Ubedilah Badrun Kritik Kebijakan Kampus Mengelola Tambang: Makin Ngaco dan Aneh

Bangun Santoso

Rabu, 19 Februari 2025 | 17:47 WIB
Ubedilah Badrun Kritik Kebijakan Kampus Mengelola Tambang: Makin Ngaco dan Aneh
Ubedilah Badrun (Youtube/https://www.youtube.com/)

Suara.com - Dosen Sosiologi Politik di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah yang memberikan konsesi tambang kepada perguruan tinggi.

Ia menilai langkah tersebut sebagai kebijakan yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan esensi pendidikan tinggi.

“Perguruan tinggi diberikan konsesi mengurus tambang, menurut saya makin ngaco dan aneh. Memberikan pekerjaan yang bukan ahlinya dan menyalahi Undang-Undang Perguruan Tinggi,” ujar Ubedilah yang dikutip dari Abraham Samad Speak Up, Selasa (18/2/2025).

Menurutnya, tugas utama kampus adalah mengajar, melakukan penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Ia menilai bahwa jika perguruan tinggi ikut serta dalam industri tambang, maka akan ada pergeseran fokus yang berbahaya bagi dunia akademik.

“Harusnya menambang ilmu pengetahuan, malah menambang batu bara, nikel. Itu disorientasi,” tegasnya.

Selain mengkritik kebijakan tambang, Ubedilah juga menyoroti keberlanjutan praktik pembungkaman terhadap kebebasan akademik dan demokrasi.

Hal ini menjadi perhatian khusus setelah dirinya dicopot dari jabatan sebagai Koordinator Program Studi, usai melaporkan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya atas dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menyebut bahwa selama Presiden Prabowo Subianto masih menyatakan Jokowi sebagai guru politiknya dan kabinetnya masih diisi oleh loyalis Jokowi, ancaman terhadap demokrasi akan terus berlangsung.

baca juga

“Sepanjang Prabowo masih menyatakan guru politiknya itu Jokowi, kabinet Prabowo masih banyak orang-orang Jokowi, dan Gibran menjadi wapres, upaya-upaya pembungkaman masih akan terus terjadi. Ini problem akut bangsa yang harus diselesaikan dengan tegaknya hukum,” ujar Ubedilah.

Ubedilah menilai bahwa kebijakan pemerintah yang memungkinkan kampus terlibat dalam industri pertambangan adalah bentuk pengkerdilan fungsi akademik.

Menurutnya, kebijakan ini hanya akan menjebak dunia akademik dalam kepentingan ekonomi dan politik tertentu.

“Nanti dosen-dosen disibukkan. Pasti kampus bikin perusahaan tambang, nanti dosen-dosen yang seharusnya mengajar berkualitas, konsentrasinya bergeser. Kan rusak itu,” lanjutnya.

Sebagai akademisi, Ubedilah menegaskan pentingnya refleksi mendalam terhadap situasi yang terjadi di perguruan tinggi saat ini.

Ia berharap Prabowo dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melakukan evaluasi kebijakan yang mendasar.

“Kita tunggu apakah Prabowo dan Mendikti akan melakukan evaluasi mendasar atau tidak. Jika tidak, ya artinya masih sama saja,” katanya.

Ia juga mendorong para dosen untuk tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan perspektif yang lebih progresif demi kepentingan rakyat.

“Untuk teman-teman dosen tidak usah khawatir, bahwa jalan terbaik sebagai akademisi adalah menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan tafsir yang lebih progresif untuk kepentingan rakyat banyak,” tutupnya. (Kayla Nathaniel Bilbina)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akademisi UNJ Ubedilah Badrun Kritik PTN-BH: Bungkam Dosen, Riset Minim Dampak

Akademisi UNJ Ubedilah Badrun Kritik PTN-BH: Bungkam Dosen, Riset Minim Dampak

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 16:56 WIB

Bahlil Ancam Cabut Izin Tambang Tumpang Tindih Usai Revisi UU Minerba Disahkan

Bahlil Ancam Cabut Izin Tambang Tumpang Tindih Usai Revisi UU Minerba Disahkan

Bisnis | Selasa, 18 Februari 2025 | 15:44 WIB

Koar-koar Mantan Aktivis, Bahlil soal Kampus Batal Kelola Izin Tambang: Kampus Harus Jaga Independensinya

Koar-koar Mantan Aktivis, Bahlil soal Kampus Batal Kelola Izin Tambang: Kampus Harus Jaga Independensinya

News | Senin, 17 Februari 2025 | 19:46 WIB

RUU Minerba Siap Disahkan, Kampus Batal Kelola Tambang, Hanya Terima Keuntungan

RUU Minerba Siap Disahkan, Kampus Batal Kelola Tambang, Hanya Terima Keuntungan

News | Senin, 17 Februari 2025 | 19:11 WIB

Darurat! Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara Disebut Merusak Ekosistem hingga Memperburuk Kemiskinan

Darurat! Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara Disebut Merusak Ekosistem hingga Memperburuk Kemiskinan

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 19:10 WIB

Konawe Utara Jadi Contoh, NGO Indonesia-Korsel Tuntut Moratorium Tambang Nikel dan Regulasi Baterai EV

Konawe Utara Jadi Contoh, NGO Indonesia-Korsel Tuntut Moratorium Tambang Nikel dan Regulasi Baterai EV

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 17:54 WIB

NGO Korea-Indonesia Desak Regulasi Ketat Tambang Nikel: Hentikan Perampasan Tanah!

NGO Korea-Indonesia Desak Regulasi Ketat Tambang Nikel: Hentikan Perampasan Tanah!

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 15:58 WIB

Terkini

Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026

Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026

Kaltim | Kamis, 10 September 2026 | 20:43 WIB

Kejagung Nyatakan Kantongi Bukti Kuat Dugaan Pemerasan Febrie Adriansyah

Kejagung Nyatakan Kantongi Bukti Kuat Dugaan Pemerasan Febrie Adriansyah

News | Kamis, 10 September 2026 | 20:38 WIB

Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026

Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026

Kalbar | Kamis, 10 September 2026 | 20:38 WIB

Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026

Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026

Batam | Kamis, 10 September 2026 | 20:35 WIB

BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Raih Penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2026

BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Raih Penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2026

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 20:35 WIB

BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri

BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri

Bali | Kamis, 10 September 2026 | 20:33 WIB

Saksi Bantah Aliran USD 271.500 ke Yaqut, Kuasa Hukum: Tuduhan Sudah Runtuh

Saksi Bantah Aliran USD 271.500 ke Yaqut, Kuasa Hukum: Tuduhan Sudah Runtuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 20:31 WIB

WFC Makin Hemat! Nongkrong di Cafe Kissa Dapat Cashback 20% dari BRI

WFC Makin Hemat! Nongkrong di Cafe Kissa Dapat Cashback 20% dari BRI

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 20:31 WIB

Bulog dan Kemenko Pangan Bagikan Langsung 7.542 Ton Beras Bantuan Pangan di Kediri

Bulog dan Kemenko Pangan Bagikan Langsung 7.542 Ton Beras Bantuan Pangan di Kediri

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:31 WIB

Bukan Cuma Melembapkan, 5 Lip Balm Hyaluronic Acid Ini Bikin Bibir Plumpy

Bukan Cuma Melembapkan, 5 Lip Balm Hyaluronic Acid Ini Bikin Bibir Plumpy

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 20:30 WIB

×