Membongkar Hidden Agenda Hasto di PDIP, Setelah Singkirkan Jokowi Next Puan?

Wakos Reza Gautama

Kamis, 09 Januari 2025 | 06:15 WIB
Membongkar Hidden Agenda Hasto di PDIP, Setelah Singkirkan Jokowi Next Puan?
Ada agenda tersembunyi Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. [Istimewa]

Suara.com - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjadi tersangka kasus suap terhadap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Status hukum Hasto ini tentu membuat karier politiknya di ujung tanduk. Padahal Hasto disebut-sebut memiliki ambisi besar di kandang banteng. 

Analis Intelijen, Josef Wenas, melihat Hasto memiliki hidden agenda atau agenda tersembunyi jelang Kongres PDIP pada April 2025. 

"Agenda out menjadi oposisi itu dimainkan Sekjen untuk kepentingannya dengan surfing wacana-wacana terkesan ideologis seolah-olah itu sesuatu yang mulia yang dilakukan PDIP," ujar Josef saat bicara di Youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.

Menurut dia, Hasto memiliki tujuan pribadi yaitu menjadi Ketua Umum Sementara PDIP di era transisi. Josef mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah berusia 77 tahun dan memimpin PDIP kurang lebih 32 tahun. Melihat fakta ini, Josef menganggap PDIP sedang memasuki era transisi kepemimpinan. 

Sementara Megawati kata dia, memiliki mantra bahwa kepemimpinan di PDIP harus anak biologis Soekarno. Mantra ini berhadapan dengan fakta perseteruan keluarga di antara kedua ahli waris. 

Josef mengutarakan, Megawati sudah lama mendesain cetak biru bahwa Prananda berada di jalur partai dan Puan Maharani di jalur pemerintah. Itulah mengapa Puan diskenariokan berpasangan dengan Prabowo pada Pilpres 2024 sejak tahun 2019.

Namun ujar Josef, rencana itu berantakan sejak pertemuan di Batu Tulis, Bogor, Oktober 2022. Sebab koalisi Prabowo menolak Puan karena elektabilitasnya rendah. Lalu sejak itu terjadi sejumlah peristiwa politik yang berujung Megawati sakit hati.

"Skenario Prabowo-Puan ingin mengantarkan Puan ke RI-2 agar tidak begitu sulit mendongkrak ke RI-1. Mantra kepemimpinan anak biologis Soekarno di partai dan di level nasional masuk semua kalau ini terjadi, tapi ini berantakan lalu Pak Jokowi yang disalahkan," ujar Josef Wenas. 

baca juga

Turunnya kursi dan suara PDIP di Pemilu 2024 menurut Josef menjadi tantangan bagi penerus Megawati selanjutnya. Sementara Prananda dan Puan kata dia belum siap menghadapi tantangan tersebut dan Hasto melihatnya sebagai peluang tersendiri.

Menurut Josef, Hasto adalah sekondan (mitra) politik Megawati pengganti Taufiq Kiemas. Ini terlihat dari lamanya Hasto menjadi Sekjen PDIP selama 10 tahun. Kata Josef ini mengindikasikan Megawati sangat nyaman bekerja sama dengan Hasto.

Lalu Hasto juga mengambil dua gelar doktor terkait Soekarnoisme. Josef mengatakan, ini dilakukan Hasto untuk menempatkan dirinya sebagai kuasi anak biologis Soekarno sehingga membuka peluang dirinya meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di PDIP di era transisi.

Sebenarnya menurut Josef, Guntur Soekarnoputra sempat mewacanakan Jokowi sebagai penerus Megawati di PDIP. Namun posisi Jokowi bukanlah anak biologis melainkan anak ideologis Soekarno. 

"Hasto ini cerdas. Dengan positioning dia sebagai sekondan dan meningkatkan kredibilitas yang sangat Soekarnois dengan dua gelar doktoralnya plus rencana melembagakan akademi Soekarnoisme di Yogya," papar Josef.

Megawati yang sangat mengkultuskan ayahnya, menurut Josef, tentu melihat Hasto sangat kredibel dan sangat bisa dipercaya.

"Itulah mengapa Hasto mencapai posisi kuasi anak biologis dulu untuk merebut kepempinan dengan istilah Ketua sementara dalam transisi sembari menyiapkan dua anak biologis ini manakala siap (memimpin PDIP)," ujar dia.

"Kalau yang Pak Jokowi itu lebih tepatnya rekonsiliasi sebetulnya tapi kemudian diwacanakan kubu (Hasto) pengambilalihan. Tapi sebetulnya pengambilalihan ini mau dilakukan oleh kuasi anak biologis Soekarno yang sekarang menjadi anak sulung di antara ketiga kubu ini dan sangat dipercaya Ibu Mega," jelas Josef Wenas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan KPK Bawa Koper Usai Geledah Rumah Hasto, Padahal Cuma Sita Flashdisk dan Catatan

Alasan KPK Bawa Koper Usai Geledah Rumah Hasto, Padahal Cuma Sita Flashdisk dan Catatan

News | Rabu, 08 Januari 2025 | 23:19 WIB

Geledah Rumah Hasto, KPK Sita Bukti Elektronik dan Catatan Rahasia!

Geledah Rumah Hasto, KPK Sita Bukti Elektronik dan Catatan Rahasia!

News | Rabu, 08 Januari 2025 | 23:15 WIB

Prihatin Hasto Tersangka, Eks Kader PDIP Effendi Simbolon: Megawati Harus Mengundurkan Diri!

Prihatin Hasto Tersangka, Eks Kader PDIP Effendi Simbolon: Megawati Harus Mengundurkan Diri!

News | Rabu, 08 Januari 2025 | 20:09 WIB

Eks Anggota Bawaslu Agustiani Tio Diperiksa KPK

Eks Anggota Bawaslu Agustiani Tio Diperiksa KPK

Foto | Rabu, 08 Januari 2025 | 20:12 WIB

Eks Anggota Bawaslu Agustiani Tio Kembali Diperiksa KPK Meski Idap Kanker, Dicecar 14 Pertanyaan untuk Kasus Hasto

Eks Anggota Bawaslu Agustiani Tio Kembali Diperiksa KPK Meski Idap Kanker, Dicecar 14 Pertanyaan untuk Kasus Hasto

News | Rabu, 08 Januari 2025 | 19:16 WIB

Terkini

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:41 WIB

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:31 WIB

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:18 WIB

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:09 WIB

Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:05 WIB

Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?

Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:03 WIB

KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga

KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:00 WIB

Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya

Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:51 WIB

Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal

Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:39 WIB

Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi

Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:27 WIB

×