Donald Trump Kecam Langkah Joe Biden Menghapus Hukuman Mati bagi Puluhan Narapidana Federal

Bella Suara.Com
Rabu, 25 Desember 2024 | 04:05 WIB
Donald Trump Kecam Langkah Joe Biden Menghapus Hukuman Mati bagi Puluhan Narapidana Federal
Donald Trump dan Joe Biden. (VOA Indonesia)

Suara.com - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam langkah Presiden Joe Biden yang baru-baru ini mengubah hukuman mati 37 narapidana federal menjadi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Keputusan ini diumumkan Biden di penghujung masa jabatannya, hanya beberapa minggu sebelum menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Trump, yang bersiap kembali ke Gedung Putih.

“Joe Biden baru saja mengubah hukuman mati bagi 37 pembunuh paling kejam di negara kita,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

“Ketika Anda mendengar apa yang telah mereka lakukan, Anda tidak akan percaya dia melakukan ini. Tidak masuk akal. Keluarga korban sangat terpukul dan tidak percaya hal ini bisa terjadi!” katanya pula.

Biden, yang sebelumnya telah menerapkan moratorium hukuman mati federal, menghadapi tekanan untuk mengambil tindakan lebih jauh sebelum meninggalkan jabatannya pada 20 Januari. Ia menyatakan keputusan ini didasarkan pada hati nurani dan pengalaman untuk mencegah eksekusi kembali dilakukan oleh pemerintahan Trump mendatang.

Namun, Biden memilih untuk tidak mengampuni tiga narapidana yang terlibat dalam kejahatan besar: salah satu pelaku pengeboman Boston Marathon 2013, penembak yang membunuh 11 jemaat Yahudi pada 2018, dan seorang supremasi kulit putih yang menewaskan sembilan jemaat kulit hitam di gereja pada 2015.

Keputusan ini menuai reaksi keras dari Trump, yang berkomitmen untuk menghidupkan kembali hukuman mati jika ia kembali menjabat.

“Saya akan mengarahkan Departemen Kehakiman untuk secara tegas mengejar hukuman mati demi melindungi keluarga dan anak-anak Amerika dari pemerkosa, pembunuh, dan monster yang kejam,” tegas Trump.

“Kita akan kembali menjadi negara dengan hukum dan ketertiban!” ujarnya.

Keputusan kontroversial Biden ini mencakup pengampunan terhadap sembilan narapidana yang dihukum karena membunuh sesama tahanan, empat pelaku pembunuhan dalam perampokan bank, dan satu pelaku yang membunuh seorang sipir penjara. Meski Biden mengecam tindakan para narapidana tersebut sebagai "perbuatan yang sangat tercela," ia mengungkapkan bahwa langkah ini adalah cara untuk menghentikan siklus kekerasan yang mungkin akan dilanjutkan di bawah pemerintahan baru.

Baca Juga: Respon Pernyataan Donald Trump, Ini Alasan Presiden Kolombia Dukung Kemerdekaan Panama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI