Menko AHY: Dekarbonisasi Kendaraan Berat Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 29 Mei 2025 | 07:58 WIB
Menko AHY: Dekarbonisasi Kendaraan Berat Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Pekerja berjalan sepulang bekerja di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Langkah Indonesia menuju kemandirian energi memasuki babak baru. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa peralihan dari bahan bakar fosil impor ke energi terbarukan dalam negeri harus menjadi prioritas. Salah satu jalur strategisnya adalah elektrifikasi sektor transportasi, terutama kendaraan berat.

“Kendaraan berat memegang peran sentral dalam perekonomian kita. Namun, mereka juga merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar di sektor transportasi. Oleh karena itu, kita harus melakukan dekarbonisasi, melalui perubahan sistemik yang berani berupa model pengadaan, skema pembiayaan, dan pengembangan infrastruktur,” ungkap Menko AHY dalam sambutannya.

Langkah elektrifikasi kendaraan sebenarnya sudah dimulai, terutama untuk kendaraan pribadi. Pemerintah telah memberikan berbagai insentif, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan bebas bea impor.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), (Dok. Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), (Dok. Istimewa)

Namun, menurut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, tantangan yang lebih besar kini ada di kendaraan berat.

“Tantangan berikutnya adalah dekarbonisasi kendaraan berat, atau heavy-duty vehicle. Sektor transportasi adalah kontributor CO2 terbesar kedua, sekitar 23%, dari total emisi CO2 energi di Indonesia, dan secara konsisten menjadi sumber utama polusi udara. Selain itu, konsumsi energinya signifikan dan sebagian besar masih bergantung pada impor bahan bakar fosil. Oleh karena itu, dekarbonisasi kendaraan berat, dalam hal ini bus dan truk, harus segera dilaksanakan untuk mengurangi emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” jelas Rachmat.

Menjawab tantangan ini, WRI Indonesia meluncurkan dua studi penting. Pertama, Penilaian Kesiapan Infrastruktur dan Keuangan untuk Adopsi Truk Listrik di Indonesia. Kedua, Pembangunan Kerangka Kolaborasi Nasional dan Daerah untuk Percepatan Adopsi Bus Nol Emisi melalui Metode Agregasi Permintaan.

Dua studi ini menjadi tonggak penting dalam penyusunan strategi nasional untuk elektrifikasi kendaraan berat. Temuan utamanya menyebutkan bahwa tanpa elektrifikasi truk, target pengurangan emisi sektor transportasi hanya akan tercapai sebesar 71,05% dari yang direncanakan dalam Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon Indonesia.

Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya, mengungkapkan urgensi elektrifikasi kendaraan berat berdasarkan hasil kajian kolaboratif bersama LAPI ITB.

“Studi yang dilakukan WRI Indonesia dan LAPI ITB menunjukkan bahwa walaupun jumlah kendaraan berat hanya sekitar 3,9% dari total populasi kendaraan di Indonesia, sektor ini menghasilkan sekitar 35,6% dari total emisi karbon sektor transportasi darat,” papar Arief.

baca juga

Ia juga menambahkan bahwa kendaraan diesel tidak hanya menyumbang emisi gas rumah kaca, tetapi juga menghasilkan polusi udara yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Risiko penyakit pernapasan meningkat, dan beban kesehatan publik pun semakin besar.

Karena itu, elektrifikasi truk dan bus menjadi prioritas. Dua alasan mendasarinya: kontribusi besar terhadap emisi dan potensi efisiensi biaya operasional yang tinggi.

Untuk pengadaan massal bus listrik, studi ini merekomendasikan pendekatan agregasi permintaan dari berbagai kota—lebih dari 14.000 unit. Dengan pendekatan ini, biaya pengadaan bisa ditekan hingga 20% berkat skala ekonomi dan standardisasi spesifikasi.

Sementara itu, untuk truk logistik, studi menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pengisian daya di sepanjang koridor-koridor utama logistik Indonesia. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, adopsi truk listrik akan sulit dilakukan secara masif.

Keseriusan Indonesia diwujudkan dalam penyelenggaraan Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2025 dan peluncuran platform Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA).

Platform ini dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri logistik. Tujuannya: mempercepat adopsi truk listrik, menyusun model bisnis yang layak secara ekonomi, dan menarik investasi untuk membangun infrastruktur pengisian daya.

"Kami berharap melalui peluncuran Indonesia Freight Decarbonization Accelerator dan hasil studi yang kami serahkan hari ini, para pemangku kepentingan dapat mengambil langkah strategis yang lebih terarah dan kolaboratif. WRI Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung proses transisi ini melalui riset, advokasi kebijakan, dan penguatan kerja sama lintas sektor," pungkas Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati Harkitnas 2025, Ini Momentum Pertamina Wujudkan Kemandirian Energi

Peringati Harkitnas 2025, Ini Momentum Pertamina Wujudkan Kemandirian Energi

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 16:34 WIB

Hidup Lebih Hijau: Peran Dekarbonisasi Industri untuk Mewujudkan Bumi Berkelanjutan

Hidup Lebih Hijau: Peran Dekarbonisasi Industri untuk Mewujudkan Bumi Berkelanjutan

Lifestyle | Senin, 28 April 2025 | 18:44 WIB

Tilang Kendaraan Berat Tak Lulus Uji Emisi, Pemprov DKI Ingatkan Sanksi Pidana Kurungan hingga Denda

Tilang Kendaraan Berat Tak Lulus Uji Emisi, Pemprov DKI Ingatkan Sanksi Pidana Kurungan hingga Denda

News | Selasa, 15 April 2025 | 12:19 WIB

Terkini

Sisi Gelap Adulthood: Pergulatan Mental Gen Z Hadapi Ketidakpastian Hidup

Sisi Gelap Adulthood: Pergulatan Mental Gen Z Hadapi Ketidakpastian Hidup

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Airbag Mobil Listrik Xpeng X9 Tidak Mengembang saat Terjadi Kecelakaan Fatal

Airbag Mobil Listrik Xpeng X9 Tidak Mengembang saat Terjadi Kecelakaan Fatal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:15 WIB

BRI Borong 4 Penghargaan di The Finance 2026, Bukti Kinerja Solid & Komitmen Dukung UMKM

BRI Borong 4 Penghargaan di The Finance 2026, Bukti Kinerja Solid & Komitmen Dukung UMKM

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Demi Jaga Kualitas Lapangan GBK, Struktur Kandang Timnas Indonesia Diperkuat

Demi Jaga Kualitas Lapangan GBK, Struktur Kandang Timnas Indonesia Diperkuat

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:12 WIB

BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM

BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM

Kalbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi

Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:10 WIB

BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Raih 4 Penghargaan Top 20 Financial Institutions Award 2026, BRI Perkuat Posisi di Industri Keuangan

Raih 4 Penghargaan Top 20 Financial Institutions Award 2026, BRI Perkuat Posisi di Industri Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Belajar Menjaga Harmoni dengan Laut Lewat Tradisi Tetulak Tamperan

Belajar Menjaga Harmoni dengan Laut Lewat Tradisi Tetulak Tamperan

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Petaka Olahraga Malam, Wanita di Bekasi Tewas Tertabrak Motor Saat Joging di Grand Wisata

Petaka Olahraga Malam, Wanita di Bekasi Tewas Tertabrak Motor Saat Joging di Grand Wisata

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:03 WIB

×