Panel Surya Generasi Baru: Terobosan Fisika yang Bisa Merevolusi Energi Bersih

M. Reza Sulaiman

Kamis, 26 Juni 2025 | 15:58 WIB
Panel Surya Generasi Baru: Terobosan Fisika yang Bisa Merevolusi Energi Bersih
Seorang pekerja merakit panel surya di pembangkit fotovoltaik terapung di danau Silbersee, Haltern, Jerman, Jumat (22/4/2022). [Ina FASSBENDER / AFP]

Suara.com - Di tengah krisis iklim global, kebutuhan akan energi terbarukan yang lebih efisien dan terjangkau kian mendesak. Salah satu bentuk energi terbarukan yang paling potensial adalah tenaga surya.

Namun, meski sudah digunakan luas, sel surya konvensional masih memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi dan tegangan keluaran. Kabar baiknya, para ilmuwan kini selangkah lebih dekat untuk menembus batas tersebut.

Sebuah tim peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, baru-baru ini mengumumkan temuan penting yang berpotensi membuka era baru dalam pengembangan teknologi sel surya.

Mereka berhasil mendemonstrasikan efek fotovoltaik massal baru yang memungkinkan konversi energi cahaya menjadi listrik secara lebih efisien, melalui mekanisme arus listrik berbasis fenomena kuantum.

Apa yang Membuat Temuan Ini Berbeda?

Berbeda dengan sel surya biasa, teknologi ini memanfaatkan arus pergeseran dan arus injeksi magnetik yang dihasilkan dari pemutusan simetri ruang dan waktu—sebuah konsep dalam fisika kuantum yang sebelumnya sulit diterapkan dalam praktik.

Untuk mewujudkan ini, tim Kyoto mengembangkan perangkat heterostruktur buatan dengan semikonduktor dua dimensi monolayer dan material magnetik berlapis.

Kombinasi ini dirancang untuk menciptakan kondisi di mana simetri ruang dan waktu dapat dikontrol secara presisi. Hasilnya, mereka berhasil mengukur arus listrik stabil yang dapat dikendalikan arah dan kekuatannya menggunakan medan magnet eksternal.

Mengapa Ini Penting untuk Indonesia?

baca juga

Dengan rata-rata penyinaran matahari 4,8 kWh per meter persegi per hari, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi bersih utama. Namun hingga kini, pemanfaatannya masih terganjal efisiensi teknologi dan biaya produksi panel surya.

Temuan dari Universitas Kyoto ini membuka peluang pengembangan panel surya generasi baru yang tidak hanya lebih efisien, tetapi juga lebih multifungsi—dapat digunakan di bidang teknologi lain seperti sensor optik, spintronik, bahkan perangkat pemanen energi skala kecil.

Jika teknologi ini dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi massal dengan biaya terjangkau, Indonesia bisa mempercepat transisi energi bersih dan mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.

Masa Depan Energi yang Terkendali

"Simetri spasial dan pembalikan waktu bisa dikontrol dengan struktur buatan. Ini membuka berbagai kemungkinan baru dalam pembangkitan arus listrik dari cahaya," ujar Kazunari Matsuda, peneliti utama studi ini.

Dengan inovasi seperti ini, masa depan energi tak lagi hanya tentang mengganti sumber daya, tetapi juga bagaimana sains mendorong efisiensi dan fleksibilitas lebih tinggi.

Bagi negara tropis seperti Indonesia, yang dianugerahi sinar matahari hampir sepanjang tahun, temuan ini bisa menjadi game changer dalam upaya mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SMGR Dongkrak Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 6 Kali Lipat

SMGR Dongkrak Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 6 Kali Lipat

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 17:09 WIB

Studi: Bekas Tambang Batu Bara Bisa Diubah Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Studi: Bekas Tambang Batu Bara Bisa Diubah Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

News | Kamis, 19 Juni 2025 | 17:42 WIB

Inspiratif! Petani Banyuwangi Taklukkan Musim Kemarau dengan Tenaga Surya

Inspiratif! Petani Banyuwangi Taklukkan Musim Kemarau dengan Tenaga Surya

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 15:14 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×