Belajar Coding dan AI Sejak SD, Beban Baru atau Loncatan Prestasi?

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Senin, 09 Desember 2024 | 11:52 WIB
Belajar Coding dan AI Sejak SD, Beban Baru atau Loncatan Prestasi?
Ilustrasi coding buat anak. (Istimewa)

Salah satu target sasaran pembelajaran coding yang direncanakan pemerintah akan dimulai sejak sekolah dasar (SD), terhitung mulai kelas 4 hingga kelas 6 dan selanjutnya akan terus diajarkan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)

Bagi sejumlah sekolah menengah, pembelajaran AI dan coding sudah lebih dulu ada, terutama di sekolah swasta. Tentunya bagi orangtua murid yang anaknya diajarkan AI dan Coding di sekolah bukan menjadi 'barang baru'.

"Nggak apa-apa dikasih pelajaran coding, selagi itu bermanfaat buat murid dan memang sudah zamannya sekarang anak-anak belajar coding. Karena di sekolah anak saya pun sudah ada pelajaran coding," ujar Warga Bekasi, Desi, yang anaknya kini duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), kepada Suara.com.

Desi tergolong dari kalangan mampu, lantaran sang anak bersekolah di sekolah swasta, SMP Islam Terpadu di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Selama mendapat pembelajaran coding dan AI, Desi menilai tidak ada kesulitan berarti bagi anaknya yang menjalani. Bahkan, fasilitas komputer untuk mengerjakan coding juga telah disediakan oleh sekolah.

Namun, Desi mengakui keberadaan pelajaran coding dan AI tersebut membuatnya harus merogoh kocek lebih dalam untuk membiayainya, bahkan lebih mahal dibandingkan SMP lain.

Berbeda dengan siswa SMP, pelajaran coding dan AI tampaknya masih asing bagi siswa SD. Hal tersebut diungkapkan Siswa Kelas 4 SDN 1 Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Malang, Wahyu.

Saat ditanya soal coding, Wahyu tidak memahaminya. Pun serupa dengan yang disampaikan Siswa Kelas 6 sekolah yang sama, Sita. Berbeda dengan Wahyu dan Sita, pelajar kelas 4 SDN 1 Malangsuko, Birli tampaknya lebih akrab dengan konsep coding.

"Tahu, pemrograman komputer, dapat membuat aplikasi games, membuat animasi," jawab Birli.

Kesadaran siswa mengenai coding rupanya turut memengaruhi minat mereka untuk belajar hal tersebut. Saat ditanya kemungkinan mereka ingin mengikuti pelajaran coding apabila diadakan di sekolah, jawaban mereka pun menjadi bervariasi.

Wahyu dan Sita yang sama-sama mengaku belum tahu tentang coding kembali punya jawaban serupa dengan tidak tertarik untuk belajar materi tersebut.

"Sulit," jawab Wahyu saat ditanya alasannya tidak tertarik.

Sementara itu, Birli yang sebelumnya mengaku sudah tahu tentang materi pemprograman komputer tersebut menyatakan berminat untuk belajar lebih banyak tentang coding. Siswa kelas 4 SD itu mengaku kalau dirinya memang punya kegemaran bermain games lewat komputer.

Sejumlah murid TK dan SD mengikuti acara Mendongeng Bersama 1001 Anak di Stasiun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2022). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Sejumlah murid TK dan SD mengikuti acara Mendongeng Bersama 1001 Anak di Stasiun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2022). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Pendidikan Karakter Lebih Penting

Sementara suara lain datang dari Koordinator nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matarji. Ia mengemukakan bahwa memasukan pelajaran tambahan coding dan AI belum perlu dilakukan.

Ia menilai tidak melihat adanya urgensi kualitas siswa di Indonesia saat ini, sebab masih ditemukan pelajar yang kurang dalam pelajaran dasar seperti membaca dan berhitung.

"Kalau diberlakukan di seluruh sekolah ya pasti akan menimbulkan bencana baru di dunia pendidikan. Siswa kita ini membaca dan berhitung saja nggak bisa, mutunya terburuk di dunia. Lha kok diajarin coding? Ya aneh tapi nyata," kata Ubaid.

Namun, ia tidak memasalahkan bila pemerintah turut memasukan pelajaran coding dan AI dalan kurikulum. Hanya saja, Ubaid menyarankan pelajaran tersebut tidak perlu diberikan sejak SD. Karena dinilai siswa SD belum terlalu memerlukan pelajaran tersebut.

"Tidak perlu diajarkan dari jenjang SD, terlalu dini dan nggak ada relevansinya. Mininal bisa diterapkan di jenjang menengah, jadi bukan di jenjang dasar," katanya.

Dari pada pelajaran coding, pemerintah disarankan sebaiknya buat penekanan pembelajaran mengenai penguatan karakter, numerasi, dan sains untuk para siswa di sekolah dasar.

Ubaid menyampaikan, hal-hal tersebut saat ini lebih penting dibangun sejak dini untuk memastikan sumber daya manusia juga berkualitas secara perilaku dan tindakannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekerasan Seksual dengan AI Telah Marak, SafeNet Soroti Masih Ada Polisi 'Gaptek': Gak Tahu Chat Bisa Dimanipulasi

Kekerasan Seksual dengan AI Telah Marak, SafeNet Soroti Masih Ada Polisi 'Gaptek': Gak Tahu Chat Bisa Dimanipulasi

News | Minggu, 08 Desember 2024 | 19:15 WIB

Jawaban Lugu Siswa SD Soal Pelajaran Coding: Ada yang Berminat, Ada yang Nggak

Jawaban Lugu Siswa SD Soal Pelajaran Coding: Ada yang Berminat, Ada yang Nggak

News | Senin, 18 November 2024 | 12:21 WIB

Tak Masalah Coding Diajarkan Sejak SD, Tapi Orang Tua Khawatir Biaya Sekolah Makin Mahal

Tak Masalah Coding Diajarkan Sejak SD, Tapi Orang Tua Khawatir Biaya Sekolah Makin Mahal

News | Rabu, 13 November 2024 | 18:24 WIB

Terkini

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:47 WIB

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:31 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:22 WIB

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:12 WIB

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:00 WIB

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:42 WIB

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:21 WIB

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:14 WIB