Suara.com - Polisi menjemput paksa artis Jonathan Frizzy alias Ijonk akibat dugaan penyalahgunaan obat keras etomidate yang terkandung di dalam cairan liquid rokok elektrik atau vape.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi membenarkan Jonathan Frizzy sudah dicokok oleh pihak penyidik.
"Sudah ditangkap," kata Ade Ary, Senin (5/5/2025).
Ade Ary mengatakan, pesinetron yang akrab disapa Ijonk ini ditangkap kemarin sore. Ijonk digelandang ke Mapolda Metro Jaya, dari kediamannya yang beralamat di Jalan Bintaro Akasia Blok HA Nomor 17, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
"Kemarin sore," jelasnya.
Sebelumnya, Kapolres Kota Bandara Soekarno Hatta, Kombes Pol Ronald Sipayung mengatakan, pihaknya menangkap 3 orang tersangka dalam kasus liquid yang mengandung etomidate dari luar negeri.
Ketiganya berinisial BYR, EDA, dan ER. Para tersangka menyebut jika barang haram yang mereka bawa memiliki keterlibatan dengan Ijonk.
Petugas sempat melakukan pemanggilan terhadap Ijonk. Petugas sempat melakukan pemanggilan terhadap Ijonk, pada Kamis 14 April lalu dan dijadwalkan pemeriksaan lanjutan pada 21 April. Namun hal itu gagal lantaran Ijonk mangkir.
Ijonk dikabarkan sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan lanjutan sebagai saksi dalam kasus yang sama. Namun dirinya mangkir lantaran baru selesai menjalankan operasi.
"Pada pemeriksaan kedua, yang bersangkutan beralasan sakit," kata Ronald.
Sebelumnya diberitakan, Polres Bandara Soetta mengungkap dugaan penyalahgunaan obat keras etomidate lewat media vape pada Maret 2025.
Dari perkara tersebut, penyidik menahan tiga orang berinisial BTR, EDS dan ER, yang kedapatan membawa vape dengan kandungan etomidate dari luar negeri.
Nama Jonathan Frizzy lalu muncul dari hasil pemeriksaan ketiga orang yang sudah lebih dulu ditahan. Sang artis kemudian dimintai keterangan pada 17 April.
"Dari JF sudah memenuhi panggilan kami sebagai saksi," ujar Kasat Narkoba Polres Bandara Soetta, AKP Michael K. Tandayu dalam keterangannya pada 28 April 2025.
Namun, penyidik butuh keterangan tambahan dari Jonathan Frizzy sehingga memanggilnya kembali pada 21 April.