Kalimantan Barat Siap Jalankan Proyek Adaptasi dan Mitigasi Iklim hingga 2032

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:06 WIB
Kalimantan Barat Siap Jalankan Proyek Adaptasi dan Mitigasi Iklim hingga 2032
Kalimantan tangguh iklim. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Upaya kolaboratif untuk memperkuat tata kelola hutan, lahan, dan ketahanan iklim di Kalimantan Barat akan dimulai pada 2025 melalui proyek strategis "Aksi Adaptasi dan Mitigasi Berbasis Lahan Melalui Pendekatan Yurisdiksi."

Proyek ini dirancang untuk berlangsung hingga 2032 dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga komunitas adat.

Fokus proyek berada di lima kabupaten: Kubu Raya, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, dan Ketapang. Tujuannya adalah mengurangi deforestasi, memulihkan lahan terdegradasi, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dengan pendekatan tata kelola terintegrasi berbasis wilayah.

Pendanaan proyek berasal dari Green Climate Fund (GCF), dengan GIZ sebagai Accredited Entity. Pelaksana program meliputi Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), GIZ, dan organisasi non-pemerintah Solidaridad.

Ilustrasi hutan hijau di Kalimantan Timur (Kaltim). [Ist]
Ilustrasi hutan hijau di Kalimantan. [Ist]

Kegiatan awal proyek difokuskan untuk menggali masukan dari berbagai pemangku kepentingan, terutama soal kearifan lokal dan praktik pengelolaan sumber daya alam, agar dapat diintegrasikan ke dalam strategi adaptasi-mitigasi berbasis yurisdiksi.

Menurut Hemant Mandal, Director Green Climate Fund untuk Asia dan Pasifik, proyek ini menjadi contoh kuat kolaborasi multipihak yang mendorong pengelolaan hutan berbasis bentang alam, sekaligus menempatkan masyarakat lokal dan adat sebagai bagian penting dari solusi.

“Proyek ini juga merupakan contoh yang sangat baik dalam penerapan prinsip inklusivitas,” ujarnya.

Proyek ini melibatkan aktor dari berbagai tingkatan, termasuk perwakilan adat dan masyarakat lokal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta organisasi masyarakat sipil seperti AMAN PD Kalimantan Barat, Badan Registrasi Wilayah Adat, Majlis Adat dan Budaya Melayu, serta Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, yang mewakili Dirjen Perhutanan Sosial, menyatakan bahwa pendekatan kolaboratif ini sangat penting untuk mempercepat target perhutanan sosial, terutama di Kalimantan Barat.

baca juga

“Fokus percepatan meliputi distribusi akses legal, pendampingan, dan pengembangan usaha,” ujarnya. Ia menambahkan, pelibatan masyarakat adat sangat krusial karena pengetahuan tradisional mereka dalam menjaga hutan.

Lebih jauh, proyek ini juga ditujukan untuk menghasilkan manfaat karbon dan berkontribusi pada Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC) Indonesia. Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon menekankan bahwa proyek ini merupakan bagian dari implementasi REDD+ di tingkat subnasional.

“Proyek ini menggabungkan aspek kelestarian lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan dimensi sosial. Kalimantan Barat sudah memiliki kerangka kelembagaan untuk mendukung REDD+ dan strategi green growth,” ungkapnya.

Direktur Utama BPDLH menyebut bahwa dukungan dana dari GCF sangat penting untuk menjembatani kekurangan anggaran negara (APBN), khususnya dalam pembiayaan pengendalian perubahan iklim. Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana yang inklusif untuk memperluas dampak program mitigasi dan adaptasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat mengingatkan bahwa pemanfaatan dana GCF harus dikawal ketat agar betul-betul menyentuh peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Pembangunan ekonomi dan perlindungan hutan harus berjalan seiring agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat bersifat berkelanjutan,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Teknologi Ramah Lingkungan Bisa Bantu Petani Kurangi Emisi dan Biaya Produksi?

Bagaimana Teknologi Ramah Lingkungan Bisa Bantu Petani Kurangi Emisi dan Biaya Produksi?

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 10:41 WIB

Wahabi Lingkungan: Stigma, Kuasa, dan Luka yang Tak Kunjung Pulih

Wahabi Lingkungan: Stigma, Kuasa, dan Luka yang Tak Kunjung Pulih

Your Say | Selasa, 01 Juli 2025 | 09:59 WIB

Benarkah Daratan Antartika Menghijau: Apa yang Mesti Kita Tahu?

Benarkah Daratan Antartika Menghijau: Apa yang Mesti Kita Tahu?

News | Senin, 30 Juni 2025 | 16:05 WIB

Terkini

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

×