Anggota Parlemen Ukraina Ngaku Muak dengan Kata Eskalasi: Kami Sudah Kenyang dengan Propaganda Ini

Bella | Suara.com

Selasa, 19 November 2024 | 12:09 WIB
Anggota Parlemen Ukraina Ngaku Muak dengan Kata Eskalasi: Kami Sudah Kenyang dengan Propaganda Ini
Ilustrasi tentara Ukraina. (Foto: AFP)

Suara.com - Ancaman terbaru dari Rusia, yang disampaikan oleh mantan penasihat Putin, Sergey Markov, mengenai izin Amerika Serikat bagi Ukraina untuk menembakkan rudal jarak jauh ke Rusia, mendapat tanggapan tajam dari Ukraina. Anggota parlemen Ukraina, Andrii Osadchuk, dengan tegas menolak ancaman itu, menyebutnya sebagai propaganda yang sudah sering didengar.

“Kami sudah kenyang dengan propaganda ini,” ungkap Osadchuk saat berbicara dengan Sky News' The World.

“Mengancam dunia luar mungkin merupakan keahlian Kremlin yang paling terasah,” tambahnya.

Patroli tentara Rusia di Mariupol Ukraina. (Foto: AFP)
Patroli tentara Rusia di Mariupol Ukraina. (Foto: AFP)

Osadchuk merinci serangkaian ancaman serupa yang pernah dibuat oleh Rusia. Mulai dari ancaman ketika sekutu Ukraina memutuskan untuk memasok peluncur roket ganda pada musim panas 2022, hingga saat mereka mengirimkan tank tempur pada Februari 2023, dan jet tempur F-16 di tahun ini.

"Rusia terus menyanyikan lagu yang sama soal rudal jarak jauh," katanya, meremehkan ancaman itu.

Menurutnya, rudal yang dimaksud bahkan tidak benar-benar dianggap sebagai rudal jarak jauh. Dengan jarak tembak maksimum hanya 300 kilometer, rudal-rudal ini masih jauh lebih terbatas dibandingkan dengan kemampuan serangan Rusia. Bahkan, Ukraina telah menggunakan roket Storm Shadow Inggris terhadap Krimea yang diduduki berkali-kali, dan Rusia tetap menganggap Krimea sebagai wilayah mereka.

"Kami muak dengan kata 'eskalasi'," tegas Osadchuk.

“Keputusan ini sudah sangat terlambat. Seharusnya dilakukan dua tahun lalu.” lanjutnya.

Ia menyoroti ketidakadilan besar yang dihadapi Ukraina selama 1.000 hari invasi, di mana perbedaan jarak serangan membuat situasi menjadi sangat asimetris.

“Rusia dapat menyerang dari ribuan kilometer, sementara Ukraina hanya dapat membalas dalam jarak yang sangat terbatas, sekitar 100 kilometer,” jelasnya.

Setiap hari, Ukraina harus menghadapi serangan mematikan yang merenggut nyawa warga sipil dan personel militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Dikecam Inggris Setelah Veto Resolusi Gencatan Senjata Sudan di PBB

Rusia Dikecam Inggris Setelah Veto Resolusi Gencatan Senjata Sudan di PBB

News | Selasa, 19 November 2024 | 10:10 WIB

Jerman Kirim 4.000 Pesawat Serang Tanpa Awak ke Ukraina

Jerman Kirim 4.000 Pesawat Serang Tanpa Awak ke Ukraina

News | Selasa, 19 November 2024 | 04:10 WIB

Rusia-Ukraina Memanas, Kim Jong Un Langsung Desak Pasukannya untuk Siap Tempur

Rusia-Ukraina Memanas, Kim Jong Un Langsung Desak Pasukannya untuk Siap Tempur

News | Senin, 18 November 2024 | 20:58 WIB

AS Izinkan Ukraina Gunakan Rudal Jarak Jauh di Rusia: Eskalasi Konflik atau Langkah Strategis?

AS Izinkan Ukraina Gunakan Rudal Jarak Jauh di Rusia: Eskalasi Konflik atau Langkah Strategis?

News | Selasa, 19 November 2024 | 04:55 WIB

AS Izinkan Rudal Ukraina Hantam Rusia, Kremlin: Kami Akan Ambil Keputusan!

AS Izinkan Rudal Ukraina Hantam Rusia, Kremlin: Kami Akan Ambil Keputusan!

News | Senin, 18 November 2024 | 19:03 WIB

Prancis dan Jerman Dukung Ukraina untuk Serang Rusia Pakai Rudal Amerika

Prancis dan Jerman Dukung Ukraina untuk Serang Rusia Pakai Rudal Amerika

News | Senin, 18 November 2024 | 18:49 WIB

Biden Berjudi dengan Perang Dunia III? Rusia Kecam Keputusan AS Soal Senjata Ukraina

Biden Berjudi dengan Perang Dunia III? Rusia Kecam Keputusan AS Soal Senjata Ukraina

News | Senin, 18 November 2024 | 17:16 WIB

Serangan Gabungan Rusia Hantam Infrastruktur Energi di Seluruh Ukraina

Serangan Gabungan Rusia Hantam Infrastruktur Energi di Seluruh Ukraina

News | Senin, 18 November 2024 | 09:31 WIB

Biden Izinkan Ukraina Luncurkan Serangan ke Wilayah Rusia dengan Rudal AS

Biden Izinkan Ukraina Luncurkan Serangan ke Wilayah Rusia dengan Rudal AS

News | Senin, 18 November 2024 | 08:40 WIB

Komandan Pasukan Khusus Ukraina Ditangkap, Diduga Bocorkan Rencana Operasi ke Rusia

Komandan Pasukan Khusus Ukraina Ditangkap, Diduga Bocorkan Rencana Operasi ke Rusia

News | Jum'at, 15 November 2024 | 20:35 WIB

Terkini

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB