Tentara Israel Dilanda Kelelahan, Pemerintah Kesulitan Merekrut Pasukan yang Baru

Bella | Suara.com

Kamis, 31 Oktober 2024 | 05:10 WIB
Tentara Israel Dilanda Kelelahan, Pemerintah Kesulitan Merekrut Pasukan yang Baru
Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)

Suara.com - Setahun lebih sejak perang di Gaza dimulai, tentara cadangan Israel menghadapi kelelahan ekstrem dan tekanan berat akibat panggilan tugas berulang. Di tengah upaya membuka front baru di Lebanon, militer Israel tengah berjuang merekrut personel tambahan yang dibutuhkan di kedua wilayah pertempuran.

Militer Israel telah memanggil sekitar 300.000 tentara cadangan sejak 7 Oktober 2023, dan 18 persen dari mereka adalah pria berusia di atas 40 tahun yang sebenarnya berhak atas pengecualian. Sejak ofensif darat di Gaza dimulai pada 27 Oktober tahun lalu, tentara Israel telah kehilangan 367 personel di Gaza, sementara 37 lainnya gugur di Lebanon sejak Israel mulai beroperasi di sana pada 30 September.

Banyak tentara cadangan mengeluhkan masa dinas yang diperpanjang, memaksa mereka meninggalkan kehidupan sehari-hari hingga enam bulan penuh.

Tentara Israel berjaga-jaga di dekat Masjid Kubbah Shakhrah di Kompleks Masjid Al-Aqsha. [Antara/Anadolu]
Tentara Israel berjaga-jaga di dekat Masjid Kubbah Shakhrah di Kompleks Masjid Al-Aqsha. [Antara/Anadolu]

“Kami tenggelam,” ujar Ariel Seri-Levy, seorang tentara cadangan yang kisahnya viral di media sosial.

Seri-Levy mengungkapkan bahwa ia telah dipanggil empat kali sejak serangan awal bulan Oktober lalu.

“Kita harus mengakhiri perang ini karena kita sudah kehabisan tentara,” serunya, menegaskan meskipun ia masih berkomitmen untuk membela negaranya, pengorbanan yang dibebankan kini terlalu besar.

Seorang tentara cadangan lain yang enggan disebut namanya mengaku mengalami kelelahan moral yang mendalam setelah kehilangan pekerjaannya akibat perang.

“Kolektif memang masih di atas kepentingan pribadi, tapi biayanya terlalu besar untuk keluarga saya,” ujarnya. Beberapa pekerja lepas bahkan terpaksa menutup usaha mereka meskipun pemerintah Israel menjamin pendapatan minimum bagi tentara cadangan.

Perdebatan Hangat Tentang Wajib Militer Bagi Ultra-Ortodoks

Di tengah konflik ini, perdebatan publik mengenai wajib militer bagi komunitas ultra-ortodoks kembali memanas. Kelompok ultra-ortodoks, yang mencakup 14 persen dari populasi Yahudi Israel, secara historis dibebaskan dari wajib militer jika mereka mengabdikan hidupnya untuk studi agama. Jumlah mereka yang berusia wajib militer dan mendapat pengecualian ini mencapai sekitar 66.000 orang.

Namun, Mahkamah Agung Israel pada Juni lalu memerintahkan agar siswa seminari (yeshiva) ultra-ortodoks juga menjalani wajib militer, dengan alasan bahwa pengecualian ini memerlukan kerangka hukum yang memadai. Partai-partai politik ultra-ortodoks dalam koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mendesak adanya landasan hukum yang memungkinkan pengecualian bagi komunitas mereka.

Pemimpin partai Shas, Aryeh Deri, menyatakan harapannya agar masalah wajib militer ini dapat diselesaikan sebelum pengesahan anggaran di akhir tahun.

Seruan untuk Mengurangi Beban Tentara

Di sisi lain, sekitar 2.000 istri tentara cadangan dari gerakan Zionis religius menandatangani surat terbuka yang meminta pemerintah untuk mengurangi beban bagi mereka yang melayani. Tehila Elitzur, akademisi dan istri seorang tentara cadangan, menyampaikan pandangannya kepada Yediot Aharonot bahwa “studi agama dan layanan militer dapat berjalan beriringan.”

Polisi menggunakan meriam air saat warga Israel memprotes Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Israel, Sabtu (18/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/ Ammar Awad/foc/djo (REUTERS/AMMAR AWAD)
Polisi menggunakan meriam air saat warga Israel memprotes Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Israel, Sabtu (18/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/ Ammar Awad/foc/djo (REUTERS/AMMAR AWAD)

Bahkan, sejumlah orang yang memenuhi syarat pengecualian memilih tetap bertugas, dan enam dari mereka gugur dalam pertempuran antara 22 hingga 28 Oktober lalu. David Zenou, seorang rabi berusia 52 tahun yang telah bertugas selama 250 hari tahun ini termasuk di Lebanon, menegaskan, “Ini adalah kehormatan untuk melayani negara saya, dan saya akan melanjutkannya selama saya mampu. Jangan lupa, ini adalah perang dan kami kekurangan tentara.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turki Pimpin Koalisi Global Stop Pasokan Senjata ke Israel

Turki Pimpin Koalisi Global Stop Pasokan Senjata ke Israel

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 16:35 WIB

Israel Serang Iran: Timur Tengah di Titik Paling Berbahaya Dalam Beberapa Dekade

Israel Serang Iran: Timur Tengah di Titik Paling Berbahaya Dalam Beberapa Dekade

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 16:17 WIB

Dramatis! Delegasi Eropa Diserang Gas Air Mata Saat Petik Zaitun di Tepi Barat

Dramatis! Delegasi Eropa Diserang Gas Air Mata Saat Petik Zaitun di Tepi Barat

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 15:42 WIB

Ribuan Warga Palestina di Gaza Hadapi Eksekusi Massal, PBB Ungkap Alasannya

Ribuan Warga Palestina di Gaza Hadapi Eksekusi Massal, PBB Ungkap Alasannya

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 15:22 WIB

AS Desak Israel Jelaskan Serangan Gaza yang Tewaskan Puluhan Anak

AS Desak Israel Jelaskan Serangan Gaza yang Tewaskan Puluhan Anak

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 13:57 WIB

Israel Ancam Balas Serangan Iran Lebih Dahsyat: Kami Tahu Cara Menyerang Mereka dengan Sangat Keras!

Israel Ancam Balas Serangan Iran Lebih Dahsyat: Kami Tahu Cara Menyerang Mereka dengan Sangat Keras!

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 13:42 WIB

Israel Ancam "Serangan Sangat Keras" jika Iran Balas Dendam Lagi

Israel Ancam "Serangan Sangat Keras" jika Iran Balas Dendam Lagi

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 15:05 WIB

Serangan Roket Israel di Lebanon, 8 Anggota UNIFIL Austria Terluka

Serangan Roket Israel di Lebanon, 8 Anggota UNIFIL Austria Terluka

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 12:04 WIB

Houthi Yaman Serang Tiga Kapal di Laut Merah dan Laut Arab, Tuntut Blokade Laut Terhadap Israel

Houthi Yaman Serang Tiga Kapal di Laut Merah dan Laut Arab, Tuntut Blokade Laut Terhadap Israel

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 09:22 WIB

Standar Ganda ICC? 5 Bulan Tunda Surat Perintah Penangkapan Netanyahu, Sementara Putin Hanya Butuh 24 Hari!

Standar Ganda ICC? 5 Bulan Tunda Surat Perintah Penangkapan Netanyahu, Sementara Putin Hanya Butuh 24 Hari!

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 04:30 WIB

Terkini

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:00 WIB

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:48 WIB

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:56 WIB

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:53 WIB

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:49 WIB

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:46 WIB

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:40 WIB

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB