Dari Limbah Jadi Peluang: Kolaborasi Dorong Daur Ulang Inklusif

Bimo Aria Fundrika

Senin, 16 Juni 2025 | 09:03 WIB
Dari Limbah Jadi Peluang: Kolaborasi Dorong Daur Ulang Inklusif
Daur ulang sampah. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Masalah sampah di Indonesia bukan hal baru. Namun seiring waktu, skalanya semakin mengkhawatirkan. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah setiap tahun. Ironisnya, hanya 10–15 persen dari jumlah itu yang berhasil didaur ulang. Sisanya sekitar 60–70 persen langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), dan 15–30 persen lainnya tidak terkelola sama sekali.

Di tengah situasi ini, momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni menjadi pengingat bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Fonterra Indonesia, produsen produk olahan susu, memilih untuk melangkah lebih jauh. Mereka menegaskan kembali komitmen untuk menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah, bukan hanya dengan target, tetapi lewat aksi nyata.

Pada 2023 lalu, perusahaan ini berhasil mengurangi 30 persen timbunan sampah plastik multilayer (MLP) dari aktivitas bisnisnya. Sekitar 100 metrik ton material berhasil mereka daur ulang, setara dengan muatan 37 truk sampah.

Daur ulang sampah. (Dok. Istimewa)
Daur ulang sampah. (Dok. Istimewa)

Tahun ini, target mereka meningkat. Mereka menargetkan pengurangan sampah hingga 50 persen dan mendaur ulang 250 metrik ton atau setara 110 truk. Pada 2026, target itu naik lagi jadi 350 metrik ton.

Langkah ini tidak bisa dilakukan sendirian. Pihak perusahaan menggandeng Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO), organisasi nirlaba yang bergerak di pengelolaan dan daur ulang kemasan pasca konsumsi.

Fokus utama mereka: mengelola limbah plastik multilayer, jenis yang dikenal sulit diolah, menjadi material baru seperti biji plastik. Hasil daur ulang ini kemudian digunakan kembali menjadi produk rumah tangga seperti ember, terpal, hingga kerajinan.

Kolaborasi ini juga menyentuh masyarakat, khususnya kelompok perempuan. Edukasi tentang pemilahan sampah dari sumbernya menjadi kunci, sekaligus jembatan untuk memberdayakan komunitas dalam proses daur ulang dari hulu ke hilir.

“Kami menyambut baik upaya Fonterra dalam mendukung target pengurangan sampah di Indonesia. Inisiatif seperti yang dilakukan perusahaan ini sangatlah membantu... sembari memberdayakan masyarakat dan mendorong pengembangan ekonomi sirkular yang inklusif," Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular dari KLHK, Agus Rusly, S.PI., M.Si., kata dia dalam keterangannya baru-baru ini. 

Hal serupa ditegaskan oleh Reza Andreanto, General Manager IPRO. Menurutnya, Fonterra adalah salah satu mitra industri yang secara konsisten menunjukkan komitmen nyata terhadap pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Ia menilai, inisiatif seperti ini sangat penting untuk memperkuat infrastruktur pengumpulan sampah melalui kegiatan edukasi, agar sampah kemasan dapat terpilah dengan baik dan mudah didaur ulang.

baca juga

Kini, sampah plastik multilayer yang dulu dianggap tak bernilai, perlahan memiliki makna baru. Melalui kolaborasi ini, limbah dikonversi menjadi serpihan (flakes) bernilai industri. Dampaknya terasa ganda: lingkungan jadi lebih bersih, dan masyarakat punya peluang ekonomi tambahan dari pengumpulan sampah.

Sementara itu, Direktur Operasional Fonterra Brands Indonesia, M. Ali Nasution, menyampaikan bahwa perusahaan berfokus pada pengelolaan sampah plastik pasca konsumsi yang sulit diolah. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses daur ulang yang lebih inklusif.

“Komitmen kami adalah mencapai target daur ulang 350 metrik ton pada 2026, sembari melibatkan masyarakat dalam prosesnya sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mendorong ekonomi sirkular yang inklusif dan berkelanjutan.”

Tak berhenti di situ, entitas ini juga menjalankan praktik ramah lingkungan di fasilitas produksinya di Cikarang. Panel surya telah dipasang, memenuhi 37% kebutuhan energi pabrik. Sistem panen air hujan menekan penggunaan air hingga 45%. Dan dari seluruh sampah produksi, 98% telah berhasil dikelola lewat daur ulang.

Komitmen ini pun mendapat pengakuan. Sertifikasi Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian menjadi bukti keseriusan mereka.

Bagi pihak perusahaan, masa depan lingkungan tak bisa dibangun sendirian. Kolaborasi dengan komunitas, mitra industri, dan pemerintah menjadi fondasi menuju tujuan besar mereka: net zero pada 2050. Jalan menuju sana memang panjang. Tapi langkah-langkah kecil, dari daur ulang, edukasi, hingga pemberdayaan komunitas, sedang mereka tempuh, satu per satu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill: Cirebon Tata Ulang Sistem Pembuangan Sampah

Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill: Cirebon Tata Ulang Sistem Pembuangan Sampah

News | Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:21 WIB

Startup Jangjo Gandeng Pusat Perbelanjaan Raksasa dan Industri Atasi Krisis Sampah Jakarta

Startup Jangjo Gandeng Pusat Perbelanjaan Raksasa dan Industri Atasi Krisis Sampah Jakarta

Tekno | Sabtu, 14 Juni 2025 | 12:45 WIB

Darurat Sampah Elektronik, Erajaya Digital Daur Ulang 1.900 Gawai

Darurat Sampah Elektronik, Erajaya Digital Daur Ulang 1.900 Gawai

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:39 WIB

Terkini

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:55 WIB

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi

Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:52 WIB

Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:46 WIB

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:44 WIB

Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura

Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB

Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism

Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:07 WIB

Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE

Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:04 WIB

Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!

Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:57 WIB

Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet

Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:30 WIB

×