Tuai Kontroversi, Trump Kirim Kriminal ke Penjara 'Neraka di Bumi'

Bella | Suara.com

Selasa, 04 Februari 2025 | 16:50 WIB
Tuai Kontroversi, Trump Kirim Kriminal ke Penjara 'Neraka di Bumi'
Donald Trump [Arsip Kedutaan Besar AS di Italia]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial dengan rencana deportasi massal para pelaku kejahatan lintas negara ke El Salvador. Langkah ini disepakati dalam perjanjian luar biasa antara Trump dan Presiden El Salvador, Nayib Bukele, yang akan menerima para penjahat dari berbagai negara untuk ditahan di penjara berkeamanan tinggi di negaranya.

"Presiden Bukele telah menyetujui perjanjian migrasi yang paling luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya di dunia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce.

Dalam kesepakatan tersebut, Bukele setuju untuk menerima kembali seluruh anggota geng MS-13 asal El Salvador yang berada di Amerika Serikat secara ilegal. Lebih jauh, El Salvador juga bersedia menerima serta memenjarakan para imigran ilegal yang memiliki riwayat kejahatan kekerasan, termasuk anggota geng Tren de Aragua dari Venezuela dan kriminal dari berbagai negara lainnya.

Namun yang paling mengejutkan, dalam gestur luar biasa yang belum pernah diberikan oleh negara mana pun, menurut Bruce, Bukele juga setuju untuk menampung narapidana berbahaya asal Amerika Serikat, termasuk warga negara AS dan penduduk legal yang dinilai sebagai ancaman bagi keamanan.

Langkah ini menimbulkan banyak pertanyaan, mengingat kondisi penjara di El Salvador yang dikenal dengan kekejamannya. Tahun lalu, laporan dari The Mirror menggambarkan fasilitas pemasyarakatan di negara tersebut sebagai "neraka di bumi" karena kondisi yang ekstrem bagi para tahanan.

Sejumlah pesawat deportasi telah mulai mengangkut para imigran ilegal dari AS, dan dalam waktu dekat, pesawat yang membawa narapidana kriminal akan segera dikirim ke El Salvador dengan biaya ditanggung oleh pemerintah Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga melakukan kunjungan ke El Salvador untuk memastikan kesepakatan ini berjalan sesuai rencana. Setelah itu, ia dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke Kosta Rika, Guatemala, dan Republik Dominika guna membujuk negara-negara lain agar mengikuti jejak El Salvador dalam menampung para narapidana dari AS.

Keputusan ini langsung menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari oposisi di El Salvador. Sekretaris Jenderal Partai sayap kiri Farabundo Martí National Liberation Front, Manuel Flores, menyebut kebijakan ini sebagai tanda bahwa Amerika Serikat menganggap kawasan Amerika Tengah sebagai "tempat pembuangan sampah".

Tak hanya soal imigrasi, sikap agresif Trump dalam kebijakan perdagangan juga mulai menunjukkan hasil. Setelah mengancam akan menerapkan tarif 25% pada barang-barang dari Meksiko dan Kanada, kedua negara akhirnya tunduk pada tuntutan Washington demi menghindari perang dagang besar.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, sepakat untuk mengerahkan 10.000 personel ke perbatasan serta meningkatkan sumber daya untuk mencegah penyelundupan opioid fentanyl ke AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gertak Elon Musk, Trump Ingatkan Siapa yang Berkuasa di Gedung Putih

Gertak Elon Musk, Trump Ingatkan Siapa yang Berkuasa di Gedung Putih

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 16:38 WIB

Donald Trump: Tidak Ada Jaminan Perdamaian di Gaza

Donald Trump: Tidak Ada Jaminan Perdamaian di Gaza

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 15:43 WIB

Satu Toilet untuk 205 Orang! Kisah Pilu Warga Negara India Ilegal Dideportasi dari AS

Satu Toilet untuk 205 Orang! Kisah Pilu Warga Negara India Ilegal Dideportasi dari AS

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 12:33 WIB

Awali Selasa Loyo, Rupiah Terperosok ke Rp16.480/Dolar AS

Awali Selasa Loyo, Rupiah Terperosok ke Rp16.480/Dolar AS

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2025 | 10:44 WIB

Elon Musk Jadi "Pegawai Pemerintah Khusus" Trump, Picu Kontroversi

Elon Musk Jadi "Pegawai Pemerintah Khusus" Trump, Picu Kontroversi

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 10:28 WIB

Iran Kecam Usulan Trump untuk Relokasi Warga Palestina, Sebut Sebagai Upaya Pembersihan Etnis

Iran Kecam Usulan Trump untuk Relokasi Warga Palestina, Sebut Sebagai Upaya Pembersihan Etnis

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 08:12 WIB

Trump Ragukan Gencatan Senjata Gaza Bertahan Lama, Hamas Siap Negosiasi Tahap Kedua

Trump Ragukan Gencatan Senjata Gaza Bertahan Lama, Hamas Siap Negosiasi Tahap Kedua

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 08:05 WIB

Trump Tunda Ancaman Tarif Dagang pada Kanada

Trump Tunda Ancaman Tarif Dagang pada Kanada

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 07:56 WIB

Lawan Kebijakan Trump! Lady Gaga Suarakan Dukungan untuk Transgender di Grammy Awards

Lawan Kebijakan Trump! Lady Gaga Suarakan Dukungan untuk Transgender di Grammy Awards

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 05:05 WIB

Trump Pangkas Dana, Bagaimana Nasib Penanganan HIV di Indonesia?

Trump Pangkas Dana, Bagaimana Nasib Penanganan HIV di Indonesia?

Health | Senin, 03 Februari 2025 | 10:50 WIB

Terkini

Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa

Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:37 WIB

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:59 WIB

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB