Silsilah Keluarga Rohidin Mersyah: Anak Petani Bergelar Rajo Agung II, Gubernur Bengkulu Kena OTT KPK Jelang Pilkada!

Riki Chandra

Senin, 25 November 2024 | 16:05 WIB
Silsilah Keluarga Rohidin Mersyah: Anak Petani Bergelar Rajo Agung II, Gubernur Bengkulu Kena OTT KPK Jelang Pilkada!
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, [Dok.Istimewa]

Suara.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu malam (23/11/2024) dan kini ia telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Rohidin, OTT ini juga menjaring sejumlah pejabat Pemprov Bengkulu, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) IF, Karo Kesra FEP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan S, Kepala Dinas Pendidikan S, Kepala Dinas PUPR TS, Kepala Disnaker S, serta Ajudan Gubernur E.

KPK menduga penangkapan ini terkait kasus suap dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Bengkulu. Barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 7 miliar turut diamankan. Penangkapan ini mengejutkan masyarakat karena berlangsung hanya tiga hari sebelum Pilkada Serentak 2024.

Sosok dan Asal Rohidin Mersyah

Rohidin Mersyah dianugerahi gelar Rajo Agung II oleh Rajo Karang Neo Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, serta menerima tanda kehormatan dari Kesultanan Mukomuko. Penganugerahan dilakukan dalam acara Pertemuan Raja-Raja Nusantara Sidang Mufakat Rajo Penghulu di Balai Semarak, Kota Bengkulu, pada Selasa (29/11/2017).

Gelar Raja Agung II disematkan langsung oleh Rajo Karang Neo Lebong, Rosjonsyah, dengan prosesi pemasangan selempang kerajaan, keris, dan tongkat kebesaran. Sementara itu, tanda kehormatan dari Kesultanan Mukomuko diserahkan oleh Sultan Mahkota Maharaja Sakti.

Rohidin Mersyah lahir di Manna, Bengkulu Selatan pada 9 Januari 1970. Menjadi anak kelima dari 11 bersaudara, dia tumbuh dalam keluarga sederhana yang sangat menekankan pentingnya pendidikan.

Ayah dan ibunya, meski berasal dari latar belakang petani dan tidak terdidik, selalu mendorong anak-anak mereka untuk mengutamakan ilmu sebagai kunci untuk perubahan hidup.

Sejak kecil, Rohidin sudah menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah atas di Bengkulu Selatan, ia melanjutkan studi ke Yogyakarta dan diterima di Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Rohidin tidak hanya lulus sebagai lulusan terbaik, tetapi juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Keaktifannya di Muhammadiyah dan perannya sebagai Ketua Senat Fakultas Kedokteran Hewan UGM membentuk karakter kepemimpinannya yang matang.

Langkah Awal Karier di Pemerintahan

Setelah meraih gelar dokter hewan, Rohidin memilih kembali ke tanah kelahirannya dan memulai karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kariernya berkembang pesat, mulai dari Kepala Pos Kesehatan Hewan di Dinas Peternakan hingga menduduki jabatan strategis seperti Kepala Bidang Ekonomi di Bappeda Bengkulu Selatan.

Namun, Rohidin tidak berhenti hanya pada prestasi di dunia birokrasi. Ia melanjutkan pendidikan dengan mengambil magister Manajemen Agribisnis di IPB, dan kemudian memperoleh gelar doktor dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Semangat untuk terus belajar dan berkontribusi mendorongnya untuk mengajar di Universitas Negeri Bengkulu.

Jadi Gubernur Bengkulu

Rohidin Mersyah memulai perjalanan politiknya dengan terpilih sebagai Wakil Bupati Bengkulu Selatan pada 2010. Keberhasilannya di tingkat kabupaten membuka jalan baginya untuk melangkah lebih jauh di tingkat provinsi.

Pada 2015, ia maju sebagai calon Wakil Gubernur Bengkulu mendampingi Ridwan Mukti. Pasangan ini memenangkan Pilkada 2015, namun karier politiknya mendapat ujian berat setelah Gubernur Ridwan Mukti terjerat kasus hukum.

Dalam situasi tersebut, Rohidin ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu pada 2017, dan setahun kemudian resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur Bengkulu.

Pada Pilgub 2020, Rohidin kembali meraih kemenangan bersama pasangannya Rosjonsyah, melanjutkan kepemimpinan yang telah memberikan banyak perubahan bagi Bengkulu. Di bawah kepemimpinan Rohidin, Bengkulu mulai menunjukkan kemajuan pesat, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur, ekonomi, dan olahraga.

Salah satu kunci keberhasilan Rohidin Mersyah adalah dukungan kuat dari keluarganya. Meski berasal dari keluarga petani dengan latar belakang pendidikan yang terbatas, orang tuanya selalu memberikan semangat dan dorongan untuk mengejar cita-cita setinggi mungkin. Keluarganya menjadi sumber inspirasi dan motivasi utama dalam setiap langkah yang diambilnya.

Selain itu, Rohidin juga sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan yang ditanamkan dalam tradisi lokal masyarakat Bengkulu Selatan, di mana kerjasama dan gotong royong menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Kasus Pemerasan Gubernur Bengkulu

KPK resmi menetapkan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, sebagai tersangka dalam kasus pemerasan dan gratifikasi. Rohidin diduga meminta dana dari anak buahnya untuk membiayai pencalonannya kembali dalam Pilkada Serentak 2024.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan bahwa Rohidin mulai meminta dukungan dana sejak Juli 2024. "Saudara RM membutuhkan dukungan berupa dana dan penanggung jawab wilayah untuk pemilihan Gubernur Bengkulu," ujar Alex, dikutip dari Antara, Minggu (24/11/2024).

Menindaklanjuti permintaan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Isnan Fajri mengumpulkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala biro pada September-Oktober 2024. Mereka diminta mendukung program Rohidin.

Sejumlah pejabat Pemprov Bengkulu kemudian memberikan dana. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu, Syafriandi, menyerahkan Rp200 juta melalui ajudan gubernur untuk mempertahankan jabatannya.

Kepala Dinas PUPR Bengkulu, Tejo Suroso, memberikan Rp500 juta yang diperoleh dari pemotongan anggaran ATK, SPPD, dan tunjangan pegawai.

Dana terbesar disetor oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu, Saidirman, sebesar Rp2,9 miliar. Permintaan tersebut bahkan mencakup pencairan honor pegawai tidak tetap dan guru tidak tetap sebelum 27 November 2024.

Selain itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Bengkulu, Ferry Ernest Parera, menyerahkan Rp1,4 miliar yang dikumpulkan dari satuan kerja.

KPK yang menerima laporan pemerasan ini langsung melakukan investigasi. Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan pada Sabtu (23/11/2024), yang menangkap delapan orang, termasuk Rohidin, Sekda Bengkulu Isnan Fajri, dan ajudan Gubernur, Evrianshah alias Anca.

Setelah pemeriksaan intensif, KPK menetapkan tiga tersangka: Rohidin Mersyah, Isnan Fajri, dan Evrianshah. Ketiganya ditahan selama 20 hari di Rutan cabang KPK.

Rohidin dijerat dengan Pasal 12 huruf e dan Pasal 12B dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total

Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bukan yang di Foto Viral, Ini Rincian Asli Uang Rupiah-Valas yang Disita KPK di Rumah Silmy Karim

Bukan yang di Foto Viral, Ini Rincian Asli Uang Rupiah-Valas yang Disita KPK di Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:38 WIB

BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap

BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:43 WIB

Saya Hanya Pelaksana: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Klaim Tak Terima Uang Suap

Saya Hanya Pelaksana: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Klaim Tak Terima Uang Suap

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:59 WIB

Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK

Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:51 WIB

Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen

Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:35 WIB

Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim

Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:07 WIB

Rincian Jatah Korupsi di Muara Enim: Bupati 5 Persen, Kadis 3 Persen, Sisanya Buat PPK

Rincian Jatah Korupsi di Muara Enim: Bupati 5 Persen, Kadis 3 Persen, Sisanya Buat PPK

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:31 WIB

Usai OTT, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK dalam Kasus Suap Proyek

Usai OTT, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK dalam Kasus Suap Proyek

Foto | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:44 WIB

Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:51 WIB

Terkini

3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit

3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:40 WIB

Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir

Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya

Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:27 WIB

Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka

Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:21 WIB

Polisi Bongkar Bisnis Ilegal Airgun di Tanjung Priok, Pria 28 Tahun Ditangkap

Polisi Bongkar Bisnis Ilegal Airgun di Tanjung Priok, Pria 28 Tahun Ditangkap

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:18 WIB

Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi

Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:15 WIB

TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu

TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'

KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:00 WIB

Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287  Warga Asing

Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:47 WIB

Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!

Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:44 WIB