Krisis Iklim Bikin Jumlah Pengungsi di Seluruh Dunia Meroket: Apa yang Bisa Dilakukan?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 16 Mei 2025 | 12:37 WIB
Krisis Iklim Bikin Jumlah Pengungsi di Seluruh Dunia Meroket: Apa yang Bisa Dilakukan?
Ilustrasi krisis iklim. (unsplash.com/@dibakar16roy)

Menghadapi lonjakan ini, para ahli menekankan perlunya tindakan ganda: tanggap darurat dan rencana jangka panjang.

Bagi Global Centre for Climate Mobility (GCCM), memangkas emisi gas rumah kaca adalah langkah mendesak yang tak bisa ditawar. Namun, itu saja tidak cukup. Dunia butuh strategi yang lebih komprehensif untuk merespons krisis pengungsian akibat iklim.

Langkah pertama adalah menghentikan degradasi lingkungan. Infrastruktur harus diperkuat. Zonasi wilayah perlu ditegakkan, dan kode bangunan mesti dipatuhi dengan ketat agar risiko bencana bisa ditekan.

Kedua, memperkuat kesiapsiagaan. Ini bukan hanya soal sistem peringatan dini, tapi juga mencakup asuransi risiko dan perlindungan sosial. Semua elemen ini penting untuk melindungi warga ketika bencana datang tiba-tiba.

Langkah ketiga adalah soal mobilitas bermartabat. Bagi mereka yang tinggal di zona rawan bencana, tapi tak punya pilihan untuk pindah, negara harus hadir. Insentif dan dukungan konkret dibutuhkan agar mereka bisa pindah secara aman dan terencana.

Terakhir, dunia perlu membangun solusi jangka panjang. Orang-orang yang telah mengungsi harus mendapat akses pada tempat tinggal yang layak, layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta peluang mata pencaharian yang stabil.

Dalam semua ini, kota akan menjadi garda depan. Rosengaertner menekankan, “Kota harus siap memberikan keamanan dan peluang bagi warga yang mengungsi.” Sebab, kota bukan hanya tujuan akhir para pengungsi, tapi juga ruang harapan untuk memulai kembali.

Pendanaan Minim, Risiko Membesar

Pengungsian internal merupakan bentuk nyata dari loss and damage kerugian akibat iklim, yang telah disepakati negara-negara dalam pertemuan iklim PBB 2022. Sayangnya, pendanaannya masih jauh dari cukup.

Anzellini memperingatkan, “Dana bantuan yang ada belum mencerminkan biaya nyata dari pengungsian.” Bahkan, pemotongan anggaran bantuan kemanusiaan oleh negara kaya memperparah kondisi ini.

Pemotongan dana bukan hanya berdampak pada para pengungsi. Tapi juga melemahkan sistem pemantauan dan data, yang krusial untuk perencanaan tanggapan.

“Pemotongan ini membuat komunitas semakin rentan,” kata Rosengaertner.

Namun, ia menambahkan ada peluang untuk mengubah pendekatan. Jika pemotongan bantuan diganti dengan peningkatan perdagangan, akses kerja, atau transfer teknologi, dampaknya bisa lebih positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Skincare Ramah Lingkungan Kini Jadi Pilihan,  Industri Kecantikan Ikut Berbenah

Produk Skincare Ramah Lingkungan Kini Jadi Pilihan, Industri Kecantikan Ikut Berbenah

Lifestyle | Kamis, 15 Mei 2025 | 14:39 WIB

Ancaman di Depan Mata, Siapkah Kurikulum Pendidikan Indonesia Bantu Anak Hadapi Krisis Iklim?

Ancaman di Depan Mata, Siapkah Kurikulum Pendidikan Indonesia Bantu Anak Hadapi Krisis Iklim?

Lifestyle | Kamis, 15 Mei 2025 | 12:48 WIB

Keberlanjutan Berpotensi Jadi Kunci Masa Depan Pariwisata Pulau Dewata

Keberlanjutan Berpotensi Jadi Kunci Masa Depan Pariwisata Pulau Dewata

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2025 | 07:02 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB