Sebut MBG Tak Bisa Tekan Kasus Anak Stunting, YLKI Wanti-wanti Masalah Ini ke Pemerintah

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Senin, 02 Juni 2025 | 14:32 WIB
Sebut MBG Tak Bisa Tekan Kasus Anak Stunting, YLKI Wanti-wanti Masalah Ini ke Pemerintah
ILUSTRASI--Sebut MBG Tak Bisa Tekan Kasus Anak Stunting, YLKI Wanti-wanti Masalah Ini ke Pemerintah. [SuaraJatim/Dimas Angga]

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut situasi konsumsi rokok di Indonesia saat ini telah berada dalam kondisi darurat. Tak hanya menyebabkan kerugian ekonomi dan kesehatan yang besar, konsumsi rokok juga dinilai menjadi penghambat dalam pengentasan kemiskinan dan stunting di kalangan masyarakat miskin.

"Menurut saya kondisi Indonesia saat ini itu sangat tragis, sangat paradoks. Karena masalah tembakau ini kita sebenarnya levelnya sudah darurat, darurat dalam konsumsi," beber Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam konferensi pers secara virtual di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta, Senin (2/6/2025).

Tulus mengungkapkan bahwa lebih dari 32 persen masyarakat Indonesia saat ini termasuk perokok aktif. Yang lebih memprihatinkan, hampir 10 juta di antaranya adalah anak-anak. Angka prevalensinya mencapai sekitar 7,4 persen.

Menurutnya, dengan jumlah yang fantastis itu sebenarnya menimbulkan kerugian yang sangat masif, baik dari sisi ekonomi, kesehatan. Namun, hal itu tidak disadari publik juga negara yang dinilai kurang mengintervensi persoalannya. 

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, di Jakarta, Jumat (28/7/2017). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, di Jakarta, Jumat (28/7/2017). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

"Kalau saat ini pemerintah misalnya teriak-teriak adanya pengentasan kemiskinan dan segala macam, tapi ternyata tidak menukik, bagaimana mengintervensi agar kemiskinan itu bisa dihilangkan dengan mengurangi konsumsi rokok. Karena justru rumah tangga miskin kita rata-rata menghabiskan 10-11 persen untuk konsumsi rokok," kritik Tulus.

Gambaran kondisi seperti itu yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah, terutama ketika berbicara soal pengentasan kemiskinan. Selain penyelesaian ekonomi, Tulus menyebutkan kalau penanganan serius terhadap rokok juga bisa berpengaruh untuk mengurangi stunting.

Dia menekankan kalau masalah stunting juga dikaitkan dengan tingginya konsumsi rokok di keluarga miskin. Sehingga, program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan efektif jika tidak diiringi dengan upaya pengendalian konsumsi rokok.

"Kalau sekarang ada MBG, itu saya yakin tidak akan menyelesaikan persoalan kalau kemudian pemerintah tidak mengintervensi bagaimana rumah tangga miskin itu bisa mengurangi konsumsi rokok," ucapnya.

Ilustrasi merokok - Merokok menjadi salah satu kebiasaan yang membuat bibir menjadi gelap karena asap yang mengandung nikotin (Pixabay/Kruscha)
Ilustrasi merokok. (Pixabay/Kruscha)

YLKI juga menyoroti bagaimana persepsi masyarakat terhadap industri rokok sering kali keliru. Industri ini dianggap sebagai penyumbang besar bagi ekonomi dan tenaga kerja, padahal menurut Tulus, kontribusi itu tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan.

baca juga

"Industri rokok itu diposisikan sebagai industri yang normal dan bahkan sering dipuja-puja, karena berkontribusi dari sisi ekonomi, berkontribusi dari sisi tenaga kerja dan lain sebagainya. Seolah-olah industri rokok itu industri yang perannya paling tinggi," tuturnya.

YLKI mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menekan konsumsi rokok, mulai dari regulasi ketat, pelarangan iklan, hingga edukasi publik yang masif, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.

MBG Diklaim Perbaiki Gizi Anak

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meyakini kalau program makan bergizi gratis (MBG) juga dapat memperbaiki kualitas fisik anak-anak Indonesia menjadi tumbuh lebuh tinggi. Dia mengklaim kalau anak-anak penerima manfaat MBG berpotensi tumbuh tinggi minimal hingga 180cm saat dewasa. 

Dia menyebutkan bahwa anak usia 12 hingga 16 tahun merupakan second peak atau puncak kedua pertumbuhan fisik anak yang sangat menentukan tinggi badan dan kesehatan masa dewasa. Pada rentang usia itu pula MBG dibagikan kepada anak-anak di sekolah dan pesantren.

"Inilah saatnya kita harus intervensi dengan gizi seimbang. Kalau kita tidak intervensi sekarang, maka tubuhnya saya perkirakan rata-rata hanya 160-165 (cm). Tapi ketika ada makan bergizi, nanti tubuhnya minimal 180 cm," kata Dadan saat peluncuran 1.000 dapur MBG di pesantren secara virtual, Senin (26/5/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipuji-puji karena Dietnya Berhasil, Prabowo Pangling Lihat Megawati: Ibu Luar Biasa!

Dipuji-puji karena Dietnya Berhasil, Prabowo Pangling Lihat Megawati: Ibu Luar Biasa!

News | Senin, 02 Juni 2025 | 13:48 WIB

Ngaku Tak Sudi Rakyat Ditipu, Prabowo: Pejabat dan Pemimpin yang Melanggar, Laporkan!

Ngaku Tak Sudi Rakyat Ditipu, Prabowo: Pejabat dan Pemimpin yang Melanggar, Laporkan!

News | Senin, 02 Juni 2025 | 12:26 WIB

Klaim Tak Pandang Parpolnya, Prabowo Siap Pecat Pejabat Bobrok: Lebih Baik Mundur Ketimbang Dicopot!

Klaim Tak Pandang Parpolnya, Prabowo Siap Pecat Pejabat Bobrok: Lebih Baik Mundur Ketimbang Dicopot!

News | Senin, 02 Juni 2025 | 11:59 WIB

Klaim Siswa Penerima MBG Bisa Tumbuh Tinggi 180 cm, Kepala BGN: Sudah Terbukti 2 Anak Saya di Rumah

Klaim Siswa Penerima MBG Bisa Tumbuh Tinggi 180 cm, Kepala BGN: Sudah Terbukti 2 Anak Saya di Rumah

News | Senin, 26 Mei 2025 | 16:32 WIB

Terkini

Padukan Realita dan AI, Lea Simanjuntak Hadirkan Visual Magis dalam Video Klip Ruang Dihatimu

Padukan Realita dan AI, Lea Simanjuntak Hadirkan Visual Magis dalam Video Klip Ruang Dihatimu

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 21:08 WIB

KPK Sita Dokumen Layanan Pertanahan Usai Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN

KPK Sita Dokumen Layanan Pertanahan Usai Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Viral Gaya Bicara Diduga Kajari Bandung 'Ngajak Ribut' Bikin Wartawan Naik Pitam

Viral Gaya Bicara Diduga Kajari Bandung 'Ngajak Ribut' Bikin Wartawan Naik Pitam

Video | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:41 WIB

Timnas Indonesia TC di China, Garuda Muda Siapkan Ujian Jelang Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia TC di China, Garuda Muda Siapkan Ujian Jelang Piala Asia U-20 2027

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 20:39 WIB

Eks Liverpool Sarankan Nama Ini untuk Jadi Pelatih Anyar Kevin Diks Dkk

Eks Liverpool Sarankan Nama Ini untuk Jadi Pelatih Anyar Kevin Diks Dkk

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 20:32 WIB

Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur

Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 20:30 WIB

Belajar Menerima Cinta Lewat Lagu Ketika Cinta Bertasbih Melly Goeslaw

Belajar Menerima Cinta Lewat Lagu Ketika Cinta Bertasbih Melly Goeslaw

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 20:30 WIB

Ada Teman Nonton Baru di Bioskop, Smoothies Creamy Sehat dengan 4 Rasa Menggoda

Ada Teman Nonton Baru di Bioskop, Smoothies Creamy Sehat dengan 4 Rasa Menggoda

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:26 WIB

×