Kolombia Pecahkan Rekor Dunia, Produksi Kokain Hingga 2.600 Ton di Tahun 2023

Bella Suara.Com
Minggu, 20 Oktober 2024 | 05:10 WIB
Kolombia Pecahkan Rekor Dunia, Produksi Kokain Hingga 2.600 Ton di Tahun 2023
Peta dan Bendera Kolombia (Unsplash.com/MarkRubens)

Suara.com - Kolombia, negara eksportir kokain terbesar di dunia, memecahkan rekor baru dalam produksi kokain dan budidaya daun koka pada tahun 2023.

Menurut laporan terbaru dari PBB yang dirilis Jumat lalu, produksi kokain di negara tersebut meningkat tajam, sementara luas lahan budidaya daun koka juga mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan laporan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), budidaya daun koka meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2022, sedangkan produksi kokain melonjak 53 persen, dari 1.738 ton menjadi 2.600 ton. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak PBB mulai melakukan pemantauan pada tahun 2001. Sebagian besar kokain asal Kolombia ini dikirim ke Amerika Serikat dan Eropa.

Ilustrasi kokain. (Shutterstock)
Ilustrasi kokain. (Shutterstock)

Saat ini, budidaya daun koka di Kolombia mencakup area seluas 253.000 hektare (625.100 acre), dengan peningkatan yang signifikan di beberapa wilayah, terutama sejak tahun 2014 meskipun ada kampanye anti-narkoba yang didukung Amerika Serikat dan telah menghabiskan dana jutaan dolar.

Dua wilayah utama yang mengalami peningkatan terbesar dalam budidaya daun koka pada tahun 2023 adalah departemen Cauca dan Nariño. Kedua wilayah ini merupakan basis kelompok-kelompok pemberontak yang muncul setelah pembubaran tentara gerilya FARC pada tahun 2017.

Kelompok-kelompok ini diduga masih terlibat dalam perdagangan narkoba, yang berkontribusi pada peningkatan produksi kokain di negara tersebut.

Lebih lanjut, sekitar 20 persen dari total area budidaya daun koka di Kolombia berada di tanah yang dimiliki oleh komunitas keturunan Afrika, 10 persen di wilayah cadangan adat, dan 18 persen di kawasan hutan lindung. Data ini menunjukkan bagaimana budidaya koka telah menyebar ke berbagai wilayah, termasuk yang dilindungi secara hukum.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, yang merupakan presiden sayap kiri pertama di negara tersebut, mengkritik kebijakan anti-narkoba yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Petro menuduh bahwa pendekatan yang berfokus pada "represi" telah menyebabkan apa yang dia sebut sebagai "genosida" bagi rakyat Amerika Latin.

Menurut Petro, kebijakan ini gagal dalam aspek pencegahan dan kesehatan publik, yang seharusnya menjadi prioritas dalam mengatasi masalah narkoba.

Baca Juga: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata? Pelapor PBB: Gaza di Ambang Bencana

Sementara itu, dalam upaya untuk mengalihkan perhatian dari isu produksi kokain, kota Cali di Kolombia akan menjadi tuan rumah KTT global tentang keanekaragaman hayati (COP16) selama dua minggu mulai Senin ini.

Acara ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi Kolombia untuk menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan, meskipun di sisi lain negara ini masih menghadapi tantangan besar terkait perdagangan narkoba yang terus tumbuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI