75 Perempuan Berlatih Seni Bertahan Hidup di Gunung Cakrabuana di Women Jungle Survival Course Eiger 2024

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 11 Desember 2024 | 10:43 WIB
75 Perempuan Berlatih Seni Bertahan Hidup di Gunung Cakrabuana di Women Jungle Survival Course Eiger 2024
Berlatih seni bertahan hidup di Gunung Cakrabuana. (Dok: Eiger)

Suara.com - Awan mendung menggelayut di atas langit Tasikmalaya, tak menyurutkan langkah 75 orang perempuan yang berasal dari berbagai latar belakang, usia dan suku bangsa ini. Langkah mereka paten, berjalan beriringan di bawah naungan pepohonan. Jalur yang mereka lalui adalah pintu masuk menuju Kawasan Gunung Cakrabuana, Kampung Cibunar, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Hari itu, Jumat (6/12/2024) total sebanyak 75 orang perempuan mulai berdatangan dan saling berkenalan satu sama lain. Selama enam hari berikutnya, Gunung Cakrabuana bakal menjadi rumah, juga medan berlatih bagi mereka, pada gelaran Women Jungle Survival Course (WJSC) 2024.

Sebuah event yang diselenggarakan oleh EigerTropical Adventure, dirancang secara eksklusif untuk melatih dan mengasah seni bertahan hidup di alam bebas, khususnya bagi perempuan.

Acara dibuka dengan upacara pembukaan penancapan kapak, dipimpin oleh Galih Donikara selaku Manager Eiger Adventure Service Team (EAST). Galih mengatakan, pemilihan lokasi Gunung Cakrabuana sebagai lokasi latihan, karena keanekaragaman hayati yang begitu kaya, dan kondisi lingkungan hutan yang ideal untuk melatih seni bertahan hidup di alam bebas.

“Kawasan Gunung Cakrabuana adalah kampus alam bebas yang sempurna, asalkan kita menjaga keseimbangannya dan tidak melampaui daya dukung alamnya. Cakrabuana adalah salah satu tempat terbaik melatih kemampuan bertahan hidup di alam,” ujar Galih.

Salah satu kegiatan di Gunung Cakrabuana. (Dok: Eiger)
Salah satu kegiatan di Gunung Cakrabuana. (Dok: Eiger)

Mengapa Eiger menyelenggarakan kegiatan seperti ini?
Dini Hanifah Kepala Sekolah WJSC 2024 mengatakan, EIGER sebagai brand penyedia perlengkapan luar ruang asal Indonesia, berkomitmen menciptakan ruang bagi perempuan Indonesia untuk berkembang dalam kegiatan alam bebas yang selama ini didominasi oleh kaum pria.

“Kegiatan ini tak hanya melatih keterampilan bertahan hidup di alam terbuka, namun juga mengasah kendali diri juga kesehatan mental yang dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari. Terlebih bagi Generasi-Z yang saat ini menjadikan berkegiatan di alam bebas sebagai bagian dari terapi mental mereka, kata mereka obat mujarab bagi problem kehidupan yang tengah mereka hadapi,” ungkap Dini.

Selama enam hari di Kawasan Gunung Cakrabuana, peserta akan mempelajari keterampilan penting berupa teknik dasar bertahan hidup di alam seperti; navigasi darat, tali temali, penggunaan golok dan pisau, membuat perlindungan, menghidupkan api dan perapian, memasak dengan bahan-bahan yang tersedia di alam, mencari sumber air, mengenali tumbuhan dan hewan yang dapat dimakan, hingga pertolongan pertama gawat darurat ketika berada di situasi kritis.

Pelatihan ini menurut Dini dipandu langsung oleh para senior pegiat alam bebas juga ahli di keilmuannya masing-masing, diantaranya dr. Ratih yang mengupas tentang kesehatan perjalanan, Ammy Kadarharutami, M.Psi tentang kesehatan mental diri, Iwan Kwecheng tentang merancang perlengkapan, dan Fransisca Dimitri tentang perencanaan perjalanan, Sisca Nirmala tentang merancang perbekalan.

Kemudian Dedi Cicko tentang teknik survival, Heri UU tentang navigasi darat dan botani praktis, Heri Jaro tentang tali temali dan zoologi praktis, Tommy HM tentang penggunaan pisau dan golok, Alan tentang teknis menemukan sumber air, juga pendaki senior Kang Bongkeng akan berkisah tentang pengalaman survival lapangan.

Tidak hanya memaparkan materi, peserta juga akan berada langsung di tengah hutan Gunung Cakrabuana untuk melakukan simulasi kondisi darurat, seperti tersesat atau terjebak dengan perbekalan yang menipis bahkan habis.

Latihan bertahan hidup di Gunung Cakrabuana. (Dok: Eiger)
Latihan bertahan hidup di Gunung Cakrabuana. (Dok: Eiger)

“Praktik membuat api, mengenali keanekaragaman hayati mulai dari tumbuhan dan hewan, memasak dan membuat perlindungan dilakukan di berbagai lokasi berbeda di dalam hutan Cakrabuana untuk mendekati simulasi nyata kondisi kritis. Dinamika latihan ini diharapkan mampu melatih peserta menghadapi tantangan alam dengan sigap dan efektif,” ujar Dini.

Enam hari mengasah mental dan kelimuan survival di Gunung Cakrabuana, menurut Dini para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan bahkan menularkan keterampilan yang diperoleh di lingkungan masing-masing.

“WJSC yang diinisiasi oleh Eiger di Gunung Cakrabuana semoga bisa menjadi bekal bagi 75 peserta perempuan asal berbagai suku bangsa dan latar belakang ini. Mampu menumbuhkan jiwa tangguh, siap menghadapi berbagai tantangan, mengasah kendali atas diri dan mental mereka di kehidupan sehari-hari,” pungkas Dini.

Sementara itu Lindri peserta WJSC dari Malang mengungkapkan dirinya sangat tertarik dengan kegiatan WJSC ini karena dirinya ingin mengenal lebih jauh tentang ilmu dan praktik hidup di alam bebas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekedar Seremoni, Hari Ibu 2024 Usung Perempuan Berdaya dan Aksi Nyata

Bukan Sekedar Seremoni, Hari Ibu 2024 Usung Perempuan Berdaya dan Aksi Nyata

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 19:05 WIB

Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Jenama Fashion Ini Ajak Perempuan Lebih Mandiri

Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Jenama Fashion Ini Ajak Perempuan Lebih Mandiri

Lifestyle | Senin, 09 Desember 2024 | 16:30 WIB

Hak Perempuan Korban Kekerasan Jadi Prioritas, Menteri PPPA Kampanye di CFD

Hak Perempuan Korban Kekerasan Jadi Prioritas, Menteri PPPA Kampanye di CFD

Video | Minggu, 08 Desember 2024 | 18:00 WIB

Komnas Perempuan Ungkap Kekerasan Seksual Via Internet Paling Banyak Dilakukan Mantan Pacar

Komnas Perempuan Ungkap Kekerasan Seksual Via Internet Paling Banyak Dilakukan Mantan Pacar

News | Minggu, 08 Desember 2024 | 16:55 WIB

Sosialisasi di Transportasi Umum, Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan Harus Nol

Sosialisasi di Transportasi Umum, Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan Harus Nol

News | Minggu, 08 Desember 2024 | 11:41 WIB

Lady Boss Masa Kini: Chelsea Islan Tunjukkan Kepercayaan Diri dan Kekuatan Wanita

Lady Boss Masa Kini: Chelsea Islan Tunjukkan Kepercayaan Diri dan Kekuatan Wanita

Lifestyle | Sabtu, 07 Desember 2024 | 07:47 WIB

Terkini

Meutya Hafid Ungkap Modus Baru Penipuan, Pelaku Ngaku Anggota DPR lalu Minta Sumbangan

Meutya Hafid Ungkap Modus Baru Penipuan, Pelaku Ngaku Anggota DPR lalu Minta Sumbangan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:58 WIB

Amien Rais Ingatkan Prabowo: Hati-hati dengan 'All the President's Men' yang Bermental Bejat

Amien Rais Ingatkan Prabowo: Hati-hati dengan 'All the President's Men' yang Bermental Bejat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB

Meutya Hafid Beberkan Hasil Pemberantasan Judol: 3,4 Juta Situs Ditutup, Ribuan Rekening Diblokir

Meutya Hafid Beberkan Hasil Pemberantasan Judol: 3,4 Juta Situs Ditutup, Ribuan Rekening Diblokir

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:38 WIB

Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman

Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:33 WIB

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:27 WIB

Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI

Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:26 WIB

Ribuan Warga Menonton Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, KDM: Berdampak Positif bagi Ekonomi

Ribuan Warga Menonton Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, KDM: Berdampak Positif bagi Ekonomi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:17 WIB

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:51 WIB

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB