Bayangan Kudeta di Korea Selatan: Peringatan Keras untuk Era Trump Kedua?

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 04 Desember 2024 | 12:44 WIB
Bayangan Kudeta di Korea Selatan: Peringatan Keras untuk Era Trump Kedua?
Donald Trump saat berkampanye di hadapan para pendukungnya. (Instagram/@realdonaldtrump)

Suara.com - Meskipun situasi yang memburuk di Korea Selatan mungkin tampak seperti dunia yang jauh, Washington harus memperhatikan dengan seksama.

Rencana yang gagal untuk mengonsolidasikan kekuasaan oleh "presiden otoriter sayap kanan" negara itu memberikan peringatan keras bagi warga Amerika saat Presiden terpilih Donald Trump mempersiapkan diri untuk kembali ke Gedung Putih, menurut seorang analis politik yang membandingkan kualitas kedua pemimpin dunia tersebut dengan detail yang mengejutkan.

"Dan meskipun Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol tidak berhasil dengan rencananya yang mengejutkan untuk merebut kekuasaan dan memberlakukan darurat militer, bahkan upaya yang gagal dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi masyarakat yang demokratis," tulis Brian Klaas, seorang profesor madya dalam politik global di University College London, untuk The Atlantic pada hari Selasa.

"Upaya Presiden Yoon yang tampaknya gagal untuk mengonsolidasikan kekuasaan di bawah darurat militer adalah kisah peringatan bagi Washington menjelang pemerintahan Trump yang kedua," kata Klaas. "Terkadang, para otoriter yang tidak kompeten mengacaukan rencana untuk merebut kekuasaan. Mereka tetap merusak lembaga dan norma demokrasi dalam prosesnya." Klaas terus membangun argumennya dengan menulis bahwa Yoon mengklaim darurat militer diperlukan di negaranya untuk menghentikan 'kekuatan anti-negara yang merampas kebebasan dan kebahagiaan rakyat kita,' setelah mengeluarkan pernyataan di mana ia menyebut Majelis Nasional negara itu sebagai 'sarang penjahat' dan mengklaim bahwa hal itu merusak pemerintahan.

Namun protes pun terjadi dan tidak lama kemudian para anggota parlemen memberikan suara bulat untuk membatalkan deklarasi darurat militer.

"Salah satu prinsip inti pemerintahan demokratis adalah pemerintahan sipil, yang menetapkan bahwa militer menyediakan keamanan tetapi tidak memiliki peran dalam pemerintahan politik," tulis Klaas. "Demokrasi runtuh ketika penghalang itu disingkirkan, seperti ketika kudeta terjadi. Namun, bahkan kudeta yang gagal atau upaya yang gagal untuk melaksanakan darurat militer dapat menghancurkan penghalang sipil-militer."

Ia menambahkan upaya kudeta tersebut merupakan pengingat bahwa satu orang, politisi yang haus kekuasaan atau jenderal yang mementingkan diri sendiri, dapat menghancurkan kemajuan selama puluhan tahun dalam sekejap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat Militer Korea Selatan: Pengertian, Sejarah dan Pemicunya

Darurat Militer Korea Selatan: Pengertian, Sejarah dan Pemicunya

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 12:24 WIB

Partai Demokrat Desak Yoon Suk yeol Mundur

Partai Demokrat Desak Yoon Suk yeol Mundur

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 12:16 WIB

Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden

Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:40 WIB

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Bola | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:23 WIB

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:22 WIB

ATM Sepi dan Nilai Tukar Won Ambles Imbas Darurat Militer Korea Selatan

ATM Sepi dan Nilai Tukar Won Ambles Imbas Darurat Militer Korea Selatan

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 12:05 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB