Membangun Transportasi Hijau dan Berkelanjutan: Peluang Kolaborasi dari ICI 2025

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 12 Juni 2025 | 14:04 WIB
Membangun Transportasi Hijau dan Berkelanjutan: Peluang Kolaborasi dari ICI 2025
Bus listrik dipamerkan dalam peringatan Harhubnas di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/9/2024). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Suara.com - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan terus bergulir. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya kepada berbagai pihak dalam mewujudkan sistem transportasi hijau di seluruh Indonesia.

Langkah ini ditegaskan dalam gelaran International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 11–12 Juni 2025. Dalam forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini, Kemenhub hadir bukan hanya sebagai peserta, melainkan juga sebagai inisiator perubahan.

"Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia menjadi salah satu prioritas utama yang termasuk dalam misi Asta Cita," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, dalam sambutannya, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis, (12/06/2025). 

Dalam praktiknya, Kemenhub mengusung tema besar dalam ICI 2025: “Satu Bangsa Terhubung: Mengintegrasikan Infrastruktur di Darat, Laut, dan Udara.” Tema ini mencerminkan sebuah visi: menjadikan transportasi sebagai simpul penghubung antarwilayah dan pemantik pemerataan pembangunan.

Ratusan bus listrik Transjakarta berjejer di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ratusan bus listrik Transjakarta berjejer di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam forum ICI 2025, Kemenhub menyampaikan bahwa pembangunan transportasi bukan hanya soal jalan, rel, atau pelabuhan. Lebih dari itu, infrastruktur adalah fondasi utama untuk menyatukan bangsa, memperkuat inklusi sosial, dan memperluas akses ekonomi bagi semua lapisan masyarakat.

"Selain berdiskusi dan dialog dengan stakeholder, forum ini juga menjadi ajang bagi Kemenhub untuk bertemu dengan para calon investor yang tertarik untuk berinvestasi pada sektor transportasi Indonesia," ujar Titis.

Langkah konkret juga telah diambil. Salah satunya adalah transformasi digital dalam sektor transportasi yang terus didorong. Beberapa inisiatif yang telah diluncurkan antara lain sistem e-tiket, pemantauan armada secara real-time, hingga platform data lintas sektoral yang terintegrasi.

Tujuannya ialah agar transparansi, efisiensi, dan koordinasi yang lebih baik di antara semua pemangku kepentingan.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat kolaboratif yang menjadi benang merah ICI 2025. Forum ini menjadi ruang bertemunya sektor publik, swasta, serta komunitas sipil untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan transportasi masa depan.

Titis menyebutkan, konektivitas holistik adalah kunci.

"Membangun ekosistem transportasi yang komprehensif berarti mendorong pertumbuhan ekonomi, mendorong pemerataan pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Dalam pembukaan resmi forum, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menekankan hal serupa. Menurutnya, infrastruktur bukan sekadar fisik, melainkan pondasi utama untuk pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan tahan terhadap krisis.

Optimisme dalam forum ini terasa nyata. Dengan membuka ruang bagi dialog lintas sektor, pemerintah menunjukkan kesediaannya untuk tidak berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kata kunci. Tantangan perubahan iklim, pertumbuhan urbanisasi, serta kebutuhan akan konektivitas yang lebih baik tidak bisa dijawab oleh satu pihak saja.

Konferensi ini dihadiri oleh jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, Duta Besar negara-negara sahabat, anggota DPR/MPR dan DPD RI, para Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Bupati dan Wakil Bupati serta delegasi, para pemimpin dunia usaha, dan mitra pembangunan.

Selain itu hampir 7.000 peserta dari 26 negara partisipan termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Norwegia, Uni Emirat Arab, Tiongkok, Uni Eropa, Spanyol, Vietnam, Iran, Singapura, Turki, Hungaria, Myanmar, Denmark, Prancis, Inggris, Rusia, Jerman, Uruguay, Finlandia, Swiss, dan Azerbaijan hadir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Startup Ini Ubah Jamur Jadi Tas Mewah untuk Stella McCartney

Startup Ini Ubah Jamur Jadi Tas Mewah untuk Stella McCartney

Lifestyle | Rabu, 11 Juni 2025 | 15:51 WIB

Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Nelayan dan Petani Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 15:08 WIB

Green Week Berlin: Intip Inovasi Teknologi dan Makanan Ramah Lingkungan dari Startup Jerman

Green Week Berlin: Intip Inovasi Teknologi dan Makanan Ramah Lingkungan dari Startup Jerman

Video | Rabu, 11 Juni 2025 | 14:22 WIB

Terkini

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:27 WIB

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:02 WIB

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:57 WIB

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:52 WIB

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:48 WIB

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:43 WIB

Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah

Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:39 WIB

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:30 WIB

Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat

Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:29 WIB