"Terlalu Rapi, Ini Janggal": Kriminolog Curiga Kematian Diplomat Kemlu, Ada Rekayasa?

Bangun Santoso

Jum'at, 11 Juli 2025 | 16:09 WIB
"Terlalu Rapi, Ini Janggal": Kriminolog Curiga Kematian Diplomat Kemlu, Ada Rekayasa?
Arya Daru Panguyunan, Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri RI ditemukan tewas dengan kepala dilakban di dalam kamar indekosnya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025). [Suara.com]

Suara.com - Dugaan bunuh diri dalam kasus kematian diplomat Kemenlu, Arya Daru Pangayunan, dimentahkan oleh analisis tajam seorang kriminolog. Meskipun Tempat Kejadian Perkara (TKP) tampak "bersih"—pintu terkunci dari dalam dan sidik jari korban ada di lakban—kondisi yang terlalu rapi ini justru dinilai sangat mencurigakan.

Kriminolog Haniva Hasna menegaskan, skenario bunuh diri terlalu dini untuk disimpulkan. Menurutnya, tidak adanya tanda kekerasan fisik dan ruangan yang terkunci dari dalam tidak otomatis menyingkirkan keterlibatan pihak ketiga.

"Kalau saya melihat dari temuan bahwa pintu (kos) terkunci dan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik, apakah mungkin ada keterlibatan pihak ketiga? Sebetulnya sangat mungkin," ungkapnya sebagaimana dikutip dalam acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Kamis (10/7/2025).

Bisa Jadi Pembunuhan Direkayasa

Haniva menjelaskan, dalam kriminologi modern, pelaku kejahatan bisa sangat canggih dan tidak meninggalkan jejak kekerasan yang kentara. Ia memunculkan kemungkinan adanya rekayasa kasus atau staging.

"Banyak sekali pelaku kejahatan itu yang canggih banget menggunakan metode-metode yang meninggalkan kekerasan terbuka, sehingga layaklah kita itu menganggap bahwa ini ada kemungkinan rekayasa gitu ya," katanya.

"Jadi ini bisa jadi staging bunuh diri pasca pembunuhan, jadi korban, maaf, sudah dilakukan kekerasan sampai kehilangan nyawa, baru dibuat skenario seolah-olah dia mengalami bunuh diri," jelas Haniva.

Bahkan, menurutnya, pintu kamar yang terkunci dari dalam bisa menjadi trik pelaku untuk mengelabui penyelidikan.

Kondisi Rapi Jadi Kunci Kecurigaan

baca juga

Poin paling janggal, menurut Haniva, adalah kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan sangat rapi dan terselimuti. Hal ini dinilai tidak logis jika korban melakukan bunuh diri dengan cara melakban kepalanya sendiri.

"Ketika disampaikan bahwa ini adalah bunuh diri, sepertinya sangat tidak mungkin, karena kita melihat dalam kondisi tertutup seperti itu," ujar dia.

"Terus ditemukan dalam kondisi yang sangat rapi, ini mengindikasikan ada seseorang atau pihak ketiga yang membuat korban ini serapi itu," tambah Haniva.

Ia berargumen, seseorang yang kehabisan napas secara paksa pasti akan melakukan gerakan perlawanan atau kejang yang membuat kondisi sekitarnya berantakan.

"Kan kalau dia melakukan pembalutan sendiri (plester di wajah), berarti ada kondisi ketika korban itu mengalami sesak napas sehingga ada gerakan-gerakan yang asimetris," katanya.

"Tapi, ketika ditemukan ini kan dalam kondisi yang sangat rapi, terselimuti dengan bagus gitu ya, berarti kan ada kemungkinan ini ada pihak ketiga yang melakukan kejahatan ini," ungkapnya.

Kasus kematian Arya Daru sendiri kini telah dilimpahkan dari Polsek Menteng ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih mendalam. Polisi telah mengamankan tujuh barang bukti, termasuk lakban, kantong plastik, pakaian, serta obat sakit kepala dan asam lambung dari kamar korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekaman CCTV Gemparkan Publik! Apa yang Dilakukan Diplomat Arya Daru Sebelum Tewas di Kos?

Rekaman CCTV Gemparkan Publik! Apa yang Dilakukan Diplomat Arya Daru Sebelum Tewas di Kos?

Video | Jum'at, 11 Juli 2025 | 13:15 WIB

Kriminolog UI: Jika Ini Kasus Pembunuhan, Diplomat Kemenlu Dibunuh Orang Profesional

Kriminolog UI: Jika Ini Kasus Pembunuhan, Diplomat Kemenlu Dibunuh Orang Profesional

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 15:59 WIB

Misteri Kasus Diplomat Menlu Tuai Segudang Tanda Tanya, Kasus Sambo Jilid 2 Timpa Brigadir Nurhadi?

Misteri Kasus Diplomat Menlu Tuai Segudang Tanda Tanya, Kasus Sambo Jilid 2 Timpa Brigadir Nurhadi?

Video | Jum'at, 11 Juli 2025 | 14:33 WIB

Pengamat Ungkap 2 Skenario Kematian Diplomat Kemlu Tewas Terlakban, Bukan Dibunuh?

Pengamat Ungkap 2 Skenario Kematian Diplomat Kemlu Tewas Terlakban, Bukan Dibunuh?

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 13:36 WIB

Turun Tangan di Kasus Diplomat Tewas, Ini Instruksi Khusus Kapolri ke Ditreskrimum Polda Metro

Turun Tangan di Kasus Diplomat Tewas, Ini Instruksi Khusus Kapolri ke Ditreskrimum Polda Metro

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:19 WIB

Polda Ambil Alih Kasus Diplomat Kemlu Tewas Terlakban, Yakin Selesai dalam Seminggu?

Polda Ambil Alih Kasus Diplomat Kemlu Tewas Terlakban, Yakin Selesai dalam Seminggu?

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 11:23 WIB

Polda Beberkan Alasan Ambil Alih Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru, Kapolda: Seminggu Selesai!

Polda Beberkan Alasan Ambil Alih Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru, Kapolda: Seminggu Selesai!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 11:14 WIB

Ambil Alih Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan, Irjen Karyoto: Seminggu Selesai!

Ambil Alih Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan, Irjen Karyoto: Seminggu Selesai!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:23 WIB

Terkini

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

Di Pasir Panjang, Warga Dayak Kaharingan Berjuang Menjaga Ingatan tentang Hutan

Di Pasir Panjang, Warga Dayak Kaharingan Berjuang Menjaga Ingatan tentang Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

Alami Luka Parah di Kepala, Pemotor Tewas Usai Disundul Mobil di Puri Indah Jakbar

Alami Luka Parah di Kepala, Pemotor Tewas Usai Disundul Mobil di Puri Indah Jakbar

News | Senin, 02 November 2026 | 11:59 WIB

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:58 WIB

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 11:55 WIB

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:50 WIB

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 11:47 WIB

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

×