Gertak Elon Musk, Trump Ingatkan Siapa yang Berkuasa di Gedung Putih

Bella | Suara.com

Selasa, 04 Februari 2025 | 16:38 WIB
Gertak Elon Musk, Trump Ingatkan Siapa yang Berkuasa di Gedung Putih
Donald Trump saat berkampanye di hadapan para pendukungnya. (Instagram/@realdonaldtrump)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump, memberikan teguran tajam kepada miliarder Elon Musk terkait perannya dalam pemerintahan federal. Musk, yang kini menjabat sebagai pegawai pemerintah khusus, ditunjuk untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), sebuah badan penasihat luar yang bertugas menemukan pemangkasan anggaran besar dalam sistem keuangan federal.

Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Musk langsung bekerja dalam perannya, dengan timnya yang diberikan akses ke beberapa basis data keuangan sensitif pemerintah. Melalui platform media sosialnya, X (dulu dikenal sebagai Twitter), Musk menyuarakan pentingnya misi DOGE. Namun, Trump menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Gedung Putih.

Dalam pernyataan resminya saat menandatangani perintah eksekutif terbaru, Trump menegaskan bahwa Musk tidak bisa bertindak tanpa persetujuan dari pemerintahannya.

elon musk (Instagram @elonrmuskk)
elon musk (Instagram @elonrmuskk)

"Elon tidak bisa dan tidak akan melakukan apa pun tanpa persetujuan kami. Dan kami akan memberinya persetujuan jika sesuai. Jika tidak sesuai, maka tidak akan kami izinkan," tegas Trump dalam konferensi persnya.

Meskipun mendapat teguran, hingga kini DOGE telah memperoleh akses ke sistem pembayaran federal yang mengelola triliunan dolar setiap tahunnya.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Scott Bessent memberikan izin kepada organisasi yang dipimpin Musk untuk mengakses sistem internal federal, meskipun keputusan tersebut menuai kecaman dari banyak pegawai pemerintahan yang kemudian memilih mengundurkan diri.

Akses ini memungkinkan DOGE untuk menangani sistem pembayaran Jaminan Sosial, tunjangan Medicare, dan bahkan pembayaran kontrak kepada perusahaan swasta. Selain itu, Musk dan sekutunya dilaporkan tengah mengusulkan agar posisi penting dalam sistem pembayaran Departemen Keuangan diisi oleh orang-orang yang ditunjuk langsung oleh Trump.

Para pengkritik menyoroti ancaman dari langkah ini, menganggapnya sebagai upaya Trump dan sekutunya untuk membatasi pendanaan bagi pihak-pihak yang berseberangan secara ideologi.

Nathan Tankus, Direktur Riset di Modern Money Network, memperingatkan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini bukanlah efisiensi sistem keuangan, melainkan pemotongan sepihak terhadap pendanaan yang mereka anggap menguntungkan lawan politik mereka.

"Ini bukan sikap dari orang-orang yang hanya ingin meningkatkan efisiensi sistem pembayaran. Mereka memiliki agenda yang sangat jelas dan spesifik, yang mencakup pemotongan anggaran sepihak, terutama untuk pendanaan yang mereka anggap mendukung lawan ideologi mereka," ujar Tankus dalam wawancaranya dengan Rolling Stone.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump: Tidak Ada Jaminan Perdamaian di Gaza

Donald Trump: Tidak Ada Jaminan Perdamaian di Gaza

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 15:43 WIB

Satu Toilet untuk 205 Orang! Kisah Pilu Warga Negara India Ilegal Dideportasi dari AS

Satu Toilet untuk 205 Orang! Kisah Pilu Warga Negara India Ilegal Dideportasi dari AS

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 12:33 WIB

Awali Selasa Loyo, Rupiah Terperosok ke Rp16.480/Dolar AS

Awali Selasa Loyo, Rupiah Terperosok ke Rp16.480/Dolar AS

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2025 | 10:44 WIB

Elon Musk Jadi "Pegawai Pemerintah Khusus" Trump, Picu Kontroversi

Elon Musk Jadi "Pegawai Pemerintah Khusus" Trump, Picu Kontroversi

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 10:28 WIB

Iran Kecam Usulan Trump untuk Relokasi Warga Palestina, Sebut Sebagai Upaya Pembersihan Etnis

Iran Kecam Usulan Trump untuk Relokasi Warga Palestina, Sebut Sebagai Upaya Pembersihan Etnis

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 08:12 WIB

Trump Ragukan Gencatan Senjata Gaza Bertahan Lama, Hamas Siap Negosiasi Tahap Kedua

Trump Ragukan Gencatan Senjata Gaza Bertahan Lama, Hamas Siap Negosiasi Tahap Kedua

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 08:05 WIB

Trump Tunda Ancaman Tarif Dagang pada Kanada

Trump Tunda Ancaman Tarif Dagang pada Kanada

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 07:56 WIB

Lawan Kebijakan Trump! Lady Gaga Suarakan Dukungan untuk Transgender di Grammy Awards

Lawan Kebijakan Trump! Lady Gaga Suarakan Dukungan untuk Transgender di Grammy Awards

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 05:05 WIB

Trump Pangkas Dana, Bagaimana Nasib Penanganan HIV di Indonesia?

Trump Pangkas Dana, Bagaimana Nasib Penanganan HIV di Indonesia?

Health | Senin, 03 Februari 2025 | 10:50 WIB

Trump Usulkan Kanada Menjadi Negara Bagian ke-51

Trump Usulkan Kanada Menjadi Negara Bagian ke-51

News | Senin, 03 Februari 2025 | 08:10 WIB

Terkini

KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara

KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:18 WIB

Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini

Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:12 WIB

KPK Sebut Bos Maktour dan Eks Dirjen Haji Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Sebut Bos Maktour dan Eks Dirjen Haji Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:06 WIB

Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban

Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:55 WIB

Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang

Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:53 WIB

BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal

BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:49 WIB

China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran

China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:45 WIB

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:31 WIB

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB

Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan

Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:22 WIB