Heboh Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi, Tuai Badai Kritik

Ferry Noviandi | Suara.com

Selasa, 10 Juni 2025 | 22:01 WIB
Heboh Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi, Tuai Badai Kritik
Mantan presiden Joko Widodo alias Jokowi saat ditemui di kediaman pribadinya, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Pernyataan kontroversial kader Partasi Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur tentang mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memicu badai kritik di media sosial.

Bagaimana tidak, politisi yang kini menjabat sebagai Ketua Biro Ideologi & Kaderisasi DPW PSI Bali itu menyebut Jokowi memenuhi syarat menjadi nabi.

Ungkapan tersebut disampaikan melalui akun X pribadinya @DedyNurPalakka pada Senin, 9 Juni 2025.

Dedy Nur memulai pernyataannya dengan mengelu-elukan Jokowi sebagai mantan presiden yang paling dekat dengan rakyat.

Kaesang Pangarep bersama Dedy Nur, kader PSI yang menyebut Jokowi memenuhi syarat sebagai seorang nabi. [Instagram]
Kaesang Pangarep bersama Dedy Nur, kader PSI yang menyebut Jokowi memenuhi syarat sebagai seorang nabi. [Instagram]

"Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat," twit Dedy Nur.

Dedy menambahkan bahwa di sisi lain, masih ada pihak yang belum siap menerima kenyataan bahwa tugas kenegaraan Jokowi telah selesai dengan paripurna.

Pernyataan ini segera mendapatkan respons keras dari sejumlah warganet, salah satunya dari akun X @ch_chotimah2 yang mengecam keras.

"Jokowi itu pembohong, ingkar janji, pengkhianat dan tak tahu terimakasih, disebut sama kader PSI memenuhi syarat untuk jadi seorang Nabi yang merupakan manusia pilihan Tuhan," tulisnya.

"Demi menjilat Jokowi, kader PSI @DedynurPalakka ini bukan hanya melecehkan Nabi tapi juga menghina Tuhan," katanya melanjutkan.

Senada dengan itu, akun @jhonsitorus_19 memperingatkan Dedy Nur untuk berhati jika berbicara tentang Nabi.

"Jokowi jadi Nabi umat agama mana yang kau maksud? Harus diperjelas agar tidak menimbulkan polemik," cuitnya.

"Saya tahu semangat anda begitu membabi buta mencintai Jokowi. Tetapi menyebut Jokowi sudah 'memenuhi syarat sebagai nabi' itu berlebihan," katanya menambahkan.

Menanggapi berbagai kritik dan pertanyaan yang muncul, Dedy Nur lantas memberikan penjelasan panjang lebar.

Dedy menegaskan bahwa penyebutan "nabi" yang dia gunakan tidaklah bermakna literal, melainkan kiasan atau simbolik.

Dedy Nur menjawab pertanyaan @jhonsitorus_19 mengenai apakah pernyataannya berarti Jokowi menerima wahyu langsung dari Tuhan.

Dia pun menjelaskan bahwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi nabi adalah "Orang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk disampaikan kepada umat manusia."

Namun, Dedy menekankan bahwa dalam perbincangan filsafat, sastra, dan tafsir sosial, kata "nabi" sering digunakan secara kiasan atau simbolik.

Dia memberikan beberapa contoh penggunaan kiasan tersebut, seperti "Socrates adalah nabi akal budi", "Karl Marx adalah nabi revolusi kelas" dan "Buddha adalah nabi kesadaran batin."

Menurut Dedy, penggunaan istilah ini tidak berarti mereka secara harfiah mendengar suara Tuhan.

Joko Widodo atau Jokowi (Dok PDIP)
Joko Widodo atau Jokowi (Dok PDIP)

Itu berlaku untuk orang menyuarakan nilai-nilai agung, membawa pesan moral, dan membimbing umat manusia dari kegelapan menuju pencerahan.

Dedy Nur juga membantah argumen bahwa tidak ada satu pun manusia selain dirinya yang menyatakan Jokowi memiliki sifat kenabian.

Dia menegaskan bahwa tidak diperlukan banyak orang untuk mengawali sebuah pemikiran.

Banyak ide besar dalam sejarah justru berangkat dari satu orang yang mampu melihat sesuatu yang belum dilihat orang lain.

Dia mencontohkan Nelson Mandela yang dulunya dianggap pengacau sebelum akhirnya disebut pembawa cahaya rekonsiliasi.

Serta Mahatma Gandhi dengan strategi ahimsa-nya yang kemudian disebut "nabi tanpa senjata."

Dedy menambahkan bahwa penilaiannya terhadap Jokowi sebagai sosok yang memiliki sifat kenabian adalah sah sebagai penilaian pribadi yang berbasis pada nilai-nilai etis, bukan karena menerima wahyu.

Lebih lanjut, Dedy Nur turut meluruskan anggapan bahwa kata "nabi" hanya milik satu agama tertentu.

Dia menjelaskan bahwa hampir semua peradaban memiliki tokoh "kenabian" dalam pengertian pembawa nilai luhur, kebijaksanaan, dan pencerahan.

Dedy memberikan contoh seperti Zoroaster di Persia kuno, Kong Hu Cu di Tiongkok, Siddharta Gautama (Buddha) di India, serta Isaiah, Musa, Yesus, dan Muhammad SAW yang muncul di tempat dan waktu berbeda.

Menurut Dedy Nur, menyebut "nabi" tanpa menamai agama spesifik bukan berarti salah.

Hal itu bisa berarti tentang manusia-manusia agung yang membimbing zamannya, baik melalui wahyu, kesadaran batin, atau kekuatan moral.

Sebagai penutup, Dedy Nur menyindir pihak-pihak yang tersinggung karena tidak mampu membedakan nabi berdasarkan makna literal dan simbolik.

Dari rekam jejak media sosialnya, Dedy Nur memang dikenal sebagai pendukung setia Jokowi dan keluarganya, seringkali membela mereka di berbagai kesempatan.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kian Mesra, Siti Zuhro: Hubungan Prabowo-Megawati Bisa Redam Pengaruh Politik Jokowi

Kian Mesra, Siti Zuhro: Hubungan Prabowo-Megawati Bisa Redam Pengaruh Politik Jokowi

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 21:25 WIB

Jokowi Kini Jarang Ditemui Prabowo, Tanda-tanda Pengaruhnya Mulai Pudar?

Jokowi Kini Jarang Ditemui Prabowo, Tanda-tanda Pengaruhnya Mulai Pudar?

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 17:37 WIB

Jelang 2029: Jokowi dan Gibran Pisah Partai, Strategi Jitu Rebut Kursi Presiden?

Jelang 2029: Jokowi dan Gibran Pisah Partai, Strategi Jitu Rebut Kursi Presiden?

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 16:11 WIB

Jokowi Lebih Pilih PSI, Elite PPP Pamer Masih Punya Amran dan Sandiaga Uno

Jokowi Lebih Pilih PSI, Elite PPP Pamer Masih Punya Amran dan Sandiaga Uno

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 15:09 WIB

Laporkan Roy Suryo Cs, Peradi Bersatu Desak Polisi Naikkan Status Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Laporkan Roy Suryo Cs, Peradi Bersatu Desak Polisi Naikkan Status Kasus Ijazah Palsu Jokowi

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:25 WIB

Jokowi Dinilai Berat Masuk Golkar, PSI Jadi Opsi Realistis Meski Dibayangi Isu Nepotisme

Jokowi Dinilai Berat Masuk Golkar, PSI Jadi Opsi Realistis Meski Dibayangi Isu Nepotisme

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 12:10 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB