Enam Cara Mengurangi Polutan Super: Solusi Cepat bagi Iklim dan Kesehatan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 28 Juni 2025 | 10:45 WIB
Enam Cara Mengurangi Polutan Super: Solusi Cepat bagi Iklim dan Kesehatan
Ilustrasi polusi udara (pexels.com/id-id/pixabay)urg

Suara.com - Komunitas ilmuwan iklim sudah lama mengetahui bahaya “polutan super” seperti metana dan karbon hitam. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) bahkan sudah bertahun-tahun memperingatkan potensi pemanasan yang ditimbulkannya.

Namun, perhatian global terhadap isu ini baru benar-benar menguat belakangan. Salah satu penyebabnya adalah daya pemanasan metana yang 86 kali lebih tinggi dibanding CO dalam jangka waktu 20 tahun.

Meski begitu, dampak polutan super terhadap kesehatan manusia masih kerap diabaikan. Metana, misalnya, tidak langsung membahayakan saat dihirup, sehingga jarang masuk dalam diskusi kualitas udara. Padahal, zat ini memicu pembentukan ozon troposfer yang berbahaya bagi kesehatan.

Karbon hitam lebih dikenal oleh komunitas kesehatan, tetapi efeknya masih belum sepenuhnya dipahami. Ozon troposfer sendiri sudah diatur selama beberapa dekade, namun pembentukannya yang kompleks membuat pemantauannya tidak optimal.

Ilustrasi polusi, Apa itu teknologi penyaringan scrubber? (rawpixel.com/Freepik)
Ilustrasi polusi, Apa itu teknologi penyaringan scrubber? (rawpixel.com/Freepik)

Di sinilah persoalan besar bermula. Komunitas iklim dan kesehatan masih bekerja secara terpisah, meskipun polutan super berdampak pada keduanya.

Organisasi seperti Climate and Clean Air Coalition kini mendorong pendekatan baru: “satu atmosfer”—yakni mengintegrasikan kebijakan iklim dan udara bersih dalam satu kerangka terpadu.

“Menargetkan polutan super adalah peluang unik dan bisa menjadi rem darurat yang kita butuhkan untuk memperlambat pemanasan global.”

Dampaknya Bisa Cepat Terasa

Polutan super berumur pendek. Artinya, jika dikurangi sekarang, hasilnya bisa langsung dirasakan.

Berbeda dengan CO yang bertahan di atmosfer selama ratusan tahun, mengurangi metana atau karbon hitam bisa memperlambat pemanasan dalam jangka waktu dekat.

Bagi sektor kesehatan, ini kabar baik. Udara yang lebih bersih berarti penurunan penyakit pernapasan dan kardiovaskular, serta menurunnya risiko kematian dini.

“Mengurangi karbon hitam dan ozon meningkatkan kualitas udara, yang berarti lebih sedikit penyakit pernapasan, kondisi jantung, dan kematian dini.”

Enam Cara Mengambil Tindakan

Berbagai aktor—pemerintah, pembuat kebijakan, sektor swasta, hingga masyarakat—bisa ikut serta dalam upaya ini. Berikut enam langkah konkret yang bisa dilakukan:

1. Meningkatkan Kesadaran

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Lifestyle | Sabtu, 28 Juni 2025 | 09:35 WIB

Energi Surya untuk Semua: Gagasan Baru Soal Transisi Energi yang Adil

Energi Surya untuk Semua: Gagasan Baru Soal Transisi Energi yang Adil

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 11:40 WIB

Menuju Dunia Kerja yang Lebih Hijau: 10 Keterampilan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Menuju Dunia Kerja yang Lebih Hijau: 10 Keterampilan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 26 Juni 2025 | 12:31 WIB

Terkini

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:25 WIB

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:19 WIB

Eks Wamenaker Noel: Saya Lebih Banyak Selamatkan Uang Rakyat Dibanding KPK!

Eks Wamenaker Noel: Saya Lebih Banyak Selamatkan Uang Rakyat Dibanding KPK!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:09 WIB

Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!

Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:48 WIB

Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza

Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:47 WIB

Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:46 WIB

Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!

Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:36 WIB

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:59 WIB