Menlu AS: Gaza "Tak Layak Huni", Warga Harus Pindah

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Sabtu, 08 Februari 2025 | 04:40 WIB
Menlu AS: Gaza "Tak Layak Huni", Warga Harus Pindah
Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]

Suara.com - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Kamis bahwa Gaza saat ini "tidak layak huni" karena berbagai bahaya seperti senjata yang belum meledak, dan bahwa orang-orang harus tinggal di tempat lain sementara wilayah tersebut dibangun kembali.

Rubio, menjawab pertanyaan wartawan selama kunjungannya ke Republik Dominika, mendorong negara-negara lain untuk maju dan menawarkan bantuan untuk membangun kembali Gaza, tetapi tidak mengatakan apakah warga Palestina akan dapat kembali ke wilayah tersebut berdasarkan usulan Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih dan mengembangkan Jalur Gaza.

"Saya pikir itu hanya kenyataan yang realistis, bahwa untuk memperbaiki tempat seperti itu, orang-orang harus tinggal di tempat lain untuk sementara waktu," kata Rubio.

Setelah Trump menyerukan pembersihan etnis di Gaza, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Putih di Washington, D.C., memperingatkannya bahwa wilayah Palestina itu tidak untuk dijual.

“Gaza tidak untuk dijual,” teriak para pengunjuk rasa pada Selasa malam.

Komentar provokatif presiden AS itu langsung diikuti oleh kecaman dari gerakan perlawanan Palestina Hamas, yang memerintah Jalur Gaza. Kelompok itu mengatakan rencana Trump adalah “resep untuk menciptakan kekacauan dan ketegangan di wilayah tersebut.”

“Rakyat kami di Jalur Gaza tidak akan membiarkan rencana ini terlaksana,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

“Yang dibutuhkan adalah diakhirinya pendudukan dan agresi terhadap rakyat kami, bukan pengusiran mereka dari tanah mereka. Rakyat kami di Gaza telah menggagalkan rencana pemindahan dan deportasi di bawah pemboman selama lebih dari 15 bulan.”

Mesir, Yordania, dan sekutu AS lainnya di Asia Barat telah memperingatkan Trump agar tidak merelokasi warga Palestina dari Gaza.

Baca Juga: Tentara Israel Dihukum Tujuh Bulan Penjara atas Penyiksaan Warga Palestina

Pekan lalu, baik Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi maupun Raja Yordania Abdullah II menolak seruan Trump untuk memukimkan kembali warga Palestina yang terusir secara permanen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI