Wapres Gibran Panen Kritikan Usai Tanam Padi Sambil Berjalan Maju, Padahal Ini Alasannya

Dinda Rachmawati

Senin, 26 Mei 2025 | 15:32 WIB
Wapres Gibran Panen Kritikan Usai Tanam Padi Sambil Berjalan Maju, Padahal Ini Alasannya
Cara Tanam Padi Berjalan Maju Wapres Gibran Rakabuming Panen Kritikan, Ternyata Ini Alasannya (TikTok)

Suara.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menuai sorotan publik setelah memposting video kegiatan kunjungan kerjanya ke Desa Gempel, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, melalui akun TikTok pribadinya. 

Dalam video tersebut, Gibran terlihat berada di sawah bersama para petani, membantu proses penanaman padi menggunakan alat pertanian modern. Salah satu cuplikan menunjukkan mantan Wali Kota Solo itu mendorong sebuah mesin tanam sambil berjalan maju di atas lahan basah sawah.

Adegan tersebut sontak mengundang reaksi beragam dari warganet di kolom komentar. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan cara kerja mesin yang digunakan Gibran, karena berbeda dari teknik tradisional penanaman padi yang umumnya dilakukan dengan berjalan mundur agar tidak menginjak tanaman yang baru ditanam.

Beberapa komentar warganet menyinggung metode tanam tersebut dengan nada heran dan satir. Seorang pengguna TikTok @tua**** menulis, “Revisi alatnya, harusnya bergerak mundur, biar tidak keinjak lagi tanamanya.” 

Komentar lain dari akun @zem**** berbunyi, “Namanya tandur, walaupun pakai mesin ya mundur. Kalau maju gitu ya keinjak itu.”

"Setelah di tanam lalu di injak, ngga kebalik kah itu proses menanam nya? #bertanya serius dengan nada paling lemah lembut," ucap @abd****.

Namun, berdasarkan informasi dari dokumen resmi Kementerian Pertanian, mesin yang digunakan oleh Gibran saat itu adalah Rice Transplanter, yaitu sebuah alat modern untuk memindahkan bibit padi dari tempat persemaian ke lahan sawah secara otomatis dan efisien.

Alat ini dirancang untuk menanam bibit padi dengan presisi tinggi dalam hal jumlah, kedalaman, dan jarak tanam, sehingga berkontribusi terhadap hasil panen yang lebih optimal.

Penggunaan Rice Transplanter memang berbeda dari metode tradisional. Mesin ini dapat bergerak maju saat beroperasi, berbeda dengan cara tanam manual yang mengharuskan petani berjalan mundur untuk menghindari kerusakan pada tanaman yang baru ditanam. 

baca juga

Rice Transplanter juga bekerja dengan sistem mekanis yang menanam bibit langsung ke dalam tanah, dan dirancang untuk tetap menjaga tanaman tetap utuh meski operator berjalan maju di sampingnya.

Video penjelasan dari kanal YouTube Maxxi Tani turut memperkuat informasi ini. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa metode tanam maju menggunakan Rice Transplanter dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja di lapangan. 

Petani tidak perlu lagi membungkuk atau berjalan mundur, sehingga mengurangi beban kerja manual dan mempercepat proses tanam secara keseluruhan.

Kegiatan tanam padi ini merupakan bagian dari kunjungan kerja resmi Wapres Gibran ke Desa Gempel, Ngawi, yang berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025. 

Kunjungan ini juga didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dan Bupati Ngawi Oni Anwar Harsono.

Selain meninjau proses penanaman padi, Wapres juga berdialog langsung dengan para petani dan kelompok tani setempat. 

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah turut menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian secara simbolis, meliputi satu unit combine harvester dan 13 unit traktor roda dua kepada para petani di wilayah tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Pemerintah mendorong penggunaan teknologi modern di sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Dengan kehadiran teknologi seperti Rice Transplanter, para petani diharapkan dapat menjalankan proses penanaman secara lebih efisien dan presisi, tanpa harus mengandalkan metode tradisional yang memerlukan tenaga kerja lebih besar. 

Hal ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan hasil pertanian sekaligus mempercepat pencapaian swasembada pangan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Annisa Pohan Banggakan Prestasi AHY, Wapres Gibran Kena Sindir Publik

Annisa Pohan Banggakan Prestasi AHY, Wapres Gibran Kena Sindir Publik

Entertainment | Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:20 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Gibran Bagi-bagi Uang Rp 25 Juta untuk Bayar Utang?

CEK FAKTA: Benarkah Gibran Bagi-bagi Uang Rp 25 Juta untuk Bayar Utang?

News | Sabtu, 24 Mei 2025 | 09:56 WIB

Kritik Program Barak Militer Dedi Mulyadi, Rocky Gerung Seret Nama Gibran Rakabuming

Kritik Program Barak Militer Dedi Mulyadi, Rocky Gerung Seret Nama Gibran Rakabuming

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 15:57 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×