di negara-negara tersebut rata-rata di atas 500.

Heru menyebut, kemampuan literasi dan numerasi peserta didik yang ada di negara-negara maju itu sudah sangat tinggi.

"Ketika mereka pada saat sekolah saja kemampuannya sudah tinggi dengan diukur seperti itu, maka mereka itu nanti melanjutkan sekolah atas, melanjutkan di perguruan tinggi, mereka itu sudah mempunyai SDM yang unggul karena skornya mereka sudah tinggi-tinggi," tuturnya.

baca juga

Sehingga, menurutnya, bila Indonesia memang ingin mencapai generasi yang unggul pada 2045, maka juga perlu memupuk anak-anak yang saat ini masih menempuh pendidikan di sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Doktor Bikin Alumni S3 UI Nyesek, Profesor Ini Coret-coret Disertasi Bahlil: Metode dan Teori Gak Nyambung!

Gelar Doktor Bikin Alumni S3 UI Nyesek, Profesor Ini Coret-coret Disertasi Bahlil: Metode dan Teori Gak Nyambung!

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 10:18 WIB

Tak Lagi Ada Partai Oposisi jika PDIP Resmi Gabung ke Prabowo, Indonesia Bisa jadi Negara Otoriter?

Tak Lagi Ada Partai Oposisi jika PDIP Resmi Gabung ke Prabowo, Indonesia Bisa jadi Negara Otoriter?

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 09:58 WIB

Imbas Kurikulum Merdeka Nadiem Makarim, FSGI Sebut Kualitas Berpikir Murid Jeblok: Jadi Plagiat, Nyontek Karya Orang

Imbas Kurikulum Merdeka Nadiem Makarim, FSGI Sebut Kualitas Berpikir Murid Jeblok: Jadi Plagiat, Nyontek Karya Orang

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:46 WIB

Koma Diduga Dianiaya Siswa Lain, Pengacara Korban Curiga Klaim MA As-Syafi'iyah Tebet soal CCTV Rusak

Koma Diduga Dianiaya Siswa Lain, Pengacara Korban Curiga Klaim MA As-Syafi'iyah Tebet soal CCTV Rusak

News | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 17:21 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×