Iklim Ekstrem Ancam Hidup dan Masa Depan Anak, Bagaimana Melindungi Mereka?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 19 Mei 2025 | 16:56 WIB
Iklim Ekstrem Ancam Hidup dan Masa Depan Anak, Bagaimana Melindungi Mereka?
Sejumlah peserta membawa poster saat aksi krisis iklim di depan Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Dampak perubahan iklim semakin terasa nyata di berbagai belahan dunia. Perhatian global kini tertuju pada bagaimana perubahan ini memengaruhi generasi muda secara langsung.

Anak-anak yang lahir di masa kini menghadapi risiko yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature pada Mei 2025 menyajikan data terkini mengenai ancaman iklim ekstrem yang akan dialami anak-anak yang lahir pada tahun 2020 sepanjang hidup mereka.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti internasional dengan menggunakan berbagai model iklim mutakhir. Mereka juga menggabungkan data demografi serta indikator sosial ekonomi untuk mendapatkan gambaran risiko yang lebih komprehensif.

Bencana iklim yang diperkirakan akan semakin sering terjadi meliputi gelombang panas, gagal panen, banjir sungai, kekeringan, kebakaran hutan, serta badai siklon tropis. Studi ini fokus memperkirakan dampak jangka panjang dari pemanasan global yang masih berlangsung hingga kini.

Pengendara motor nelintas saat hujan lebat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/3/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengendara motor nelintas saat hujan lebat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/3/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Hasil penelitian menunjukkan, jika kebijakan iklim saat ini terus berjalan tanpa perubahan signifikan, suhu bumi berpotensi meningkat sekitar 2,7 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri pada akhir abad ini, yakni tahun 2100.

Dalam skenario yang lebih optimistis dengan kenaikan suhu terbatas di angka 1,5 derajat Celsius, sekitar 52 persen anak yang lahir pada tahun 2020 akan mengalami gelombang panas ekstrem dalam hidup mereka.

Namun, apabila suhu bumi naik hingga 3,5 derajat Celsius pada 2100, risiko tersebut naik tajam. Diperkirakan 92 persen anak atau sekitar 111 juta anak akan menghadapi gelombang panas yang sangat ekstrem.

Lonjakan ini memperlihatkan betapa seriusnya ancaman yang membayangi masa depan generasi muda.

Selain gelombang panas, penelitian juga mencatat bahwa 29 persen anak yang lahir pada 2020 berisiko mengalami gagal panen. Sementara itu, 14 persen lainnya diprediksi akan terkena dampak banjir sungai yang lebih sering dan parah. Ketika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, perbedaan ini sangat signifikan.

baca juga

Dari 81 juta anak yang lahir pada 1960, hanya 16 persen yang pernah mengalami gelombang panas ekstrem.

Penulis utama studi, Luke Grant, menyatakan bahwa data ini belum mencakup risiko terburuk. Beberapa bencana ekstrem dapat terjadi secara bersamaan, seperti gelombang panas yang berbarengan dengan kebakaran hutan dan kekeringan.

Namun, simulasi untuk kejadian bersamaan tersebut masih sulit dilakukan dan belum dimasukkan dalam analisis.

Selain itu, studi ini menyoroti ketidakmerataan dampak iklim. Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah atau kelompok rentan sosial ekonomi menghadapi risiko jauh lebih tinggi. Mereka memiliki akses yang terbatas ke sumber daya penting seperti fasilitas kesehatan, air bersih, dan tempat tinggal yang aman.

Diperkirakan 95 persen anak dari kelompok rentan ini akan mengalami gelombang panas ekstrem, dibandingkan dengan 78 persen anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih mampu. Ketimpangan ini memperburuk kerentanan mereka terhadap bencana iklim.

Dampak perubahan iklim juga memengaruhi aspek pendidikan dan kesehatan anak-anak. Anak-anak yang harus mengungsi akibat banjir atau kebakaran sering kehilangan kesempatan belajar.

Mereka juga rentan terhadap penyakit yang meningkat akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat. Selain dampak fisik, paparan bencana berkelanjutan dapat menimbulkan stres dan trauma yang berdampak pada perkembangan mental anak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pencapaian target Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu tidak lebih dari 1,5 derajat Celsius dapat memberikan perlindungan signifikan bagi anak-anak.

Jika target ini tercapai, sekitar 613 juta anak dapat terlindungi dari gelombang panas ekstrem. Selain itu, risiko gagal panen dapat berkurang bagi 98 juta anak, dan 64 juta anak akan terhindar dari dampak banjir sungai. Perlindungan juga diperoleh oleh jutaan anak lain dari risiko kekeringan, kebakaran hutan, dan badai tropis.

Penulis: Kayla Riasya Salsabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Digantung Selama di Penjara, Bocah Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Gugat Polisi

Nasib Digantung Selama di Penjara, Bocah Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Gugat Polisi

News | Senin, 19 Mei 2025 | 16:28 WIB

Atasi Polusi di Perkotaan, KLH Fokus pada Kawasan Industri dan Bangun Sistem Peringatan Dini

Atasi Polusi di Perkotaan, KLH Fokus pada Kawasan Industri dan Bangun Sistem Peringatan Dini

News | Senin, 19 Mei 2025 | 13:43 WIB

Kinerja Saham Hijau: Fluktuatif di Masa Kini, Menjanjikan di Masa Depan

Kinerja Saham Hijau: Fluktuatif di Masa Kini, Menjanjikan di Masa Depan

News | Senin, 19 Mei 2025 | 11:16 WIB

Terkini

Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan

Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:19 WIB

Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua

Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:19 WIB

Percepatan Program Sekolah Rakyat, Wamensos: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

Percepatan Program Sekolah Rakyat, Wamensos: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kejagung Respons Penggeledahan Cafe De'Klan dan Rumah di Sentul, Tunggu Hasil Penyidikan Polri

Kejagung Respons Penggeledahan Cafe De'Klan dan Rumah di Sentul, Tunggu Hasil Penyidikan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:56 WIB

Misteri Brankas Rp476 Miliar di Rumah Sentul City, Benarkah Milik Jampidsus Febrie Adriansyah?

Misteri Brankas Rp476 Miliar di Rumah Sentul City, Benarkah Milik Jampidsus Febrie Adriansyah?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:52 WIB

Aktivis Anti-Korupsi Kritik Penjagaan Rumah Jampidsus Oleh TNI: Tugas Militer Jaga Kedaulatan

Aktivis Anti-Korupsi Kritik Penjagaan Rumah Jampidsus Oleh TNI: Tugas Militer Jaga Kedaulatan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:40 WIB

Eks Sekjen MPR Diduga Gunakan Duit Gratifikasi Rp30 M untuk Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

Eks Sekjen MPR Diduga Gunakan Duit Gratifikasi Rp30 M untuk Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:20 WIB

Revisi Aturan Outsourcing Dipastikan Rampung Juli 2026, Said Iqbal Bocorkan Poinnya

Revisi Aturan Outsourcing Dipastikan Rampung Juli 2026, Said Iqbal Bocorkan Poinnya

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:19 WIB

KPK Bongkar Modus 'Uang Assalamualaikum' Eks Sekjen MPR: Palak Rekanan Proyek 10 Persen!

KPK Bongkar Modus 'Uang Assalamualaikum' Eks Sekjen MPR: Palak Rekanan Proyek 10 Persen!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:17 WIB

IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!

IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:53 WIB

×