Gibran Dorong Pembelajaran AI, Mendikdasmen Malah Sebut Kecerdasan Buatan Bikin Manusia Culas

Lintang Siltya Utami

Rabu, 11 Juni 2025 | 13:56 WIB
Gibran Dorong Pembelajaran AI, Mendikdasmen Malah Sebut Kecerdasan Buatan Bikin Manusia Culas
Potret Gibran Rakabuming [Ist]

Suara.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming dikenal sangat mendukung penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI di bidang pendidikan. Hal ini terbukti ketika Gibran Rakabuming menghadiri workshop Artificial Intelligence yang digelar oleh komunitas IA terbesar di Indonesia pada Maret 2025.

Acara yang diselenggarakan di SMA 66 Jakarta tersebut menjadi kesempatan Gibran Rakabuming sebagai tamu kehormatan sekaligus juri dalam sesi lomba terkait AI.

Putra sulung Joko Widodo tersebut berulang kali menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pemahaman dan keterampilan AI sejak dini. Bahkan, Gibran Rakabuming menyebut bahwa pemerintah akan memasukkan mata pelajaran kecerdasan buatan dalam kurikulum sekolah di tahun ajaran baru. Peraturan ini berlaku di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.

Namun, berbeda dengan Gibran Rakabuming, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti justru menyebut teknologi kecerdasan buatan tidak akan membuat manusia semakin cerdas.

Hal ini disampaikannya dalam sebuah cuplikan video yang dibagikan ulang oleh akun X @DS_yantie. Sumber yang tertera memperlihatkan bahwa Abdul Mu'ti tengah berbicara dalam acara di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Saat ditelusuri, rupanya Abdul Mu'ti mendapatkan Anugerah Konservasi 2025 kategori Upakarti Dharmakarya Adhikarana dari Unnes.

Dalam cuplikan video tersebut, Abdul Mu'ti menyoroti peran teknologi di era saat ini.

"Kemudian yang kedua adalah matinya akal sehat di mana kita melihat sekarang ini teknologi digital itu ternyata tidak membuat manusia semakin cerdas tetapi membuat manusia semakin culas. Kita bisa baca dalam bukunya Franklin Foer (berjudul) World Without Mind, terjemahan bebasnya kira-kira dunia tanpa otak," ucap Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti kemudian memberikan contoh nyata seperti teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dinilainya justru membuat manusia menjadi tidak bijaksana.

"Yang di situ kita melihat bahwa penggunaan teknologi digital termasuk sekarang AI itu seringkali tidak membuat manusia semakin arif dan bijaksana, dia tidak semakin cerdas tetapi semakin culas," tambah Abdul Mu'ti.

baca juga

Cuplikan rekaman tersebut juga memperlihatkan Abdul Mu'ti menyinggung salah satu gejala yang membuat manusia tidak cerdas menurut Franklin Foer.

"Foer menyebut ada dua gejala yang membuat kenapa manusia tidak cerdas. Yang pertama adalah ada yang disebut dengan virality virus atau virus viralitas di man orang itu ingin supaya viral, ingin supaya dia menjadi terkenal. Dalam konteks ini, Twenge menyebut istilah yang disebut dengan narcissism epidemic atau penyakit narsisme di mana orang dikit-dikit upload, upload kok dikit-dikit, kira-kira begitu," sambungnya lagi.

Unggahan yang disukai sebanyak lebih dari 4.100 kali oleh sesama pengguna X itu pun menuai beragam tanggapan. Pemilik akun menyoroti pernyataan Abdul Mu'ti dan membandingkannya dengan ucapan Gibran Rakabuming.

"Wapresnya mendorong pembelajaran AI di sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengahnya justru bilang AI tidak membuat manusia menjadi cerdas tapi menjadi culas. Wapresnya bener-bener nggak dianggap, buktinya mereka nggak sejalan," cuit pemilik akun tersebut.

Sejumlah warganet merasa setuju dengan Abdul Mu'ti karena menilai teknologi kecerdasan buatan akan membuat manusia menjadi malas berpikir.

"Lha emang yang demen ngomong AI AI dan coding itu cuma foto biar kayak anak-anak generasi digital. Ngomong tanpa riset, tanpa baca buku (emang dasarnya nggak suka), hanya biar kelihatan techy. Konon buat mewakili anak-anak muda," tulis @wong_******

"Menteri yang ingin rakyat pintar, penjelasannya benar. Kalau belajar ke AI sejak dini versi Wapres, rakyat akan dijaga bodoh. Itu yang disukainya. AI itu karya manusia. Kecerdasan bukan sebatas belajar ilmu, tapi bangun karakter jujur, ulet, kritis, analitis, ilmiah, tangguh, cerdas," komentar @syof*******

"Kata-kata dia nggak salah, AI lama-lama akan menjadi pembantu dibandingkan solution helper," tambah @alif********

"Saya lebih setuju dengan menterinya. AI tidak layak masuk ke sekolah, hanya boleh diterapkan di luar sekolah," timpal @ach*****

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infinix XPad 20 Resmi Rilis 12 Juni 2025, Tablet Cerdas dengan Beragam Fitur AI

Infinix XPad 20 Resmi Rilis 12 Juni 2025, Tablet Cerdas dengan Beragam Fitur AI

Your Say | Rabu, 11 Juni 2025 | 12:49 WIB

Mahfud MD Bongkar Syarat Gibran Bisa Dimakzulkan Sendiri Tanpa Presiden, Begini Penjelasannya

Mahfud MD Bongkar Syarat Gibran Bisa Dimakzulkan Sendiri Tanpa Presiden, Begini Penjelasannya

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 11:47 WIB

Putri Anies Baswedan Tembus Universitas Harvard Jalur Beasiswa, Dibandingkan dengan Anak Jokowi

Putri Anies Baswedan Tembus Universitas Harvard Jalur Beasiswa, Dibandingkan dengan Anak Jokowi

Entertainment | Rabu, 11 Juni 2025 | 10:53 WIB

Terkini

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×