Heboh Pemakzulan Gibran, Ini Deretan Negara Paling Sering 'Pecat' Pemimpinnya

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 16:01 WIB
Heboh Pemakzulan Gibran, Ini Deretan Negara Paling Sering 'Pecat' Pemimpinnya
Wakil Presiden Gibran Rakabuming. (Instagram)

Suara.com - Pemakzulan, atau impeachment, adalah salah satu pedang paling tajam dalam gudang senjata demokrasi. Di satu sisi, ia adalah mekanisme agung untuk meminta pertanggungjawaban seorang pemimpin yang dianggap melanggar hukum atau konstitusi.

Di sisi lain, ia bisa menjadi alat berbahaya yang memicu krisis politik dan instabilitas berkepanjangan. Namun, beberapa negara tampaknya jauh lebih sering menggunakan pedang ini dibandingkan yang lain.

Jika ada "juara dunia" dalam hal pemakzulan, gelar tersebut kemungkinan besar akan jatuh ke tangan Peru. Negara di Amerika Selatan ini telah mengalami gejolak politik yang nyaris tanpa henti, di mana ancaman pemakzulan seolah menjadi bagian dari rutinitas politik sehari-hari.

Dalam satu dekade terakhir saja, Peru telah melihat serangkaian presidennya digulingkan atau dipaksa mundur di bawah bayang-bayang impeachment, termasuk Pedro Castillo (2022), Martín Vizcarra (2020), dan Pedro Pablo Kuczynski (2018).

Penyebabnya kompleks, namun salah satu faktor utamanya adalah klausul dalam konstitusi Peru yang memungkinkan pemakzulan atas dasar "ketidakmampuan moral permanen".

Klausul dengan definisi yang sangat kabur ini menjadi senjata ampuh bagi kongres yang terfragmentasi untuk menggulingkan seorang presiden tanpa perlu membuktikan pelanggaran hukum yang spesifik.

"Di Peru, pemakzulan telah berubah dari alat konstitusional menjadi senjata politik faksional. Ambang batas yang rendah dan definisi 'ketidakmampuan moral' yang subjektif menciptakan siklus instabilitas yang kronis," jelas Dr. Alejandro Vargas, seorang analis politik dari lembaga think tank Council on Hemispheric Affairs, dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

"Setiap presiden yang tidak memiliki mayoritas kuat di kongres akan selalu berada di bawah ancaman pemakzulan," tambahnya.

Tidak jauh dari Peru, Brasil juga memiliki sejarah pemakzulan yang dramatis. Dua kasus yang paling mengguncang dunia adalah pemakzulan Fernando Collor de Mello pada tahun 1992 atas tuduhan korupsi, dan yang lebih baru, penggulingan Dilma Rousseff pada tahun 2016.

Pemakzulan Rousseff, yang dipicu oleh tuduhan memanipulasi anggaran negara, terjadi di tengah skandal korupsi "Operasi Lava Jato" yang masif dan gelombang protes jutaan rakyat di jalanan.

Di belahan dunia lain, Korea Selatan menunjukkan wajah pemakzulan yang berbeda. Di negara ini, proses pemakzulan seringkali didorong oleh kekuatan rakyat yang luar biasa.

Pemakzulan Presiden Park Geun-hye pada tahun 2017 adalah puncaknya. Ia digulingkan setelah jutaan warga Korea Selatan turun ke jalan selama berbulan-bulan dalam "protes cahaya lilin" untuk menuntutnya mundur akibat skandal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan teman dekatnya.
Sebelumnya, Presiden Roh Moo-hyun juga pernah dimakzulkan oleh parlemen pada 2004, meskipun putusan itu kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Lalu, bagaimana dengan Amerika Serikat, negara yang mempopulerkan istilah impeachment?

Meskipun prosesnya sangat terkenal, AS justru menjadi anomali. Sepanjang sejarahnya, tidak ada satu pun presiden AS yang pernah berhasil diberhentikan dari jabatannya melalui proses pemakzulan.

Tiga presiden—Andrew Johnson, Bill Clinton, dan Donald Trump (dua kali)—dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, namun semuanya dibebaskan oleh Senat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Sejarah: 7 Kisah Pemimpin Dunia yang Dimakzulkan di Tengah Panasnya Isu Gibran

Belajar dari Sejarah: 7 Kisah Pemimpin Dunia yang Dimakzulkan di Tengah Panasnya Isu Gibran

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 14:50 WIB

Usul Pemakzulan Gibran Terjegal di Meja Pimpinan DPR, Sengaja Dihambat atau Sesuai Prosedur?

Usul Pemakzulan Gibran Terjegal di Meja Pimpinan DPR, Sengaja Dihambat atau Sesuai Prosedur?

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 14:26 WIB

Surat Pemakzulan Gibran Tak Dibacakan, Analis: DPR Tahu jika Bahas Ini Akan Timbulkan Kegaduhan

Surat Pemakzulan Gibran Tak Dibacakan, Analis: DPR Tahu jika Bahas Ini Akan Timbulkan Kegaduhan

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 12:44 WIB

Bola Panas Pemakzulan Gibran di Parlemen, Sengaja Didinginkan atau Belum Sampai ke Meja Pimpinan?

Bola Panas Pemakzulan Gibran di Parlemen, Sengaja Didinginkan atau Belum Sampai ke Meja Pimpinan?

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 19:09 WIB

Blak-blakan Ketua MPR Soal Surat Usul Pemakzulan Gibran dari Purnawirawan TNI: Saya Belum...

Blak-blakan Ketua MPR Soal Surat Usul Pemakzulan Gibran dari Purnawirawan TNI: Saya Belum...

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 18:56 WIB

Usulan Purnawirawan Terancam Mejan, Pemakzulan Gibran Macet di Meja DPR?

Usulan Purnawirawan Terancam Mejan, Pemakzulan Gibran Macet di Meja DPR?

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 17:49 WIB

Surat Pemakzulan Gibran Belum Dibacakan di Paripurna DPR, Dasco: Kita Sikapi Hati-hati Dulu

Surat Pemakzulan Gibran Belum Dibacakan di Paripurna DPR, Dasco: Kita Sikapi Hati-hati Dulu

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:42 WIB

Terkini

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:35 WIB

H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!

H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB