Mengapa Pria Usia 40 Tahun Masih Betah Melajang? Ini Alasannya

Suhardiman Suara.Com
Sabtu, 10 Mei 2025 | 16:42 WIB
Mengapa Pria Usia 40 Tahun Masih Betah Melajang? Ini Alasannya
Ilustrasi pria usai 40 tahun masih betah melajang. [ChatGPT]

Suara.com - Pernikahan bagi seorang pria bisa memiliki makna dan dampak yang sangat personal, tergantung pada nilai, budaya, tujuan hidup, dan pengalaman pribadinya.

Pernikahan sering dilihat sebagai ikatan dengan pasangan yang menjadi teman hidup, memberikan dukungan emosional, dan berbagi suka duka.

Bagi banyak pria ini adalah kesempatan untuk membangun hubungan yang mendalam dan stabil.

Bagi pria, pernikahan bisa berarti mengambil peran sebagai kepala keluarga, penyedia, atau pelindung, tergantung pada budaya atau nilai yang dianut.

Ini sering diiringi dengan ekspektasi untuk memberikan stabilitas finansial dan emosional.

Lebih lanjut bagi sebagian pria, pernikahan merupakan langkah menuju membentuk keluarga, memiliki anak, dan meneruskan nilai atau warisan keluarga.

Menikah sering dianggap sebagai tanda kedewasaan.

Di mana seorang pria berkomitmen untuk setia, bertanggung jawab, dan mengutamakan kebutuhan pasangan serta keluarga di atas keinginan pribadi.

Pernikahan juga bisa mengubah prioritas dan kebebasan seorang pria. Beberapa melihatnya sebagai pengorbanan (misalnya, mengurangi waktu untuk hobi atau kebebasan lajang).

Sementara yang lain melihatnya adalah sebagai pengayaan hidup melalui kebersamaan.

Pernikahan mengharuskan pria untuk belajar kompromi, komunikasi, dan mengelola konflik.

Hal ini bisa menjadi sarana untuk pertumbuhan pribadi, meski juga menantang.

Dalam beberapa budaya atau agama, pernikahan adalah kewajiban moral atau spiritual, seperti menyempurnakan separuh agama (dalam Islam) atau memenuhi tradisi keluarga.

Bagi sebagian pria, pernikahan dapat memberikan rasa aman secara emosional dan sosial, serta struktur hidup yang lebih terorganisir. Namun, pandangan ini tidak universal.

Beberapa pria mungkin melihat pernikahan sebagai beban atau formalitas, terutama jika mereka menghargai kebebasan individu atau memiliki pengalaman negatif terkait hubungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI