Rusia Ejek Zelenskyy Usai Perdebatan Sengit dengan Donald Trump: Babi Kurang Ajar!

Bella | Suara.com

Senin, 03 Maret 2025 | 09:05 WIB
Rusia Ejek Zelenskyy Usai Perdebatan Sengit dengan Donald Trump: Babi Kurang Ajar!
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)

Suara.com - Konfrontasi panas antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ruang Oval memicu kegembiraan di Rusia, di mana pemimpin Ukraina itu dicemooh dan dianggap telah menerima tamparan keras.

Trump secara terbuka mengecam Zelenskyy sebagai pemimpin yang tidak sopan dan menudingnya mempertaruhkan Perang Dunia III. Ketegangan itu mencapai puncaknya ketika Trump, didampingi Wakil Presiden JD Vance, menolak menandatangani kesepakatan terkait sumber daya mineral yang seharusnya mempererat hubungan antara Washington dan Kyiv.

Setelah pertemuan yang berlangsung hampir 45 menit, Zelenskyy diminta keluar dari Gedung Putih oleh para penasihat utama pemerintahan Trump. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kemudian membela Trump, dengan menyatakan bahwa publik hanya melihat akhir pertemuan tanpa mengetahui semua hal yang menyebabkan ini terjadi.

"Kalian hanya melihat akhir, kalian tidak melihat semua hal yang menyebabkan ini." ucapnya.

Di Moskow, konfrontasi ini menjadi sorotan utama. Kirill A. Dmitriev, Utusan Khusus Presiden Rusia untuk investasi dan kerja sama ekonomi, mengunggah komentar pedas di platform X. 

"Babi kurang ajar itu akhirnya mendapat tamparan keras di Ruang Oval. Dan @realDonaldTrump benar: Rezim Kyiv berjudi dengan Perang Dunia III," tulisnya.

Sementara itu, beberapa pejabat Rusia menyambut ketegangan ini sebagai bukti melemahnya hubungan antara Ukraina dan AS. Kremlin telah lama mengkritik bantuan besar yang diberikan Washington kepada Kyiv, dan ketegangan terbaru ini dinilai sebagai tanda bahwa dukungan AS terhadap Ukraina mulai goyah.

Selama pertemuan di Gedung Putih, Trump berulang kali menekan Zelenskyy mengenai kesediaannya untuk bernegosiasi dengan Rusia. Vance juga menuding pemimpin Ukraina itu sebagai sosok yang terus-menerus mengadakan "tur propaganda" untuk mengamankan dana dan senjata dalam perang melawan Rusia.

"Anda membawa mereka dalam tur propaganda," sindir Vance.

Namun, Zelenskyy tak tinggal diam. Ia menantang balik dengan bertanya, "Apakah Anda pernah ke Ukraina?" Ketika Vance tidak menjawab, Zelenskyy melanjutkan, "Apakah Anda sudah melihat masalah yang kita hadapi? Datanglah sekali saja... Semua orang punya masalah, termasuk Anda. Namun, Anda memiliki lautan yang indah dan tidak merasakannya sekarang. Namun, Anda akan merasakannya di masa mendatang."

Konfrontasi semakin panas ketika Trump mengkritik pilihan busana Zelenskyy yang selalu mengenakan pakaian serba hitam, memperlihatkan ketegangan yang lebih dari sekadar perdebatan kebijakan.

Setelah pertemuan, Rubio kembali menegaskan bahwa Trump hanya ingin menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina. 

"Presiden sudah sangat jelas tentang ini, dia berkampanye tentang ini. Dia pikir perang ini seharusnya tidak pernah terjadi dan saya setuju bahwa jika dia menjadi presiden, hal itu tidak akan pernah terjadi," kata Rubio.

Lebih lanjut, Rubio menegaskan bahwa Zelenskyy telah salah langkah dengan menantang Trump sebelum pertemuan, terutama setelah Trump menyebutnya sebagai "diktator" dan menuding Ukraina sebagai pihak yang memulai perang. 

"Jangan datang ke sini dan menguliahi kami tentang bagaimana diplomasi tidak akan berhasil. Zelenskyy mengambil langkah itu dan hasilnya bisa ditebak," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Zelenskyy Sudah Diperingatkan Agar Tak Mudah Terpancing Sebelum Debat Sengit dengan Trump

Ternyata Zelenskyy Sudah Diperingatkan Agar Tak Mudah Terpancing Sebelum Debat Sengit dengan Trump

News | Senin, 03 Maret 2025 | 08:07 WIB

Penasihat Trump Sebut AS Butuh Pemimpin Ukraina yang Siap Berdamai dengan Rusia

Penasihat Trump Sebut AS Butuh Pemimpin Ukraina yang Siap Berdamai dengan Rusia

News | Senin, 03 Maret 2025 | 07:53 WIB

Partai Republik Desak Presiden Ukraina Mundur, Zelenskyy: Saya Bisa Ditukar dengan NATO

Partai Republik Desak Presiden Ukraina Mundur, Zelenskyy: Saya Bisa Ditukar dengan NATO

News | Senin, 03 Maret 2025 | 06:46 WIB

Donald Trump dan Presiden Ukraina Tak Sejalan? Kremlin Sebut Kebijakan AS Sama dengan Visi Rusia

Donald Trump dan Presiden Ukraina Tak Sejalan? Kremlin Sebut Kebijakan AS Sama dengan Visi Rusia

News | Senin, 03 Maret 2025 | 02:54 WIB

Kejutan! Kremlin Sebut Kebijakan Luar Negeri Trump Sejalan dengan Rusia

Kejutan! Kremlin Sebut Kebijakan Luar Negeri Trump Sejalan dengan Rusia

News | Senin, 03 Maret 2025 | 04:50 WIB

Zelenskyy vs Trump:  Sekjen NATO Desak Perbaikan Hubungan Demi Ukraina

Zelenskyy vs Trump: Sekjen NATO Desak Perbaikan Hubungan Demi Ukraina

News | Senin, 03 Maret 2025 | 03:35 WIB

Zelensky 'Diperingatkan' Sebelum Pertemuan Memalukan dengan Trump, Apa yang Terjadi?

Zelensky 'Diperingatkan' Sebelum Pertemuan Memalukan dengan Trump, Apa yang Terjadi?

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 18:00 WIB

"Era Kezaliman Baru": Menlu Jerman Kecam Trump Soal Ukraina

"Era Kezaliman Baru": Menlu Jerman Kecam Trump Soal Ukraina

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 16:34 WIB

Trump Tetapkan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Resmi AS, Situs Gedung Putih Bahasa Spanyol Dihapus

Trump Tetapkan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Resmi AS, Situs Gedung Putih Bahasa Spanyol Dihapus

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 16:18 WIB

Kegagalan Total Volodymyr Zelenskyy Untuk Ukraina

Kegagalan Total Volodymyr Zelenskyy Untuk Ukraina

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 14:30 WIB

Terkini

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:43 WIB

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:05 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB