Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?

Riki Chandra

Kamis, 03 April 2025 | 12:11 WIB
Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?
Personel INASAR saat melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana pada sebuah kompleks perumahan pegawai negeri sipil (PNS) yang runtuh karena gempa bumi di Thukha Theiddhi Ward, Naypyidaw, Myanmar, Rabu (2/1/2025). [Dok. Antara]

Suara.com - Jumlah korban tewas akibat gempa yang mengguncang negara Myanmar pekan lalu terus bertambah. Pemerintah militer Myanmar pada Rabu (3/4/2025) mengungkapkan bahwa lebih dari 2.800 orang tewas dan lebih dari 4.600 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana alam itu.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di Myanmar ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan di negara yang tengah dilanda perang saudara.

Ratusan orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, terutama di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar yang berdekatan dengan pusat gempa. Upaya penyelamatan terkendala minimnya alat berat dan infrastruktur yang rusak.

Data terbaru jumlah korban gempa Myanmar diumumkan setelah tiga kelompok bersenjata etnis minoritas yang tergabung dalam Aliansi Tiga Bersaudara menyatakan gencatan senjata sepihak selama satu bulan.

Mengutip Antara, keputusan ini diambil untuk mendukung operasi penyelamatan dan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana.

Aliansi Tiga Bersaudara, yang mencakup Tentara Arakan, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, memastikan mereka tidak akan melakukan operasi ofensif selama periode tersebut.

Mereka hanya akan bertahan untuk menjaga keamanan distribusi bantuan bagi korban gempa bumi di Myanmar.

Selain itu, pemerintahan paralel yang dibentuk oleh anggota pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi yang digulingkan dalam kudeta 2021 juga mengumumkan gencatan senjata sejak Sabtu.

Namun, hingga kini, pihak militer Myanmar belum menunjukkan tanda-tanda untuk menghentikan serangannya. Media lokal melaporkan bahwa serangan udara masih terus terjadi di wilayah kekuasaan kelompok oposisi.

Sementara itu, tim penyelamat dari luar negeri mulai berdatangan ke Myanmar untuk membantu proses evakuasi korban gempa besar di Myanmar.

Lebih dari 1.500 tenaga penyelamat asing telah dikerahkan, sementara tim medis asal Jepang tiba di Yangon dengan membawa bantuan darurat berupa perlengkapan sanitasi, air bersih, dan alat pemurni air untuk mendukung pemulihan pasca-bencana.

Tak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa bumi di Myanmar yang terjadi pada 28 Maret 2025.

Menteri Luar Negeri Sugiono beserta rombongan saat mengecek kesiapan logistik bantuan kemanusiaan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (3/4/2025). [Dok. Antara]
Menteri Luar Negeri Sugiono beserta rombongan saat mengecek kesiapan logistik bantuan kemanusiaan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (3/4/2025). [Dok. Antara]

Informasi ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, saat melepas bantuan kemanusiaan tahap ketiga di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2025).

"Berdasarkan laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Myanmar, hingga saat ini belum ada laporan WNI yang menjadi korban. Kita berharap seluruh WNI di Myanmar dalam kondisi aman dan sehat," ujar Sugiono.

Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Myanmar terus meningkat. Hingga kini, tercatat 2.886 orang meninggal dunia, 4.639 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang. Situasi di Myanmar juga diperburuk oleh kondisi keamanan dan politik yang belum stabil.

Jika nantinya ditemukan WNI yang menjadi korban, Sugiono memastikan bahwa pemerintah akan segera melakukan evakuasi WNI ke Tanah Air.

"Kita berharap tidak ada korban dari WNI, namun jika ada, pemerintah akan segera mengambil langkah untuk memulangkan mereka," tambahnya.

Sebagai bentuk solidaritas, pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar dengan total berat 124 ton senilai sekitar 1,2 juta dolar AS atau setara Rp20,89 miliar. Bantuan ini terdiri atas shelter, alat kesehatan, dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan.

Pengiriman bantuan ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Luar Negeri, Kemenko PMK, serta negara-negara ASEAN sebagai bagian dari upaya tanggap darurat terhadap bencana gempa Myanmar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Singapura Datang Mendadak, Mohon Waktu Bertemu Presiden Prabowo

Menlu Singapura Datang Mendadak, Mohon Waktu Bertemu Presiden Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Kasus 1,16 Ton Ketamin: 7 WNI ABK Kapal MT Global 168 Dibebaskan karena Tak Tahu Angkut Narkoba

Kasus 1,16 Ton Ketamin: 7 WNI ABK Kapal MT Global 168 Dibebaskan karena Tak Tahu Angkut Narkoba

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Skema Baru Pengembalian Pajak Belanja Bagi Turis di Jepang

Skema Baru Pengembalian Pajak Belanja Bagi Turis di Jepang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Pembunuh WNI Isaac Hansen Averino Bebas dari Hukuman Penjara Jerman

Pembunuh WNI Isaac Hansen Averino Bebas dari Hukuman Penjara Jerman

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:20 WIB

WNI Doyan Shopping Bisa Dapat Fasilitas Bebas Pajak Mulai 1 November, Syaratnya Belanja di Jepang

WNI Doyan Shopping Bisa Dapat Fasilitas Bebas Pajak Mulai 1 November, Syaratnya Belanja di Jepang

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:25 WIB

WNI di Eropa Dimbau Menjauhi Kerusuhan Protes Pendidikan demi Keselamatan Diri

WNI di Eropa Dimbau Menjauhi Kerusuhan Protes Pendidikan demi Keselamatan Diri

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Menlu Arrmanatha Imbau WNI di Eropa Tak Ikut-ikutan Unjuk Rasa, Tapi Fokus Bekerja

Menlu Arrmanatha Imbau WNI di Eropa Tak Ikut-ikutan Unjuk Rasa, Tapi Fokus Bekerja

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:30 WIB

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Soal Kondisi WNI di Prancis, Menlu Terus Pantau Situasi Eropa

Soal Kondisi WNI di Prancis, Menlu Terus Pantau Situasi Eropa

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:56 WIB

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×