Alarm Bahaya dari Kutub: Saat Beruang Kutub Berjuang Melawan Perubahan Iklim

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 04 Juni 2025 | 11:32 WIB
Alarm Bahaya dari Kutub: Saat Beruang Kutub Berjuang Melawan Perubahan Iklim
Beruang kutub. [Shutterstock]

Sejak tahun 1900, permukaan laut dunia telah naik lebih dari 20 sentimeter. Setengah dari kenaikan itu terjadi setelah 1990.

Para ilmuwan sepakat: sekalipun pemanasan global dihentikan hari ini, gunung es tetap akan mencair dalam beberapa dekade ke depan. Tapi kita masih bisa memperlambat lajunya.

Jika dunia berhasil menekan emisi dan mencapai target iklim global, hanya sekitar seperempat volume es gunung yang hilang hingga akhir abad ini. Tapi jika pemanasan terus dibiarkan, hampir separuh dari seluruh es gunung dunia bisa lenyap.

Itu bukan sekadar statistik. Itu berarti hilangnya sumber air, menguatnya risiko bencana, dan lenyapnya keseimbangan ekosistem yang telah menopang kehidupan selama ribuan tahun.

Pesan para peneliti jelas: krisis ini bukan tak terhindarkan. Kita punya pilihan. Kita bisa mengurangi emisi, mempercepat transisi energi, dan memperkuat komitmen pada perlindungan lingkungan.

Gunung es mencair diam-diam, tapi dampaknya menggema ke seluruh dunia. Kita tidak bisa menunggu semuanya hilang untuk mulai peduli.

Meski kenyataannya suram, ada harapan. Banyak organisasi dan negara telah mengambil langkah. Perjanjian Beruang Kutub 1973 menyatukan negara-negara Arktik untuk melindungi spesies ini. Saat ini, fokus utama adalah dua hal: mengurangi emisi gas rumah kaca secara global dan mengelola aktivitas manusia di Arktik agar tidak memperburuk situasi.

Beberapa komunitas lokal di wilayah Arktik juga mulai terlibat aktif. Mereka memantau populasi beruang secara langsung, membantu peneliti, dan menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Teknologi seperti pelacak satelit kini digunakan untuk mempelajari pola migrasi dan kondisi tubuh beruang kutub secara real-time.

Beruang kutub bukan sekadar korban. Mereka juga simbol ketahanan. Bulu mereka yang memantulkan cahaya, kulit gelap yang menyerap panas, dan kemampuan induk beruang membesarkan anak-anaknya dalam suhu ekstrem adalah bukti bahwa alam selalu mencari cara untuk bertahan.

baca juga

Tetapi kali ini, mereka tidak bisa melakukannya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terobosan RIPE: Rekayasa Genetika Selamatkan Ketahanan Pangan dari Krisis Iklim?

Terobosan RIPE: Rekayasa Genetika Selamatkan Ketahanan Pangan dari Krisis Iklim?

Your Say | Rabu, 04 Juni 2025 | 11:03 WIB

Kota Masa Depan: Alam, Limbah, dan Aksi Iklim yang Terintegrasi

Kota Masa Depan: Alam, Limbah, dan Aksi Iklim yang Terintegrasi

Your Say | Rabu, 04 Juni 2025 | 09:38 WIB

Curug Kondang, Wisata Air Terjun di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Curug Kondang, Wisata Air Terjun di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Your Say | Rabu, 04 Juni 2025 | 09:29 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×