Mengenal Gempa Megathrust yang Mengguncang Nias Utara Pada Rabu Pagi

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 11 Juni 2025 | 11:28 WIB
Mengenal Gempa Megathrust yang Mengguncang Nias Utara Pada Rabu Pagi
Ilustrasi Gempa Megathrust di Indonesia (Freepik)

Suara.com - Gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 4,1 mengguncang Nias Utara, Sumatera Utara, pada Rabu pagi (11/6/2025) pukul 05:28:46 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa ini merupakan dampak dari aktivitas Megathrust. Meskipun relatif dangkal, insiden ini kembali mengingatkan akan potensi ancaman gempa besar dari zona subduksi di lepas pantai Sumatera.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, di Medan, menjelaskan bahwa episenter gempa Nias Utara terletak pada koordinat 1,26 derajat Lintang Utara (LU) dan 97,14 derajat Bujur Timur (BT). Lokasinya berada di laut, tepatnya pada jarak 31 km barat daya Nias Utara, dengan kedalaman 25 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter yang relatif dangkal ini, BMKG mengklasifikasikan gempa bumi yang terjadi sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Megathrust.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan gempa dirasakan di daerah Nias Utara dengan skala intensitas III MMI. Skala ini menunjukkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah, menyerupai getaran yang disebabkan oleh truk yang melintas. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan signifikan sebagai dampak langsung dari gempa bumi tersebut. BMKG juga mengonfirmasi bahwa hingga pukul 05:47 WIB, tidak ada kejadian gempa bumi susulan yang tercatat.

Gempa Nias [BMKG via Antara]
Gempa Nias [BMKG via Antara]

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penting untuk selalu memastikan bahwa informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti situs web https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id.

Insiden gempa Nias Utara yang dipicu aktivitas Megathrust ini menjadi pengingat penting untuk memahami lebih jauh apa itu gempa Megathrust dan mengapa ia menjadi perhatian utama bagi Indonesia, khususnya wilayah Sumatera dan Jawa.

Apa Itu Gempa Megathrust? Gempa Megathrust adalah jenis gempa bumi raksasa yang terjadi di zona subduksi, yaitu area di mana satu lempeng tektonik bergerak menunjam ke bawah lempeng tektonik lainnya. Di Indonesia, fenomena ini sangat relevan karena negara kita terletak di pertemuan tiga lempeng besar: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Di lepas pantai barat Sumatera dan selatan Jawa, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Zona penunjaman inilah yang dikenal sebagai zona Megathrust.

Ketika dua lempeng ini bertumbukan, tidak selalu terjadi pergerakan yang mulus. Seringkali, ada bagian dari lempeng yang terkunci satu sama lain, menyebabkan akumulasi energi tegangan selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad. Ketika tegangan ini mencapai batasnya dan kunci tersebut patah, energi yang tersimpan dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa bumi yang sangat besar, seringkali dengan magnitudo 8,0 atau lebih. Karena area kontak antar lempeng yang sangat luas, gempa yang dihasilkan juga memiliki area patahan yang sangat besar, sehingga disebut "Megathrust" (dorongan raksasa).

Potensi Tsunami: Salah satu karakteristik paling berbahaya dari gempa Megathrust adalah potensi besar terjadinya tsunami. Karena gempa ini terjadi di bawah laut dan melibatkan pergerakan vertikal dasar laut dalam skala besar, air laut di atasnya dapat terangkat atau turun secara drastis, memicu gelombang tsunami yang merambat dengan kecepatan tinggi ke arah daratan. Contoh paling nyata adalah gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, yang dipicu oleh gempa Megathrust di Samudera Hindia.

Zona Megathrust di Indonesia: Indonesia memiliki beberapa zona Megathrust aktif, di antaranya:

  1. Megathrust Sumatera: Membentang di lepas pantai barat Sumatera, dari Aceh hingga selatan Jawa. Zona ini sangat aktif dan telah menghasilkan beberapa gempa besar, termasuk gempa Aceh 2004, Nias 2005, dan Mentawai 2010.
  2. Megathrust Jawa: Berada di selatan Jawa, membentang dari Banten hingga Jawa Timur dan Bali. Zona ini juga memiliki potensi gempa besar yang dapat memicu tsunami di pantai selatan Jawa.
  3. Megathrust di Wilayah Lain: Beberapa zona Megathrust lainnya juga ada di bagian timur Indonesia, seperti di lepas pantai Sulawesi Utara dan Papua.
  4. Mitigasi dan Kesiapsiagaan: Meskipun gempa Megathrust tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi secara pasti, pemahaman akan potensi ancaman ini sangat penting untuk mitigasi dan kesiapsiagaan. BMKG secara terus-menerus memantau aktivitas seismik di zona-zona Megathrust. Sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS) juga telah dikembangkan untuk memberikan informasi secepat mungkin jika gempa berpotensi menimbulkan tsunami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Premanisme Berkedok Ormas: GRIB Jaya Caplok Lahan BMKG

Premanisme Berkedok Ormas: GRIB Jaya Caplok Lahan BMKG

Video | Kamis, 29 Mei 2025 | 16:12 WIB

Korban Gempa Bumi di Bengkulu Dapatkan Kebutuhan Dasar dan Obat-obatan

Korban Gempa Bumi di Bengkulu Dapatkan Kebutuhan Dasar dan Obat-obatan

Bisnis | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:45 WIB

Indahnya Langit Biru Jakarta

Indahnya Langit Biru Jakarta

Foto | Selasa, 27 Mei 2025 | 19:06 WIB

Lahan BMKG Dikuasai Anak Buah Hercules, Komisi III DPR: Pengurusnya Harus Ditangkap dan Dipidana

Lahan BMKG Dikuasai Anak Buah Hercules, Komisi III DPR: Pengurusnya Harus Ditangkap dan Dipidana

News | Senin, 26 Mei 2025 | 15:40 WIB

Kuasai Lahan BMKG, Polisi Ungkap Ormas GRIB Jaya Sewakan Buat Pecel Lele hingga Hewan Kurban

Kuasai Lahan BMKG, Polisi Ungkap Ormas GRIB Jaya Sewakan Buat Pecel Lele hingga Hewan Kurban

News | Minggu, 25 Mei 2025 | 14:01 WIB

Kronologi 11 Anggota GRIB Jaya Diamankan Polisi: Dugaan Pungli dan Sewa Lahan Ilegal

Kronologi 11 Anggota GRIB Jaya Diamankan Polisi: Dugaan Pungli dan Sewa Lahan Ilegal

News | Minggu, 25 Mei 2025 | 10:56 WIB

Terkini

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:10 WIB

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:55 WIB

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:49 WIB

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:47 WIB

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:29 WIB

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:26 WIB

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:25 WIB

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:24 WIB