Viral Video Nenek dan Cucunya Selamat dari Maut usai 15 Jam Terjebak di Reruntuhan Gempa Myanmar

Bella

Selasa, 01 April 2025 | 15:36 WIB
Viral Video Nenek dan Cucunya Selamat dari Maut usai 15 Jam Terjebak di Reruntuhan Gempa Myanmar
Kondisi korban gempa Myanmar saat terjebak di reruntuhan. (Suara.com/Tangkapan layar X)

Suara.com - Myanmar dilanda bencana dahsyat setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang negara itu pada Jumat siang.

Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas, sementara ribuan lainnya terluka atau masih hilang di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh.

Tim penyelamat bergegas mencari korban selamat dalam kondisi yang semakin sulit, sementara jendela penyelamatan semakin sempit, mengurangi peluang bertahan hidup bagi mereka yang masih terperangkap.

Kisah Penyelamatan Ajaib di Tengah Kehancuran

Di tengah kepanikan dan kesedihan, kisah-kisah penyelamatan yang mengharukan mulai bermunculan.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang wanita tua bersama dua cucunya yang masih remaja terjebak dalam kantong udara kecil di bawah reruntuhan rumah mereka. 

Dalam video tersebut, kedua gadis itu terdengar berteriak meminta pertolongan sambil menggunakan pisau mentega untuk mengetuk beton yang runtuh, berusaha menarik perhatian tim penyelamat. 

Setelah 15 jam yang menegangkan, mereka akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa ke tempat aman.

Di lokasi lain, dua wanita mengalami nasib serupa ketika mereka terperangkap selama lima jam di bawah reruntuhan hotel mereka yang hancur di Mandalay.

Dengan hanya berbekal cahaya dari ponsel mereka, keduanya bertahan dalam kegelapan total hingga tim penyelamat menemukan mereka. 

baca juga

Mengutip NDTV, salah satu dari mereka mengungkapkan bagaimana pengalaman tersebut mengubah pandangannya tentang hidup. 

"Kami belajar bahwa tidak ada yang abadi, dan yang terpenting adalah menjalani hidup dengan bahagia serta berbuat baik," katanya.

Korban Jiwa dari Berbagai Kalangan

Di balik kisah-kisah penyelamatan, tragedi yang lebih luas terus terungkap.

Sebanyak 200 biksu Buddha tertimpa reruntuhan biara, sementara 50 anak kecil kehilangan nyawa saat ruang kelas prasekolah mereka runtuh.

Di tengah bulan Ramadan, sekitar 700 umat Muslim juga dilaporkan tertimpa reruntuhan saat sedang beribadah di masjid.

Bantuan Terhambat oleh Perang dan Infrastruktur Rusak

Kelompok-kelompok kemanusiaan yang tiba di daerah terdampak menyebutkan bahwa ribuan penyintas sangat membutuhkan makanan, air, dan tempat berlindung.

Namun, upaya bantuan di Myanmar diperumit oleh kondisi politik dan infrastruktur yang rusak akibat gempa.

Perang saudara yang masih berlangsung setelah kudeta militer tahun 2021 semakin menyulitkan akses ke daerah-daerah yang paling terdampak.

Kerusakan jalan, jembatan, dan kontrol ketat junta terhadap komunikasi memperlambat distribusi bantuan.

Badan PBB melaporkan bahwa masyarakat di wilayah yang paling parah terkena dampak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi, sementara tim darurat berusaha keras untuk menemukan korban selamat serta memberikan bantuan medis.

Komite Penyelamatan Internasional (IRC) menekankan pentingnya penyediaan tenda bagi para korban.

"Banyak warga yang takut akan gempa susulan, sehingga mereka memilih tidur di luar, di jalan atau di lapangan terbuka," ujar seorang pekerja kemanusiaan di Mandalay.

Kerusakan Besar dalam Seabad

Puing-puing reruntuhan akibat gempa Myanmar. (Suara.com/X)
Puing-puing reruntuhan akibat gempa Myanmar. Di antara reruntuhan tersebut terdapat korban selamat, satu nenek bersama dua cucunya. (Suara.com/X)

Gempa ini menjadi yang terkuat di Myanmar dalam lebih dari satu abad, merobohkan pagoda kuno dan bangunan modern.

Media pemerintah melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 2.065 orang, dengan lebih dari 3.900 orang terluka dan sedikitnya 270 orang masih hilang.

Saat ini, tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang mungkin masih hidup di bawah reruntuhan, sementara upaya internasional mulai dikerahkan untuk membantu Myanmar menghadapi salah satu bencana terburuk dalam sejarahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misi Kemanusiaan di Tengah Lebaran, Tim Aju BNPB Terbang ke Myanmar Pasca Gempa

Misi Kemanusiaan di Tengah Lebaran, Tim Aju BNPB Terbang ke Myanmar Pasca Gempa

News | Selasa, 01 April 2025 | 14:35 WIB

Myanmar Umumkan 7 Hari Masa Berkabung, Min Aung Hlaing Minta Bantuan Malaysia Pasca Gempa Maut!

Myanmar Umumkan 7 Hari Masa Berkabung, Min Aung Hlaing Minta Bantuan Malaysia Pasca Gempa Maut!

News | Selasa, 01 April 2025 | 07:09 WIB

Telan Korban Jiwa 1.700 Orang, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Gempa Myanmar

Telan Korban Jiwa 1.700 Orang, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Gempa Myanmar

News | Senin, 31 Maret 2025 | 23:11 WIB

Oposisi Myanmar Sepakat Gencatan Senjata Usai Gempa Dahsyat

Oposisi Myanmar Sepakat Gencatan Senjata Usai Gempa Dahsyat

News | Senin, 31 Maret 2025 | 17:42 WIB

Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Oposisi Sepakat Gencatan Senjata untuk Selamatkan Korban

Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Oposisi Sepakat Gencatan Senjata untuk Selamatkan Korban

News | Senin, 31 Maret 2025 | 15:42 WIB

Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan

Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan

News | Senin, 31 Maret 2025 | 12:53 WIB

Lisa BLACKPINK Kirim Doa Usai Thailand Turut Diguncang Gempa Myanmar

Lisa BLACKPINK Kirim Doa Usai Thailand Turut Diguncang Gempa Myanmar

Your Say | Minggu, 30 Maret 2025 | 15:10 WIB

Indonesia Gerak Cepat, Kirim Tim SAR dan Bantuan Medis ke Myanmar Pasca Gempa Dahsyat

Indonesia Gerak Cepat, Kirim Tim SAR dan Bantuan Medis ke Myanmar Pasca Gempa Dahsyat

News | Minggu, 30 Maret 2025 | 14:21 WIB

Korban Gempa Myanmar Sentuh 1000 Jiwa Lebih, Kondisi Memprihatinkan

Korban Gempa Myanmar Sentuh 1000 Jiwa Lebih, Kondisi Memprihatinkan

Video | Minggu, 30 Maret 2025 | 14:26 WIB

Jirayut Bagikan Kondisi Terkini di Thailand Usai Gempa Hebat, Fans Lega

Jirayut Bagikan Kondisi Terkini di Thailand Usai Gempa Hebat, Fans Lega

Entertainment | Sabtu, 29 Maret 2025 | 20:15 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×