Trump Bekukan Dana Rp 37 Triliun ke Harvard karena Tolak Tuntutan Gedung Putih

Denada S Putri

Rabu, 16 April 2025 | 20:34 WIB
Trump Bekukan Dana Rp 37 Triliun ke Harvard karena Tolak Tuntutan Gedung Putih
Kolase foto Universitas Harvard dan Donald Trump. [Ist]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya membekukan dana hibah senilai Rp 37 triliun kepada Universitas Harvard, Selasa (15/04/2025) kemarin.

Pembekuan ini dilakukan karena Universitas Harvard menolak 10 tuntutan yang diajukan oleh Gedung Putih.

Adapun, di antara tuntutan tersebut adalah anjuran agar Kampus Harvard merilis peraturan baru untuk melawan anti semitisme di kampus.

Selain itu juga Gedung Putih menuntut perubahan pada tata kelola Kampus Harvard, praktik perekrutan, dan prosedur penerimaan mahasiswa.

Bahkan, pemerintah juga menuntut penutupan segera semua program dan inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, termasuk dalam perekrutan dan penerimaan mahasiswa.

Dikutip dari BBC, pemerintah meminta Harvard untuk mengganti penerimaan mahasiswa yang inklusi itu dengan kebijakan berbasis prestasi.

Setelah Gedung Putih mengajukan tuntutan, Harvard dengan tegas menolaknya karena merasa tuntutan itu seakan ingin "mengendalikan" kampusnya.

Tuntutan dari Trump itu juga dinilai mengancam nilai-nilai Harvard sebagai institusi swasta yang menjunjung kebebasan akademik.

Surat dari Gedung Putih kepada Harvard mengatakan, universitas tersebut telah gagal memenuhi "kondisi hak intelektual dan sipil" yang membenarkan investasi federal.

baca juga

Surat tersebut memuat 10 kategori tuntutan perubahan yang diusulkan, di antaranya:

  1. Melaporkan siswa yang "memusuhi" nilai-nilai Amerika kepada pemerintah federal.
  2. Memastikan setiap departemen akademik memiliki "sudut pandang yang beragam".
  3. Mempekerjakan pihak eksternal yang disetujui pemerintah untuk mengaudit program dan departemen "yang paling memicu pelecehan antisemit".
  4. Memeriksa staf fakultas untuk plagiarisme.

Presiden Trump menuduh universitas-universitas terkemuka seperti Harvard ini gagal melindungi mahasiswa Yahudi ketika kampus-kampus di seluruh negeri diguncang oleh protes atas perang di Gaza dan dukungan AS terhadap Israel tahun lalu.

Surat itu juga memerintahkan universitas untuk mengambil tindakan disiplin atas "pelanggaran" yang terjadi selama protes.

Dalam menjelaskan penolakannya terhadap tuntutan ini, Presiden Harvard Alan Garber mengatakan universitas tidak akan menyerahkan independensinya atau melepaskan hak konstitusionalnya berdasarkan Amandemen Pertama yang melindungi kebebasan berbicara.

"Meskipun beberapa tuntutan yang digariskan oleh pemerintah ditujukan untuk memerangi anti semitisme, sebagian besar merupakan regulasi langsung pemerintah terhadap 'kondisi intelektual' di Harvard," katanya.

Universitas Harvard. [Ist]
Universitas Harvard. [Ist]

Universitas Harvard: Kiblat Pendidikan dan Penghasil Pemimpin Dunia

Universitas Harvard, yang berlokasi di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, bukan sekadar institusi pendidikan tinggi biasa. Lebih dari itu, Harvard adalah simbol keunggulan akademik, inovasi, dan pembentukan pemimpin dunia selama hampir empat abad.

Didirikan pada tahun 1636, menjadikannya institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat, Harvard telah mencetak sejarah dan terus menjadi tolok ukur bagi universitas-universitas lain di seluruh dunia.

Sejarah Panjang dan Prestisius

Nama Harvard diambil dari seorang pendeta Puritan bernama John Harvard, yang mewariskan perpustakaan dan sebagian besar hartanya kepada institusi yang baru didirikan ini.

Sejak awal, Harvard memiliki komitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi dalam berbagai disiplin ilmu.

Seiring berjalannya waktu, Harvard terus berkembang dan memperluas cakupannya.

Saat ini, universitas ini terdiri dari berbagai sekolah dan fakultas yang menawarkan program sarjana, pascasarjana, dan profesional dalam beragam bidang, mulai dari seni dan ilmu pengetahuan, hukum, kedokteran, bisnis, teknik, hingga desain.

Keunggulan Akademik yang Tak Tertandingi

Reputasi akademik Harvard dibangun atas dasar beberapa pilar utama:

Fakultas Kelas Dunia: Harvard memiliki jajaran profesor dan peneliti terkemuka di bidangnya masing-masing. Banyak di antara mereka adalah pemenang penghargaan Nobel, Pulitzer, dan penghargaan bergengsi lainnya.

Kehadiran mereka menarik mahasiswa terbaik dari seluruh dunia dan menciptakan lingkungan belajar yang sangat stimulatif.

Program Studi yang Komprehensif: Harvard menawarkan beragam program studi yang dirancang untuk menantang dan menginspirasi mahasiswa.

Kurikulumnya terus diperbarui untuk mencerminkan perkembangan terbaru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fasilitas Penelitian Mutakhir: Universitas ini memiliki laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas penelitian yang canggih, memungkinkan mahasiswa dan fakultas untuk melakukan penelitian inovatif yang berdampak global.

Seleksi Mahasiswa yang Ketat: Proses penerimaan di Harvard sangat kompetitif, menjaring calon mahasiswa dengan potensi akademik dan kepemimpinan yang luar biasa. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan penuh dengan individu-individu berbakat.

Lebih dari Sekadar Akademik

Harvard tidak hanya fokus pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.

Berbagai organisasi mahasiswa, kegiatan ekstrakurikuler, dan program pengembangan diri tersedia untuk membantu mahasiswa tumbuh menjadi individu yang berpengetahuan luas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Dampak Global dan Alumni Terkemuka

Lulusan Harvard telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai bidang kehidupan.

Daftar alumni Harvard mencakup delapan presiden Amerika Serikat, puluhan kepala negara dan pemerintahan dari berbagai negara, para pemimpin bisnis, ilmuwan terkemuka, seniman, penulis, dan aktivis yang telah mengubah dunia.

Keberadaan Harvard sebagai pusat penelitian dan pendidikan juga memberikan dampak besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berbagai penemuan dan inovasi penting lahir dari laboratorium dan pemikiran para peneliti di Harvard.

Tantangan dan Masa Depan

Meskipun memiliki sejarah yang gemilang, Harvard juga menghadapi tantangan di era modern ini. Isu-isu seperti aksesibilitas pendidikan, biaya kuliah yang tinggi, dan relevansi kurikulum di tengah perubahan global terus menjadi perhatian.

Namun, dengan tradisi inovasi dan komitmen terhadap keunggulan, Universitas Harvard terus beradaptasi dan berupaya untuk tetap menjadi yang terdepan dalam pendidikan tinggi global.

Mereka terus mengembangkan program-program baru, memperluas jangkauan internasional, dan berinvestasi dalam penelitian untuk menjawab tantangan-tantangan masa depan.

Kontributor : Maliana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Beri Sinyal Selamatkan Sektor Otomotif di Tengah Perang Dagang, Pajak Diturunkan?

Donald Trump Beri Sinyal Selamatkan Sektor Otomotif di Tengah Perang Dagang, Pajak Diturunkan?

Otomotif | Rabu, 16 April 2025 | 14:20 WIB

Efek Tarif Trump: Warga AS Panik Borong Sunscreen Korea, Apa Alasannya?

Efek Tarif Trump: Warga AS Panik Borong Sunscreen Korea, Apa Alasannya?

Lifestyle | Rabu, 16 April 2025 | 13:55 WIB

Pesan Prabowo ke Tim Negosiasi Tarif Trump: Yang Penting Turun-Negosiasi Sebaik-baiknya!

Pesan Prabowo ke Tim Negosiasi Tarif Trump: Yang Penting Turun-Negosiasi Sebaik-baiknya!

News | Selasa, 15 April 2025 | 17:41 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×