Bukan Sembarang Bakar, Insinerator Modern Bantu Desa di Kudus Atasi Sampah Residu

M. Reza Sulaiman

Senin, 23 Juni 2025 | 18:55 WIB
Bukan Sembarang Bakar, Insinerator Modern Bantu Desa di Kudus Atasi Sampah Residu
Bakti Lingkungan Djarum Foundation menyerahkan bantuan insinerator sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin(23/6/2025). (Reza/Suara.com)

Suara.com - Di tengah krisis pengelolaan limbah, khususnya sampah anorganik yang tak memiliki nilai jual, satu pesan penting mengemuka: sampah anorganik residu tidak bisa dikelola sembarangan. Tanpa sistem yang tepat dan dukungan teknologi memadai, limbah jenis ini justru dapat menjadi sumber pencemaran serius dan ancaman kesehatan.

Inilah yang mendorong Desa Jati Kulon dan Kedungdowo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadopsi pendekatan baru dalam menangani sampah anorganik residu: penggunaan insinerator. Teknologi ini menjadi bagian dari solusi menyeluruh yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).

“Insinerator ini bukan solusi tunggal. Tanpa pemilahan sampah dari rumah, alat ini tidak akan optimal. Tapi Desa Jati Kulon sudah membuktikan bahwa warganya siap dan mampu,” ujar Jemmy Chayadi, Program Director BLDF, di Desa Jati Kulon, Kabupaten Kudus, Senin (23/6/2025).

Mengapa Sampah Anorganik Residu Perlu Penanganan Khusus?

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dari sekitar 18,1 juta ton sampah yang dihasilkan Indonesia setiap tahun, lebih dari 30 persennya adalah sampah anorganik—seperti plastik multilayer, tekstil, dan limbah sanitasi—yang sebagian besar tidak memiliki nilai ekonomi dan sulit didaur ulang.

Jenis inilah yang disebut sebagai residu. Bila tidak ditangani dengan benar, residu akan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mempercepat pencemaran air tanah, memperbesar emisi gas rumah kaca dari metana, dan menjadi sarang penyakit.

Kondisi tersebut sempat dirasakan oleh Kudus, yang setiap harinya menghasilkan sekitar 400 ton sampah. “Bahkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sini sempat mengalami kelebihan kapasitas karena setiap hari ada 400 ton sampah yang dihasilkan,” ungkap Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Dari jumlah itu, 40 persen atau sekitar 160 ton per hari merupakan sampah anorganik, di mana sebagian besar adalah residu yang tidak bisa didaur ulang. Oleh sebab itu, teknologi insinerator dipilih sebagai langkah strategis untuk mencegah penumpukan limbah dan mempercepat pemusnahan secara aman.

“Adanya insinerator ini tidak hanya akan menghilangkan sampah residu yang selama ini tidak tertangani, tetapi juga akan membantu memusnahkan limbah medis dari rumah sakit dan puskesmas,” lanjut Sam’ani.

baca juga
Bakti Lingkungan Djarum Foundation menyerahkan bantuan insinerator sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin(23/6/2025). (Reza/Suara.com)
Bakti Lingkungan Djarum Foundation menyerahkan bantuan insinerator sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin(23/6/2025). (Reza/Suara.com)

Teknologi Insinerator yang Ramah Lingkungan

Tak semua insinerator diciptakan sama. BLDF menegaskan bahwa unit yang mereka serahkan ke Jati Kulon dan Kedungdowo menggunakan teknologi dengan emisi rendah dan efisiensi tinggi.

“Ada tujuh indikator emisi gas buang yang diukur seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan hidro karbon, semua di bawah ambang batas,” jelas Redi Joko Prasetyo, Deputy Manager BLDF.

Selain aman bagi operator karena sistemnya yang mencegah nyala api balik, insinerator ini mampu membakar hingga 350 kg sampah per jam, dan seluruh proses pembakaran dapat dimonitor secara digital—memungkinkan evaluasi rutin berbasis data nyata.

“Semua proses pembakaran terpantau secara instan sehingga berapa jumlah sampah yang dimusnahkan terdata secara digital dan bisa menjadi bahan evaluasi,” tambah Redi.

Menariknya, insinerator ini tak memerlukan bahan bakar minyak—justru menggunakan sampah itu sendiri sebagai bahan bakarnya, membuat biaya operasional lebih efisien.

Penggunaan insinerator bukan berarti menggantikan proses daur ulang atau kompos. Namun, untuk sampah yang memang tidak bisa dimanfaatkan lagi, insinerator menjadi pilihan strategis agar limbah tidak berakhir mencemari lingkungan atau membebani TPA.

Dengan sinergi warga, pemerintah, dan teknologi tepat guna, pengelolaan sampah anorganik tak lagi menjadi beban semata. Jika ditangani dengan benar, bahkan residu sekalipun bisa dimusnahkan secara aman dan berkelanjutan.

“Sampah merupakan tanggung jawab bersama. Ke depannya saya akan buat edaran setiap ASN serta penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) wajib ikut memilah sampah dari rumah," tegas Sam’ani.

Bakti Lingkungan Djarum Foundation menyerahkan bantuan insinerator sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin(23/6/2025). (Reza/Suara.com)
Bakti Lingkungan Djarum Foundation menyerahkan bantuan insinerator sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin(23/6/2025). (Reza/Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

19 Ton Sampah Plastik Berhasil Dicegah Lewat Program Ekonomi Sirkular

19 Ton Sampah Plastik Berhasil Dicegah Lewat Program Ekonomi Sirkular

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 13:45 WIB

PASI Gelar Kejuaraan Atletik Pelajar di Kudus, Pertandingkan 15 Nomor

PASI Gelar Kejuaraan Atletik Pelajar di Kudus, Pertandingkan 15 Nomor

Sport | Senin, 23 Juni 2025 | 10:57 WIB

Inovasi Baru Jaga Bumi: Sekarang Bisa Tukar Sampah Plastik Jadi Internet!

Inovasi Baru Jaga Bumi: Sekarang Bisa Tukar Sampah Plastik Jadi Internet!

Lifestyle | Kamis, 19 Juni 2025 | 14:22 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat

3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya

Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:09 WIB

RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!

RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali

Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:03 WIB

Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance

Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah

Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Waspada 'Silent Killer', Begini Cara OMRON Pastikan Akurasi Cek Tensi Mandiri di Rumah

Waspada 'Silent Killer', Begini Cara OMRON Pastikan Akurasi Cek Tensi Mandiri di Rumah

Health | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Saat Desain Harus Bisa Dirasakan: Filosofi di Balik Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch

Saat Desain Harus Bisa Dirasakan: Filosofi di Balik Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:55 WIB

4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!

4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:54 WIB

Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Lewat Udara dan Laut

Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Lewat Udara dan Laut

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:54 WIB

×