Imbas Kurikulum Merdeka Nadiem Makarim, FSGI Sebut Kualitas Berpikir Murid Jeblok: Jadi Plagiat, Nyontek Karya Orang

Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:46 WIB
Imbas Kurikulum Merdeka Nadiem Makarim, FSGI Sebut Kualitas Berpikir Murid Jeblok: Jadi Plagiat, Nyontek Karya Orang
Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim. (Antara)

Suara.com - Kurikulum merdeka belajar jadi salah satu produk pendidikan yang dihasilkan Nadiem Makarim selama menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud). Selama pelaksanaannya sejak 2021, kurikulum tersebut dikritik justru menurunkan kualitas para siswa.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti karakter para siswa yang selama pembelajaran sangat mengandalkan teknologi. Sekjen FSGI Heru Purnomo menyampaikan, digitalisasi dalam pendidikan memang penting dilakukan. 

Namun, dalam penggunaan teknologi itu diperlukan juga penanaman sikap dan cara berpikir kritis agar tidak disalahgunakan.

"Kenyataannya banyak sekali siswa ketika menggunakan digitalisasi dalam pembelajaran berbasis aplikasi, ketika mereka itu diajak untuk membuat sesuatu, bercerita, menuliskan sesuatu, mereka dengan cepat mengerjakan itu. Tapi ternyata cepat mengerjakan karena ada platform digital, enggak tahunya plagiator, karena nyontek banyak karya orang," ungkap Heru kepada Suara.com saat dihubungi pada Selasa (15/10/2024).

Para siswa dengan mudahnya menyalin jawaban dari internet dengan menncntek hasil karya maupun tulisan ilmiah di berbagai platform media. Namun saat diuji, kata Heru, para siswa justru tidak tahu mengenai apa yang tengah dikerjakan tersebut.

Atas dasar tersebut, penerapan kurikulum merdeka berbasis digitalisasi dinilai perlu ada perbaikan.

Sosialisasi Pemilihan Mata Pelajaran Pada Kurikulum Merdeka. Sabtu, 25 Mei 2024. (Dokumentasi/ Nurwahidah, S.Pd., M.Pd)
Sosialisasi Pemilihan Mata Pelajaran Pada Kurikulum Merdeka. Sabtu, 25 Mei 2024. (Dokumentasi/ Nurwahidah, S.Pd., M.Pd)

"Ini merugikan dalam menumbuhkan keterampilan berpikir dan bersikap tentu saja. Harapan kami dari FSGI ini perlu diperbaiki. Jangan sampai dengan adanya digitalisasi pendidikan kemudian menimbulkan banyak kebohongan peserta didik, sehingga tidak menimbulkan integritas sebagai pelajar," ujar Heru.

Di sisi lain, Heru juga memaklumi kekhawatiran masyarakat tentang pergantian kurikulum setiap kali berganti menteri pendidikan.

Menurutnya, publik juga perlu menyadari bahwa pergantian sistem pengajaran itu sebenarnya bertujuan untuk lakukan perbaikan. 

Baca Juga: Dinilai Paham Kelemahan Pendidikan Indonesia, Abdul Mu'ti Mampu Bereskan PR Era Nadiem Makarim?

Dia mencontohkan, Kurikulum merdeka belajar pada dasarnya untuk memperbaiki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2013 yang dianggap terlalu padat. Kemudian disempurnakan dengan meringkas dalam kurikulum merdeka.

Hanya saja, dalam pelaksanaannya dengan penggunaan aplikasi dalam sistem pengajaran ternyata belum memberikan hasil positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI