Bayar Rp 40 Juta Demi Kerja, Bos Buruh Soroti Praktik Mengerikan di Balik Job Fair

Bangun Santoso

Rabu, 11 Juni 2025 | 15:09 WIB
Bayar Rp 40 Juta Demi Kerja, Bos Buruh Soroti Praktik Mengerikan di Balik Job Fair
Pencari kerja mendatangi bursa lowongan pekerjaan Job Fair Bekasi Pasti Kerja 2025 di President University Convention Center Jababeka, Selasa.(ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Suara.com - Presiden Partai Buruh sekaligus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan kegiatan bursa lowongan pekerjaan atau Job Fair merupakan bukti potret buram dunia ketenagakerjaan berkaitan dengan pengelolaan angkatan kerja.

"Apa itu Job Fair? Itu sudah tidak realibel lagi dalam dunia teknologi yang sudah maju. Dengan menggunakan aplikasi saja, itu sudah bisa," kata Said Iqbal saat dikonfirmasi di Cikarang, Rabu (11/6/2025).

Ia menyinggung penyebab pengelolaan angkatan kerja yang tidak menjelaskan realitas di sektor formal ketenagakerjaan mulai dari janji politik pemerintah hingga janji ketersediaan 400.000 lapangan kerja tersedia setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen dan 2 juta lapangan baru apabila bertumbuh 5 persen.

Menurut dia, produk 'Job Fair' justru membuka ketidakmampuan dalam mengelola labor market atau pasar kerja, di mana sesuai amanah UUD 1945 bahwa setiap WNI berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Di Indonesia di era tahun 1991, Dinas Tenaga Kerja menjadi garis terdepan memfasilitasi pencari kerja mendapatkan pekerjaan hingga tempat mengadu persoalan ketenagakerjaan namun saat ini peran tersebut sudah menghilang.

"Di era itu, kartu kuning wajib, dengan demikian dinas tenaga kerja menjadi bank dari angkatan kerja. Jadi begitu investor masuk ke kabupaten, kota atau provinsi, data sudah ada tersaji. Dan itu yang sekarang dilakukan Vietnam, negara tujuan utama investasi hari ini," katanya sebagaimana dilansir Antara.

"Tapi sekarang, di Cikarang itu mau dapat kerja bayar dulu Rp5-20 juta, betul itu, terkonfirmasi betul, belum tentu diterima. Di Serang masuk perusahaan sepatu ternama dikenakan Rp40 juta dan di Subang Rp10 juta sekadar masuk dan belum tentu diterima," katanya.

Ia mengungkap, di Cikarang tahun 1990-an, yang terjadi pengusaha yang mengejar buruh atau mencari calon tenaga kerja. "Saya tahu bener itu di tahun 1991. Tidak ada itu Job Fair sampai berebut begitu," imbuh dia.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (tengah) saat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (6/6/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (tengah) saat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Menurut Said, produk 'Job Fair' justru membuka ketidakmampuan dalam mengelola labor market atau pasar kerja [Suara.com/Alfian Winanto]

Terpisah, sejumlah pencari kerja mengeluhkan tidak kunjung mendapat panggilan wawancara 15 hari usai mengikuti Job Fair 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

baca juga

NSR (22) pencari kerja asal Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah mengaku ekecewaan karena belum juga mendapatkan panggilan wawancara meskipun telah melamar ke tujuh perusahaan melalui unggah data dari barcode saat acara berlangsung.

Keluhan serupa diungkapkan SFH (18) warga Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara. Bahkan ia sudah menanyakan kepada teman-temannya yang lain yang juga dapat jawaban sama bahwa mereka belum dapat panggilan.

Merespons hal ini, Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atamaja menjelaskan proses penyortiran data pelamar masih berlangsung. Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi sedang memilah pelamar dengan memprioritaskan warga lokal Kabupaten Bekasi.

"Nanti akan dipanggil. Sekarang kan lagi dipilah-pilih dulu, sedang disortir. Kan banyak juga orang-orang luar Kabupaten Bekasi yang kemarin datang. Yang dari luar Kabupaten Bekasi akan mental sendiri," katanya.

Dirinya meminta masyarakat untuk bersabar mengingat banyak jumlah pelamar yang mengikuti acara tersebut.

"Kenapa kita prioritaskan? Karena Kabupaten Bekasi merupakan kota industri. Ada 7 ribu sekian perusahaan tapi pengangguran masih sangat tinggi. Mudah-mudahan Job Fair ini dapat menyerap tenaga kerja lokal sehingga pengangguran berkurang," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Job Fair Cuma Formalitas? Wamenaker Ngamuk, Netizen Balik Sindir!

Job Fair Cuma Formalitas? Wamenaker Ngamuk, Netizen Balik Sindir!

Video | Selasa, 10 Juni 2025 | 18:40 WIB

Tepis Tudingan Job Fair Cuma Formalitas, Menaker Klaim Colek 92 Perusahaan: Ada yang Sudah Diterima

Tepis Tudingan Job Fair Cuma Formalitas, Menaker Klaim Colek 92 Perusahaan: Ada yang Sudah Diterima

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:37 WIB

CEK FAKTA: Lowongan Kerja Relawan Iduladha Bergaji Rp 5 Juta, Benarkah?

CEK FAKTA: Lowongan Kerja Relawan Iduladha Bergaji Rp 5 Juta, Benarkah?

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 12:01 WIB

Tuai Kontroversi Lagi, Wamenaker Immanuel Ebenezer Ingin Pecat HRD

Tuai Kontroversi Lagi, Wamenaker Immanuel Ebenezer Ingin Pecat HRD

Video | Rabu, 04 Juni 2025 | 17:18 WIB

Bantah Job Fair Cuma Formalitas, Dinas TKTE DKI: Kami Sudah Pastikan Lowongan Kerja Tersedia

Bantah Job Fair Cuma Formalitas, Dinas TKTE DKI: Kami Sudah Pastikan Lowongan Kerja Tersedia

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:33 WIB

Pramono Ngaku Ogah Ekspos Job Fair di Jakarta Secara Berlebihan, Kenapa?

Pramono Ngaku Ogah Ekspos Job Fair di Jakarta Secara Berlebihan, Kenapa?

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:11 WIB

IMF: Pengangguran Indonesia Terburuk Kedua di Asia! Apa Kabar Job Fair?

IMF: Pengangguran Indonesia Terburuk Kedua di Asia! Apa Kabar Job Fair?

Video | Selasa, 03 Juni 2025 | 13:31 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×